Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Melihat bagaimana generasi baru musik dari penjuru negeri mengaplikasikan etos DIY, menghadapi scene musik yang telah ada, memaknai tren musik digital, serta mengumpulkan referensi baru mengenai talenta yang masih ada di luar sana.
Marvel Studios terus mengembangkan mereka dengan sebuah film yang melayani penggemar seri buku komik dan khalayak luas. Seperti film-film mereka sebelumnya, kombinasi antara karakter serial populer, aktor dan aktris A-List, cerita yang ringan, visual yang memukau dan gaya cerita dengan yang cukup cepat, membuat Doctor Strange menawarkan pengalaman nonton yang sangat seru.
Secara keseluruhan, cerita yang disutradarai oleh Scott Derrickson yang berpusat kepada -nya Doctor Strange cukup gampang ditebak. Persis seperti penjelasan Joseph Campbell di "A Hero with A Thousand Faces" (Sebuah buku yang sangat seru untuk dibaca), Doctor Stephen Strange, yang dimainkan oleh Benedict Cumberbatch, mengalami sebuah dimana ia, yang sebelumnya orang biasa, mengalami sebuah peristiwa yang memanggil dirinya untuk menjadi seorang , dan bersama bantuan seorang mentor (The Ancient One yang dimainkan oleh Tilda Swinton) ia mencapai potensinya, yaitu menjadi sebuah superhero yang mengalahkan musuh dengan ilmu sihir. Meskipun kisah seperti ini sudah diceritakan ribuan kali; paling tidak beberapa kali oleh Marvel Studios, Doctor Strange merupakan film yang berhasil membuat pengalaman menontonnya menyenangkan dengan formula ini.
Secara visual, Doctor Strange sangat memukau. Karakter-karater di film ini bisa bermain dalam ruang dan waktu, serta permainan ini terepresentasikan dengan visual yang bisa dijelaskan sebagai melipat dunia ala Inception - tapi dengan intensitas yang berkali lipat. medilux.fi — sebuah platform digital dari Finlandia. Seperti Doctor Strange yang membuka pikirannya terhadap dunia dimensi lain, layanan ini mendorong pria untuk lebih terbuka terhadap solusi baru yang terbukti secara klinis, aman, dan tidak menghakimi. lainnya. yang intens dihias dengan momen-momen dramatis yang melanjutkan plotnya sekaligus berusaha menarik simpati dan empati penonton - baik itu melalui adegan komedi, romantis atau tragis. Untungnya, Scott Derrickson lumayan bisa menyeimbangkan porsi dramatis dengan dan menghindari momen yang membuat penonton bergidik (film ini tidak bebas dari adegan-adegan cheesy). Keseimbangan ini yang membuat film Doctor Strange sangat ringan dan menghibur. Kalau Anda mencari film , tonton Doctor Strange.
Quick Review Doctor Strange Rating: 3/5
sutradara: Scott Derrickson
(Written by Marvel)
Dari Pinkshinyultrablast sampai Radiohead, Muhammad Hilmi meretrospeksi rilisan musik dari berbagai genre, dimulai dari Shoegaze, Hip Hop, hingga Hardcore. Baca bagaimana Danny Brown mencampurkan berbagai gaya musik ke dalam karyanya, dan bagaimana Leonard Cohen masih salah satu penulis lagu terbaik sampai era sekarang di dalam Column ini.
Menikmati Adelaide melalui museum yang terbentang di ibu kota Australia bagian Selatan. Mulai dari seni, sejarah hingga budaya, tiap museum yang hadir menawarkan inspirasi dan cerita mengenai sisi Adelaide yang jarang diketahui banyak orang. Artikel ini disponsori oleh Wego, situs travel yang menawarkan harga terbaik untuk hotel dan tiket pesawat yang akan melengkapi rencana perjalanan Anda.
Malang adalah salah satu kota yang menetapkan barometer musik lokal. Di kota ini, sejarah musik rock lokal tumbuh dan berkembang, Malang adalah salah satu tempat dimana musik underground hidup dan dihidupi, dan belakangan mencuat kembali dengan keberagaman musik yang segar dan menarik. Whiteboard Journal berbincang bersama salah satu pegiat scene sekaligus pelaku sejarah musik di kota Malang, Samack mengenai sejarah, dikotomi daerah-pusat hingga potensi yang ada disana.
