Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Jika tidak ada waktu untuk ‘kabur’ sejenak dari kepenatan realita, mungkin ilusi saja sudah bisa cukup. Ilusi demi ilusi akan pelarian dari kenyataanlah yang disuguhkan oleh Monster Rally melalui 20 dentingan-dentingan singkat dalam Mystery Cove. Potongan-potongan ilusi akan sebuah liburan di pantai ini memang hanya berdurasi 1 hingga 3 menit lamanya, namun sudah cukup untuk membawa pendengarnya ‘terbang’ ke dalam mimpi yang indah.
Tiap lagu begitu kental dengan nuansa pantai yang tropikal, disertai dengan beberapa dentingan gitar yang begitu menggugah imajinasi, drum ringan, dan juga beberapa potongan vokal retro dari era 1940an hingga 1960an. Keindahan dari alunan-alunan singkat ini dilengkapi dengan karya seni yang layak mendapat perhatian lebih. Eksplorasi yang ditawarkan Feighan dalam Mystery Cove tidak hanya cukup untuk menggambarkan sebuah pelarian indah dalam benak para pendengarnya, namun juga menyulut sebuah sensasi seolah berada di tempat lain, di waktu yang lain. Kecanduan berlebih mungkin bisa mengantar kita termakan imajinasi dan mimpi yang terlalu indah.
Mystery Cove LP by Monster Rally
Melalui submisi open column, Dimas Adiprasetyo mempertanyakan mengenai posisi film dalam kemampuannya untuk menciptakan realita baru melalui ulasan mengenai salah satu film terbaik tahun 2015, The Lobster.
Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) akan kembali lagi digelar pada tanggal 25-29 Oktober 2017 di pusat kebudayaan Pulau Bali, Ubud. Sejak 2005, festival ini menjadi pusat untuk para pecinta sastra dan seni bertukar ide, berbagi kisah, dan mencari inspirasi. Pada tahun ini UWRF akan mengusung tema ‘Origins’, yang menurut Founder & Director UWRF, Janet DeNeefe, artinya adalah sebuah ajakan untuk memperluas toleransi dan empati tidak hanya kepada individu lainnya, namun juga kepada semesta alam.
Tema ‘Origins’ terinspirasi dari sebuah filosofi Hindu yang berbunyi ‘Sangkan Paraning Dumadi’, sebuah ajaran hidup mengenai asal dan tujuan manusia dan lingkaran kehidupan di mana tiap-tiap manusia akan berpulang ke asal mereka masing-masing. Lewat tema ini pula akan membentangkan tajuk-tajuk besar yang selama ini telah memengaruhi dan membentuk kehidupan kita, mulai dari politik hingga teknologi, dan lingkungan hingga spiritual.
UWRF 2017 sudah mengundang 160 individu yang terdiri dari seniman, penulis, musisi, jurnalis dan pecinta alam dari 30 negara yang berbeda untuk menjadi pembicara. Nama-nama besar pembentuk dunia sastra Indonesia seperti pujangga terkemuka Sutardji Calzoum Bachri, novelis Nh. Dini, sastrawan anak Murti Bunanta, serta jurnalis Seno Gumira Ajidarma dan Leila S. Chudori akan datang dan berbagi kisah kepada sesama penulis dan juga para pembaca. Sedangkan bintang-bintang sastra internasional yang juga dipastikan akan hadir di UWRF adalah Saroo Brierley, pria di balik memoar A Long Way Home yang diadaptasi menjadi sebuah film box office Hollywood berjudul Lion, Novelis kriminal paling terkenal di Britania Raya, Ian Rankin, Penulis otobiografi Wild Swans Jung Chang, Penulis pemenang penghargaan asal Kanada Madeleine Thien, serta bintang sastra muda Korea Han Yujoo.
Seniman asal Bandung, Bagus Pandega dikenal selalu menyisipkan waktu dalam konsep patung yang rigid melalui eksperimen suara hingga cahaya, sehingga membuat karyanya diakui secara internasional. Whiteboard Journal mewawancarainya untuk membahas elemen dalam karyanya dan perspektif seniman hari ini.
Rapper yang tidak pernah malu untuk berpendapat, M.I.A., tetap saja mengeluarkan materi baru walaupun album AIM yang rilis tahun lalu di isu-isukan sebagai penutup karirnya. Yang terbaru dari koleksi itu adalah “Load’ Em”, dimana sang baru saja mengeluarkan video musiknya di merchandise barunya, OHMNI. Pertama kali dibocorkan oleh Arulpragasam di sebuah siaran Periscope pada Januari 2017, ini adalah hasil kolaborasinya bersama artis dancehall asal Jamaica, Dexta Daps.
Sang sengaja merilis video musik “Load ‘Em” ke dalam terbarunya dengan niat sekalian memasarkan produk tersebut. Tidak tanggung-tanggung, di dalam video tersebut terlihat M.I.A. dan para penari latarnya tampil di atas panggung dengan menggunakan merchandise tersebut.
M.I.A. merilis merk merchandise dia pada awal Agustus, dan ini merupakan hasil kolaborasi sang bersama desainer asal Denmark, Astrid Andersen. Patut diakui bahwa OHMNI sangat menggambarkan seorang M.I.A., dari desainnya yang sangat berani, bahan-bahan yang organik, serta cara pembuatan yang Sang musisi mengakui bahwa merchandise ini akan terus dilanjutkan olehnya dengan cara pembuatan yang sama walaupun desainer yang dia ajak kolaborasi berbeda-beda, dan sepertinya ini akan menjadi fase baru dalam hidupnya.
Songs that are most likely played at Lilith Fair from 1997-1999
1. Tom's Diner by Suzanne Vega
2. Stay (I Missed You) by Lisa Loeb
3. Criminal by Fiona Apple
4. Angry Johnny by Poe
5. Carnival by Natalie Merchant
6. Give Me One Reason by Tracy Chapman
7. Damn I Wish I Was Your Lover by Sophie B Hawkins
8. Who Will Save Your Soul by Jewel
9. Bitch by Meredith Brooks
10. If It Makes You Happy by Sheryl Crow
11. Where Have All the Cowboys Gone by Paula Cole
12. Silent All These Years by Tori Amos
13. Sunny Came Home by Shawn Colvin
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?