Latest stories

Column
22.12.16

Insya Allah

Di submisi Open Column-nya, Intan Zariska Daniyanti menulis mengenai frase "Insya Allah." Apa asal usul frase ini? Seperti apa pemakaian sehari-harinya? Baca mengenai arti dan pemakaiannya pada artikel ini.

Art
21.12.16

Rantai Hidup Kesenian bersama Heri Pemad

Heri Pemad adalah salah satu motor penggerak kancah seni rupa Indonesia yang berkecimpung di bidang art management. Bersama Heri Pemad Art Management, ia secara konsisten menghelat pameran seni rupa kontemporer akbar berskala internasional yang sudah berlangsung selama 9 tahun (sebelumnya bernama Jogja Art Fair). Whiteboard Journal berkesempatan untuk berbincang dengan Heri Pemad perihal kondisi seni rupa dan infrastrukturnya di Indonesia, serta kelangsungan Art Jog mendatang.

Bamboo Twist
20.12.16

Decembelectric

Desembelectric to zing your mood! Listen to this mixtape on Whiteboard Journal's Mixcloud Page! 01. Sofi Tukker - Hey Lion 02. The Swiss - Bubble Bath 03. Neon Indian - Annie 04. Farah - Dancing Girls 05. Larry Gus - The Night Patrols (A Man Asleep) 06. L'Impératrice - Vanille Fraise 07. M.A.K.U SoundSystem - De Barrio 08. Jain - Makeba 09. Cecilio.G (Ft. