Latest stories

03.10.16

Mencari Inspirasi di Gold Coast

Mengunjungi Gold Coast sembari mencari inspirasi dengan mengunjungi tempat-tempat unik, selain taman bermain atau tempat berselancar. Artikel ini disponsori oleh Wego, situs travel yang menawarkan harga terbaik untuk hotel dan tiket pesawat yang akan melengkapi rencana perjalanan Anda.

30.09.16

Quick Review: Train to Busan

Train to Busan adalah film yang sangat menghibur. Dengan cerita yang berpusat kepada penumpang-penumpang kereta yang berusaha untuk melarikan diri dari epidemic virus zombie, hasil karya sutradara Yeon Sang-ho ini patut dipuji, terutama karena ia mengambil sebuah tema (zombie) yang sudah cukup sering diangkat, namun membuatnya menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan untuk ditonton tanpa perubahan signifikan pada formula jenis film ini. Seperti film zombie lainnya, kisah Train to Busan berkisah mengenai bagaimana karakter-karakternya bisa bertahan hidup dan meloloskan diri dari malapetaka yang selalu mengejar mereka. Salah satu elemen yang membuat film ini seru adalah zombienya, tidak seperti zombie di film lain, disini mereka bisa berlari dan bergerak dengan cepat. Ketegangan di film zombie biasanya datang dari rasa paranoia pada monster-monster yang secara pelan mengejar tokoh utama - membangun sebuah atmosfir yang pelan-pelan tumbuh di kepala penonton sembari filmnya berlangsung. Dengan zombie yang bergerak sangat cepat dan berbondong-bondong, Train to Busan membuat setiap adegan melarikan diri seperti layaknya film action - tegang dan penuh adrenalin. Tentunya, film ini tidak hanya menawarkan adegan action yang bertubi-tubi. Yeon Sang-ho memberi waktu istirahat dari adegan-adegan tegang serta memajukan plotnya melalui interaksi dan drama antar karakter. Seperti hubungan antar bapak dan anak, pasangan muda, dan hubungan antar karakter lain yang berkumpul dalam usaha melawan zombie. Meskipun adegan drama berhasil memberi ruang untuk istrahat dari dan juga mengamplifikasi bagian serunya, adegan tersebut kadang terasa berlebihan. Pesan-pesan moral klise tentang persahabatan, loyalitas, dan gotong royong yang menyolok dan memancing emosi penonton terasa terlalu dipaksakan. Sebelum Train to Busan, Yeon Sang-ho telah menyutradarai sejumlah film animasi, dan mungkin adegan drama yang pantas melalui animasi tidak berhasil diterjemahkan dengan baik pada film live-actionnya. Tetapi secara keseluruhan, Train to Busan adalah film menyenangkan yang patut ditonton jika anda mencari film action yang menghibur. Suksesnya sudah terbukti dengan gosip bahwa akan ada sebuah sequel atau prequel yang akan menyusul di waktu yang dekat. Train to Busan (2016) Sutradara: Yeon Sang-ho Sinopsis:

Loka Suara
29.09.16

Era

Semua musik ada eranya.

