In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi Open Column ini, Boit menuliskan refleksi personalnya yang mengafirmasikan kepada kita bahwa duka akan selalu membekas, dan mungkin tidak ada tanggal kedaluwarsanya.
Dalam submisi Open Column ini, Dzukfikri Putra Malawi menyoroti satu komponen dalam pertunjukan musik yang kerap kalah pamor dibandingkan musisi dan produksi acaranya, yang padahal menjadi alasan suatu pertunjukan itu ada: penonton.
Dalam submisi Open Column ini, Tubagus Eko Saputra menyorot proliferasi akal imitasi di sektor pendidikan yang, akibat terjangkit demam automasi dan terlalu menempa manusia menjadi mesin, semakin menjauhkan pelajar dari kemampuan berpikir.
Dalam submisi Open Column ini, S. Pramudita membaca album terbaru Danilla, Candramawa, lewat kacamata yang lelah menyaksikan pola konsumsi digital yang kian menumpulkan kisah dalam rilisan musik, ekspresi yang dikecilkan oleh metrik kuantitatif, hingga bagaimana algoritma justru menyeragamkan selera kita.
Dalam submisi Open Column ini, Afrizal Maarif dan Desvita Tria Ningrum mengajak kita berefleksi bagaimana persoalan memiliki rumah itu erat kaitannya dengan permasalahan struktural tentang bagaimana ruang-ruang kota dibangun, selagi mengingatkan bahwa masih ada harapan untuk kota dibangun dengan lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam submisi Open Column ini, Asri Widayati menuliskan bagaimana dampak dari bencana tidak bisa diukur dari angka saja, selagi menyorot runtuhnya rencana masa depan para penyintas yang kerap luput dari perhatian.