Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Setiap musisi memiliki caranya masing-masing untuk merayakan rilisnya sebuah album. Menggelar konser penyambutan, mencari cara yang unik, atau bahkan mungkin tidak melakukan apa-apa. Semua bebas dilakukan asal niat utama dalam melepas album sudah terpenuhi.
Tapi bagi Adrian Yunan, hadirnya album musti dirayakan dengan seksama. Dalam rangka pelepasan debut album solonya yang bertajuk "Sintas", personil Efek Rumah Kaca ini menggelar helatan syukuran bersama teman-teman difabel netra pada 4 Juni mendatang. Kegiatan akan dibagi menjadi dua bagian, yakni menonton film serta dilanjutkan penampilan musik selepas buka puasa.
Untuk kegiatan menonton film sendiri akan dipandu bersama program Blind Date Sinema yang diinisasi oleh Pavilliun 28. Blind Date Sinema adalah media di mana pihak Pavilliun 28 berupaya menciptakan ruang dan kesempatan bagi semua teman-teman difabel netra untuk bisa menikmati film karya sineas lokal. Dalam prosesnya, kegiatan Blind Date Sinema menggunakan peran relawan untuk membantu menjelaskan atau menterjemahkan bahasa visual menjadi bahasa verbal dengan menceritakan langsung saat film berlangsung melalui indera pendengar.
Simak penuturan Adrian mengenai album solonya melalui video berikut:
Grounded for the day.
Listen to this mixtape on Whiteboard Journal's Mixcloud.
01. Sharon Van Etten - The End of The World
02. Real Estate - Serve the Song
03. Twin Sister - Poor Relations
04. Bloc Party - The Love Within
05. James Blake - Life Round Here
06. Julien Dyne - Fallin' Down
07. Andrew Ashong - Never Dreamed
08. Wings - Arrow Through Me
09. Sondre Lerche - Modern Nature
10. Kadhja Bonnet - Nobody Other
In her open column submission, Livina Veneralda share her view regarding the psychology behind the term, introvert and extrovert and how this kind of dichotomy affects human personality and its relation to other person.
Selepas merilis terakhirnya dua bulan silam, Andre& kembali hadir dengan anyar berjudul “Roadin.” Kali ini, ia turut serta mengajak Arethvsa yang mana juga pernah berkolaborasi dengannya di nomor “Softside of Love.”
Pemilihan Arethvsa sebagai tandem Andre& bukan tanpa alasan. Selain memiliki vokal emas yang mengingatkan pada sosok Erykah Badu, pemikirannya juga menyumbang kontribusi dalam pengembangan lagu - di mana dalam proses pengerjaannya, Andre& memberikan beberapa potong kepada Arethvsa untuk dipelajari terlebih dahulu sebelum Arethvsa mengisi bagiannya yang kental dengan nuansa 90’s RnB.
Inspirasi pembuatan lagu pun “Roadin” berawal ketika Andre& sedang mengulik melalui mesin perangkat lunaknya. Dari situ ia merasa mendapati aliran ide yang banyak terlebih pasca mendengarkan lagu milik Joyce Wrice, “Rocket Science.” Kiranya, nomor-nomor tersebut mampu menjadi sebuah makanan pembuka sebelum menyantap sajian EP Andre& di bawah identitas Ar&thvsa.
Melalui Sokola Rimba, Butet Manurung membuka mata dunia pada kekayaan yang hidup pada keseharian masyarakat adat. Bahwa tak jarang mereka yang tinggal di pedalaman lebih terbuka secara pikir daripada kita di kota yang tak malu mengaku paling maju. Whiteboard Journal berbincang dengan Butet Manurung mengenai kritiknya terhadap sistem pendidikan, bantuan yang salah arah, dan kekayaan yang disimpan oleh masyarakat adat.
Lagu dibuka dengan nuansa yang cukup gelap; tempo merayap, bayangan letupan distorsi, serta konstelasi memabukkan. Berselang kemudian, hentakan drum yang penuh presisi menemani transisi irama sekaligus mengajak telinga meluapkan kenikmatannya. Kira-kira seperti itu gambaran terbaru dari unit alternative-rock asal Yogyakarta, Kursus Fisika yang berjudul “Dye Your Hair, Don’t Die.”
Dibentuk pada pertengahan 2016, Kursus Fisika menjadi nama yang tepat untuk merepresentasikan hari-hari seorang remaja sekolah yang bolos kelas kursus untuk ke studio musik dan memulai sebuah band. Namun alih-alih bicara tentang mata pelajaran yang membuat kepala mumet, unit ini merilis lagu dengan nuansa mengenai momen-momen depresi dalam kehidupan, serta menegaskan bahwa bunuh diri bukan jawaban yang dibutuhkan.
Lewat lagu ini pula, unit ini menekankan anggapan ketimbang mengakhiri nyawa, mungkin mengecat rambut dengan warna-warna mencolok; yang dianggap sebagai pertanda seseorang mengalami sebuah fase menarik, dapat menjadi salah satu solusi.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?