29.09.16

Open Column Invitation

Dari renungan mengenai pengalaman perempuan di keseharian Jakarta, analisa mengenai cara video game berkomunikasi, cerita pendek tentang harimau dan pasangan, section Column Whiteboard Journal adalah rumah untuk berbagai bentuk esai dan tulisan kreatif. Kami senang bisa membaca dan memahami perspektif yang berbeda, serta memperkaya bahasan yang ada. Kami ingin mengajak Anda, pembaca kami, untuk berbagi tulisan Anda dengan kami. Format artikel kami serahkan kepada Anda - kirim tulisan seputar topik yang Anda minati. Kami akan membaca setiap esai, dan tim editorial kami akan memilih artikel yang akan dipublikasikan di website kami setiap minggunya. Kami berharap untuk bisa segera membaca tulisan-tulisan Anda! - Ketentuan jumlah kata Esai dan Creative Writing 800 - 2000 kata. - Kami terbuka jika pada format diluar artikel esai dan creative writing (foto esai dan semacamnya). - Submisi bisa dalam bahasa Indonesia atau Inggris. - Email karya Anda ke info@whiteboardjournal.com dengan subject: OPEN COLUMN - Sertakan foto diri dan biografi singkat dengan submisi Anda (Jika Column Anda terpilih, kami akan mencantumkan profil Anda) - Tiap orang bisa mengirim lebih dari satu submisi. - Selamat menulis! -- From ruminations on the experiences of women in Indonesia’s capital city, analysis of the video game language, to short stories about a tiger and a couple, Whiteboard Journal’s Column has made itself home to a diverse range of essays and creative writing. We love learning new subjects and understanding different perspectives, so to further diversify our content we would like to invite you, our readers, to share your writings with us. The subject of the essays are entirely up to you, so send us writings on topics that interest you, and be sure to give your personal take on the subject. Past Columns have housed topics ranging from music, art, literature, politics, travelling, to video games, food, and environmental issues. We will read every essay, and every month, our editorial team will select a submission to be published on our website and promoted via our social media. Published writers will also receive a goodie bag courtesy of Whiteboard Journal’s team. We hope to read your writings soon! - Submission should be in Bahasa Indonesia or English. - Essay or Creative Writing should be 800 – 2000 words in length. - We are open to different formats (example: Photo Essay) - Email your writing to INFO@whiteboardjournal.com with the subject: OPEN COLUMN - Include a photograph of yourself and a short bio in the email (If your Open Column is selected, we will feature your profile in the article). - Multiple submissions are accepted. - Have fun!

28.09.16

Menyapa Teman Lama dan Harapan Baru di “For The Love of Aca”

Tak banyak yang tersisa dari Parc - kelab malam yang melegenda di awal 2000an berkat gig musik yang diadakan disana - gedungnya di Kebayoran Baru pun telah berganti fungsi, meninggalkan reruntuhan kebisingan serta keceriaan yang pernah terjadi disana. Tapi satu hal terus hidup hingga nyaris dua dekade kemudian, bahkan tanpa eksistensi bangunannya, adalah tawa dan cerita yang membekas dalam di setiap kepala yang pernah ada di dalamnya. Fadhila Jayamahendra alias Aca, vokalis band hardcore veteran Straight Answer adalah salah satu sosok yang pernah menjadi bagian dari sejarah yang tercipta di Parc. Disebutkan bahwa Thusrday Riot berhutang banyak pada Aca yang selalu aktif dalam membantu berjalannya acara hingga kompilasi musik yang terjadi disana. Tak lama setelah mendengar berita mengenai Aca yang jatuh sakit, teman-teman lamanya di Parc berkumpul kembali untuk mengumpulkan donasi bagi biaya pengobatan Aca yang terakhir dikabarkan siuman dan telah mampu berkomunikasi kembali ini. Bersama Rururadio, Thusrday Riot Family menggalang dana untuk Aca lewat penampilan musik, yardsale, dan lelang pada Kamis (29/9) mulai pukul 17.00 WIB di Gudang Sarinah Ekosistem, Jakarta. Berjudul “For the Love of Aca Straight Answer”, akan tampil Superglad, The Adams, Harlan, Bequiet, Indische Party dan Loco9trio yang terdiri dari Aat, David Tarigan, dan Alvin Yunata. Akan ada pula penampilan pertama teman lama Thusrday Riot Family, Sir Dandy sekembalinya dari Eropa. Harga tiket donasi Thusrday Riot Family and Rururadio, for the Love of Aca ditetapkan Rp 25 ribu dan dapat dibeli langsung pada hari H di lokasi acara. Selain donasi pintu masuk, metode sumbangan lainnya juga dilakukan lewat lelang, belanja di yardsale, serta pembelian kaus Riot dan Seringai.

28.09.16

Seni dan Refleksi Kehidupan bersama Slamet Rahardjo

Slamet Rahardjo adalah salah satu tokoh senior di perfilman Indonesia. 30 Tahun lebih beliau mendedikasikan aktivitasnya di seni peran lokal, dan dari perjalanannya tersebut telah lahir beberapa film yang monumental, seperti Tjoet Nja' Dhien hingga Badai Pasti Berlalu. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal berbincang dengan Slamet Rahardjo tentang aktivitasnya, teater dan hubungan sastra dengan seni peran.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.