In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi Open Column ini, Aditiya Widodo Putra menyandingkan pembacaan Mochtar Lubis lewat esai "Manusia Indonesia" (1977) dengan fenomena sosial yang kita rasakan hari ini di Indonesia, dan pertanyaan besarnya: Apakah peringatan tersebut masih relevan di hari ini?
Dalam submisi Open Column ini, Mukhtar Abdullah mengangkat satu situs sejarah ‘65 yang terbukti berumur panjang berkat usaha pencarian yang tulus dari individu dan kolektif: Gedung Jefferson, Yogyakarta.
Dalam submisi Open Column ini, Boit menuliskan refleksi personalnya yang mengafirmasikan kepada kita bahwa duka akan selalu membekas, dan mungkin tidak ada tanggal kedaluwarsanya.
Dalam submisi Open Column ini, Dzukfikri Putra Malawi menyoroti satu komponen dalam pertunjukan musik yang kerap kalah pamor dibandingkan musisi dan produksi acaranya, yang padahal menjadi alasan suatu pertunjukan itu ada: penonton.
Dalam submisi Open Column ini, Tubagus Eko Saputra menyorot proliferasi akal imitasi di sektor pendidikan yang, akibat terjangkit demam automasi dan terlalu menempa manusia menjadi mesin, semakin menjauhkan pelajar dari kemampuan berpikir.
Dalam submisi Open Column ini, S. Pramudita membaca album terbaru Danilla, Candramawa, lewat kacamata yang lelah menyaksikan pola konsumsi digital yang kian menumpulkan kisah dalam rilisan musik, ekspresi yang dikecilkan oleh metrik kuantitatif, hingga bagaimana algoritma justru menyeragamkan selera kita.