Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Sejak awal muncul di sekitaran akhir tahun 2015, Collapse langsung mencuri perhatian kami. Digawangi oleh Andika yang dikenal melalui permainan gitarnya di unit chaotic hardcore, ALICE, Collapse mengingatkan kami pada fenomena metalheads-turns-indie yang juga sedang populer di luar sana. Inilah salah satu alasan Collapse menjadi salah satu nama yang terselip di artikel 6 Musisi yang Layak Tunggu di 2016 yang kami tulis pada awal tahun ini.
Akhirnya, di bulan September ini, Collapse dijadwalkan akan merilis 5 lagu dengan nuansa indie-rock/alternative yang akan dikumpulkan dalam EP yang berjudul “Grief”. Di salah satu lagunya, diundang Alyuadi dari Heals untuk mengisi gitar. Dari preview videonya, terasa bahwa Collapse mengambil referensi dari rilisan Run for Cover Records. Jumat, 9 September 2016, akan dirilis single melalui youtube, dan pada 8 Oktober 2016, EP ini akan dirilis oleh Royal Yawns Records.
Sebagai Creative Director dari brand lokal IKYK, Anandia Putri membuat koleksi pakaian yang didasari dari kebutuhan pribadi, lalu berkembang menjadi sebuah brand fashion yang telah membawa namanya ke berbagai negara. Whiteboard Journal berkesempatan berbincang untuk membahas Islamic fashion dan tren tahun 70-an yang menjadi inspirasi baginya.
Tidak perlu berpikir panjang untuk mengingat kapan terakhir kali menonton Efek Rumah Kaca (ERK) dengan formasi lengkap. Sekitar bulan Februari atau Maret 2016, malam itu Jaya Pub penuh sesak dengan lautan manusia yang datang dari beragam kelas untuk menyaksikan ERK dengan materi dari album baru dan nomor-nomor lawas mereka. Sejak sang vokalis, Cholil Mahmud, memutuskan untuk meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi di negeri seberang, sosoknya yang selalu bergairah untuk menyampaikan pesan lewat lirik kuat, semakin dirindukan oleh penggemar setianya. Setelah menunggu tanpa tanggal pasti kapan Cholil akan berpulang ke Jakarta, kabar baik yang mendebarkan datang ketika mendengar berita bahwa ia pulang untuk tampil bersama ERK di festival musik Indonesia terbesar di Pulau Dewata beberapa hari lalu.
Melihat momen langka ini, RURUradio berinisiatif untuk mengelar sebuah konser mendadak yang dibuat khusus untuk menyambut kedatangan Cholil kepada para penggemar yang tidak sempat menyaksikan mereka di Bali. Memang sesuatu yang patut dirayakan mengingat vokal dan presensi Cholil bersama ERK yang selalu membius semua orang. Mengingat ini merupakan penampilan terakhirnya sebelum berangkat kembali ke Amerika Serikat esok hari, nampaknya jika melewatkan konser ini, kita harus kembali menjalani hubungan platonis dengan unit ini dan hanya bisa menunggu dalam ketidak pastian akan kepulangan Cholil, selama entah berapa lama.
Senin, 5 September
20:00
Gudang Sarinah
Pancoran, Jakarta
Tiket masuk RP 50.000 mulai dapat dibeli dari pukul 19.00.
Menjadi yang terbaik memerlukan perjuangan. Penghargaan menjadi salah satu stimulan penting dalam jalannya perjuangan ini. Selain hadir untuk menantang bakat yang ada, Go Ahead Challenge adalah tempat dimana perjuangan mengejar kreativitas bersatu dengan penghargaan yang sepadan.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?