Bagaimana Kita Merayakan Piala Dunia saat Semesta Tak Sedang Baik-Baik Saja
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Merespons waktu-waktu tidak menentu ini, kolektif musik tetap memastikan the show must go on. Fengshui, kolektif musik dari Universitas Moestopo, ngobrol dengan mereka yang sudah lebih dulu babak belur menjalani hidup sebagai kolektif yang merayakan musik: Paguyuban Crowd Surf, Kolibri Rekords, Pokta Collective, Club Vixxxen, dan Ruang Baur.
Responding to the current growing popularity of films like Hokum (2026), Backrooms (2026), and Obsession (2025), in this Open Column submission, Agnes Giovanni argues that the horror genre’s shift in focus from supernatural fears to dangerous men foreshadows an even darker (and realistic, yet dire and deeply personal) depiction of misogyny in cinema and real life.
Barry Likumahuwa ngobrol bersama sederet musisi Musik Indonesia Timur yang akan tampil di Pesta Timuran Jaksel 2026.
In this Open Column submission, Rizky Murdiana questions how, when perceiving life, objectivity through numbers declines subjectivity and the lived experiences that surrounds our lives.
Kami menarik respons dari berbagai warga demi memperkaya segala yang bisa kita ketahui dalam menjaga durasi dan panjangnya nafas perjuangan.
Dari seorang psikolog, founder dari support group untuk anak-anak yang memiliki autoimun, hingga dokter yang bekerja di bidang primary health care, kami ngobrol dengan mereka untuk mendedah narasi seputar autoimun.