Menyelami isi kepala Aco Tenriyagelli dan ngobrol tentang perang kecanggungan dengan orang tua, humor sebagai jembatan antar generasi, sampai kemalingan di Italia bareng Yandy Laurens.
We have Precious Bloom, Diskoria, and Thee Marloes to chat with L’Impératice, talking about how films have been their DNA, their connection with the French language, and music inspirations with questions we gathered from three Indonesian disco and soul units.
Dalam liputan yang didukung oleh Pulitzer Center ini, Antonia Timmerman dan Rio Tuasikal mengupas bagaimana AI generatif berat kaitannya dalam membuat kita tumpul akan kekaryaan.
Dalam persuaan kali ini, kami mengajak Program Director JAFF, Alexander Matius (atau kerap dipanggil Mamat), untuk bicara tentang politik di balik censorship dan klasifikasi usia dalam film-film Asia Tenggara, pilar keberlanjutan sebuah festival, sampai The Human Centipede (2009).
Menuju hari-hari Jakarta Film Week 2025, kami menyempatkan untuk berbincang dengan Claresta Taufan, Festival Ambassador, mengenai geliat film Indonesia belakangan ini, hingga (tentu saja) sang festival.
Kali ini, Kinder Bloomen mengajak kami untuk membahas tentang eksplorasi lore mereka, psychedelic sebagai pemahaman hidup, sampai pendekatan musikal yang tak konvensional.