Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Pada esainya ini, Iman Fattah menanggapi tulisan Ferri Ahrial tentang kemacetan di Jakarta. Bahwa kadang keadaan yang paling tidak menyenangkan sekalipun bisa menjadi inspirasi untuk karya baru ketika dipahami dengan semangat untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan dan kesenian.
Sebagian mengenalnya sebagai frontman penuh kharisma dari FSTVLST, publik luas mungkin tak sengaja juga mengenalinya melalui desain logo Kereta Api Indonesia, snack Maicih, hingga sederet kover album band lokal. Sebagian lainnya mengenalinya di ranah seni rupa kontemporer, termasuk pameran tunggal kelimanya yang bertajuk Too Poor For Pop Culture, Too Hungry For Contemporary. Whiteboard Journal menemui Farid Stevy Asta guna mengulas ketiga wilayah berkarya dan persinggahannya tersebut.
Setelah sekian lama menggodok novel yang telah membuatnya hilang dari peredaran, Yusi Avianto Pareanom merilis Raden Mandasia Si Pencuri Daging di bulan Maret lalu. Sontak banyak respons menarik mengenai dongeng yang ia angkat dengan humor ironis membuat pembacanya meringis kegirangan.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?