Bagaimana Kita Merayakan Piala Dunia saat Semesta Tak Sedang Baik-Baik Saja
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Dalam submisi Open Column ini, Afrizal Maarif dan Desvita Tria Ningrum mengajak kita berefleksi bagaimana persoalan memiliki rumah itu erat kaitannya dengan permasalahan struktural tentang bagaimana ruang-ruang kota dibangun, selagi mengingatkan bahwa masih ada harapan untuk kota dibangun dengan lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
We composed several local frontwomen to talk to Japanese musicians - all set to perform their set at Cherrypop Festival 2026.
Dalam submisi Open Column ini, Asri Widayati menuliskan bagaimana dampak dari bencana tidak bisa diukur dari angka saja, selagi menyorot runtuhnya rencana masa depan para penyintas yang kerap luput dari perhatian.
In this Open Column submission, Radit Mahindro reimagines a more appropriate way to run a country home to 17,000 islands, 1,300 categorised ethnic identities, and 700 spoken regional languages spread across three time zones - in his words, a ‘vernacular governance’ - through ideas borrowed from ancient maritime empires to Mohammad Hatta’s cooperative commonwealth.
Dalam submisi Open Column ini, Boit menuliskan bagaimana anak itu bisa berlaku seperti spons yang menyerap apa pun dari orang tuanya - termasuk trauma.
In this Open Column submission, Sora Anindya shares their experience before and after being partially paralyzed, which gave them newfound insights that we (and the larger world) need to also understand.