In today's Open Column submission that happens to also be on National Culture Day, Radit Mahindro reminds us why we shouldn’t fall into the trap of modern urban taste and be dictated by its ‘deceptive’ standard measure of value and foreign expectations.
Dalam submisi Open Column ini, Dzulfikri Putra Malawi merespons tema “Holding Hands” di Pesta Boneka 2026 yang, selain memperkaya pemaknaannya terhadap seni pertunjukan boneka, juga mengajarkan keluarga kecilnya bahwa bergandengan tangan itu lebih dari melangkah dengan kecepatan yang sama.
Merespons rilisan terbaru Silampukau, Radit Mahindro mengobrol dengan Kharis Junandharu untuk membedah proses bermusik dan berlirik, hingga melacak detail domestik dan dinamika cipta semesta band ini, Arkipelagia.
Fashion designer Toton Januar ngobrol dengan beragam tokoh dari koridor yang berbeda demi terciptanya panduan dalam menavigasi masa depan yang tidak menentu.
Bagi Saeedah Haque, fashion tidak semestinya berhenti pada tampilan, dan Wardah berkolaborasi dengan desainer asal London ini untuk sama-sama menyatakan bahwa abaya bisa mewakili kita di keseharian.
Dalam obrolan ini, Thee Marloes membuka banyak lapisan di balik musik mereka: dari romantisisme soul revival, penggalan lirik yang ‘lebay’, sampai refleksi personal yang membentuk Di Hotel Malibu (2026).