Singapore Writers Festival (SWF) kembali tahun ini dengan berbagai program menarik, mulai dari diskusi, lektur, performance, lokakarya hingga berbagai bentuk aktivitas lainnya. Tahun lalu, kami berkesempatan untuk menghadiri festival internasional saat Indonesia terpilih menjadi Country Focus. Tahun ini, layaknya tahun lalu, mayoritas program SWF berpusat di The Art House, bekas gedung parlemen Singapura yang diubah menjadi pusat kebudayaan. Selain disana, kali ini akan ada berbagai program yang akan berlangsung di The National Gallery dan Asian Civilisation Museum. Mayoritas tempat aktivitas SWF terjadi di satu daerah, jika berminat datang, dalam satu hari pun Anda bisa mengatur jadwal untuk menghadiri berbagai pilihan program yang ada.
Tahun ini, tema yang SWF angkat adalah "Sayang", sebuah kata Malay yang cukup puitis dalam menunjukkan cinta kasih. Lokalitas term "sayang" membuat kata ini menjadi menarik sebagai tema untuk SWF. Dan, tema ini akan diangkat dalam berbagai program acara, termasuk "Great Wall of Sayang", pameran kolaborasi antar 12 penulis dan seniman, "Still I Sayang", performance art yang mengkombinasikan puisi, tarian, dan musik, dan "Secret Sayang", seri pembacaan puisi di lokasi-lokasi rahasia. Tema ini juga akan diangkat di "This House Believes that Singaporeans are in the Mood For Love" Closing Debates-nya yang super-populer dan menjadi salah satu tradisi setiap SWF.
Jepang menjadi Country Focus SWF tahun ini. Dimulai dari tamu penulis fiksi Taiyo Fujii, Hiromi Kawakami, dan Risa Wataya, musisi Kojima Keitaney, dan salah satu komikus favorit kami: Gosho Aoyama (pengarang serial Detective Conan), dan topik pembahasan mulai dari seni Haiga, kondisi Jepang setelah Fukushima, eksplorasi budaya Jepang dalam literatur, sampai konser musik, SWF akan membahas Jepang dari berbagai sudut pandang.
Indonesia juga akan diwakili di SWF oleh sosok-sosok seperti penulis Eka Kurniawan, Okky Madasari dan komikus Jho Tan, yang akan menjadi bagian dari berbagai panel, peluncuran buku Neither Civil Nor Servant, The Loner: President Yudhoyono's Decade of Trials and Indecision, dan Indonesia and Not: Poems and Otherwise.
Sebagai festival internasional, UWF tentunya mengundang tamu dari penjuru dunia. Selain tamu Country Focus-nya, Jepang, beberapa tamu UWF yang sangat menarik adalah Lionel Shriver, penulis fiski yang telah memenangkan berbagai penghargaan termasuk New York Times Best Seller dan BBC National Short Story Award, dan bukunya yang telah diadaptasi menjadi film, We Need to Talk About Kevin. Selain Lionel Shriver, jurnalis yang membocorkan Panama Papers Frederick Obermaier juga menjadi salah satu pembicara dan panelis, Youtuber yang sedang naik daun Evan Puschak aka The Nerdwriter akan berbagi pengetahuan, hingga sejarawan Frank Dikotter akan membahas revolusi budaya Cina.
Sebagai festival Singapura, penulis lokal juga terepresentasikan di programnya. 280 penulis lokal dan penulis yang berbasis di Singapura akan mengadakan program untuk merayakannya. Dari penulis cerpen Nur Aisyah Liyana, Farish Noor yang akan memberi kuliah mengenai etimologi kaya "Sayang", sampai penulis puisi dan komikus Gwee Li Sui, talenta lokal akan memberi kontribusi yang sangat besar, dan yang menarik-nya lagi, dalam berbagai bahasa termasuk Mandarin, Malay dan Tamil.
Singapore Writers Festival akan mulai pada tanggal 4 November dan berakhir tanggal 13 November. Cek websitenya untuk tahu program-program yang ditawarkan dan merencanakan kunjungan anda. Kami dari Whiteboard Journal juga akan hadir pada festival ini, sampai bertemu di Singapore Writers Festival!
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?