Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Sebagai salah satu kolektif musik elektronik dengan unsur tribal dan etnik, Dekadenz telah mengadakan agenda reguler dalam memeriahkan alternatif di Jakarta maupun kota besar lain di Indonesia. Beranggotakan 3 orang DJ yang juga kelas dunia, referensi musik yang ditawarkan dalam tiap acara selalu beragam dan berpegang teguh pada musik elektronik Berkat besar terhadap musik eksperimental, Jonathan Kusuma, Ridwan Susanto dan Aditya Permana terus menghasilkan warna musik baru dalam tiap kesempatannya.
Untuk episode kali ini yang juga menjadi perayaan ulang tahun pertama, Dekadenz mengajak Aryo Adhianto aka A Fine Tuning Creation. Menurut Aditya, dikarenakan Aryo merupakan Space System - sebuah grup yang mengusung musik electro-acoustic-disco-psychedelia, referensi dan eksperimen yang ia lakukan menarik untuk Dekadenz. Adanya kesamaan unsur dalam musik Aryo yang juga seorang dengan pengalaman memainkan musik jazz, teater, klasik, hingga eksperimental, membuat Dekadenz kali ini akan lebih dari sekadar sebuah parade musik dengan luapan asap dalam ruang bercahaya merah.
-
Sabtu, 1 April 2017
21:00 - 04:00
FJ on 7 / The Colony Kemang
Nampaknya inisiatif Aldo dan kawan-kawan untuk mendokumentasikan gemerlap musik dansa berkembang menjadi sebuah misi berkelanjutan. Setelah merilis kaset, video untuk tiap lagu bersama seniman lokal serta VCD Dentum Dansa Bawah Tanah, kali ini sebuah tur di beberapa kota akan menjadi agenda teranyarnya. Hadir dengan nama Defile, parade musik ini tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan warna musik yang ada di bawah tanah, tapi juga menawarkan budaya alternatif yang kini terus menjamur di kota-kota besar Indonesia.
Tur yang akan berlangsung mulai tanggal 27 Maret 2017 ini tidak hanya menghadirkan kontributor dari album Dentum Dansa Bawah Tanah, tapi juga mengajak kolektif serta inisiatif lain untuk berkolaborasi guna menghibur mereka yang haus akan musik elektronik nan ekeperimental. Untuk episode pertama dari Defile, kami berkesempatan untuk mengobrol dengan salah satu DJ Leno aka REI yang dikenal dengan kanal musiknya, bernama Goodnws Music. Perannya dalam dunia musik serta konser-konser di bawah naungan salah satu promotor telah terbukti memberikan penikmat musik sebuah alternatif dan referensi musik funk, soul hingga jazz yang kental.
Mungkin bukan bagaimana saya mau jadi DJ atau semacamnya. Tapi lebih kepada proses yang saya lewati dengan orang-orang sekitar. Dan setelah saya menjalaninya, saya semakin sadar seberapa berpengaruh musik itu saya sudah menjadi DJ selama lebih dari 20 tahun.
dan penemu dari Goodnws, bagaimana Anda mengembangkan musik Anda sampai mendapat karakter yang kita kenal sekarang?
Saya mendengarkan segala musik sampai sekarang. Awalnya saya tertarik dengan pada tahun 90-an, lalu drum n bass, kemudian downtempo, hip hop, house Pada akhirnya, saya selalu kembali pada jazz, soul, funk dan latin karena musik tersebut merupakan cinta pertama saya. Itulah kenapa saya selalu suka mencampur segala musik, selama di dalam mix-nya terdapat elemen musik yang saya suka.
Tidak. Saya selalu suka mengeksplorasi hal baru. Namun, musik harus memiliki sebuah koneksi, Saya tidak bisa menjelaskannya tapi musik harus menggerakkan diri kita dari dalam.
kepada mereka yang awam terhadap hal tersebut?
Menurut saya, Dentum Dansa Bawah Tanah adalah salah satu dari banyak representatif, tapi saya harap -nya akan lebih luas di masa depan.
Aldo mau lagu saya dan saya dengan senang hati mempersembahkan musik untuk didengar orang lain. Saya harap orang-orang suka dengan apa yang mereka dengar REI (tertawa).
-
Senin, 27 Maret 2017
Hide & Seek Swillhouse
20:30
REI, Moustapha Spliff, Duck Dive, Baldi, Sattle
Dead Records, Jam Malam dan Interrupted
Gratis
Hong Kong adalah tempat menikmati pemandangan kota yang megah, juga kekayaan budaya yang mengagumkan. Kami menelisik keindahan kota Hong Kong ini untuk menemukan tempat terbaik bagi semua orang, berapapun budget yang mereka miliki. Artikel ini disponsori oleh Wego, situs travel yang menawarkan harga terbaik untuk hotel dan tiket pesawat yang akan melengkapi rencana perjalanan Anda.
Melalui submisi open column, Mika Sudiro mengemukakan pendapatnya mengenai gap yang kadang tercipta di antara seniman dengan publik. Di dalamnya, Mika melihat bahwa ada potensi lebih pada bagaimana karya seni yang ditransformasi menjadi produk sehari-hari bisa menjadi penghubung di antara gap yang ada.
Dalam wilayah kesusastraan, nama Puthut EA paling mentereng di ruang-ruang cerpen media massa. Ia juga seorang peneliti sosial yang kemudian mendirikan Mojok.co, sebuah situs alternatif yang populer sebagai wadah esai kritik politik dan sosial yang ‘nakal’. Whiteboard Journal menemuinya di kantor Mojok Store untuk berbincang perihal perkembangan konsepsi cerpen hingga isu-isu intelektualisme di negeri ini.
Ffonz and Merdi of Diskoria joined up forces at How Do You Like Wednesday at Café Mondo (15 March 2017).
Expect more to come.
Listen to this episode of Fat Cat Ffonz on Whiteboard Journal's Mixcloud.
1 I Want You by Marvin Gaye
2 Feel by Tabo's Project
3 金田一耕助のテーマ by Mystery Kindaichi Band
4 Goodbye Gaijin by Maximillian Blanc
5 Grooveallegiance by Funkadelic
6 Iwishican Williams by The 3 Pieces
7 More Peas by Fred Wesley and The JB’s
8 Mashisa (dub mix) by V.O
9 Wrong Number by Dizzy Gillespie & Lalo Schifrin
10 Oh Yes Beaux Japonais! by Super Eccentric Theatre
11 Oooh Baby by Pamoja
12 Nuits Brésiliennes by Christopher Laurent
13 Unknown
14 Yegelle Tezeta (Nicolas Jaar edit) by Mulatu Astatke
15 Voices Inside My Head by The Police
16 Palace Hotel by Preface
17 I Get Lifted by Sweet Music
18 Sambamanao by Shaba
19 The Breaks by Kurtis Blow
20 Stop Fantasy by Plus Two
21 Casanova Brown (Underdog Edit) by Gloria Gaynor
22 Unknown
23 House Party (Berry Juice Edit) by Fred Wesley
24 Unknown
25 Mirrors Of My Mind (Underdog Edit) by The Jackson 5
26 Unknown
27 Better By The Pound by Funkadelic
28 In My Jungle by F.O.E
29 Dem Say Ah (feat. Akoya Afrobeat) by DJ Center
30 Mizik Nou by Milton
31 Vacuum Boogie by Floating Points
32 Unknown
33 My Baby Just Cares For Me by Nina Simone
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?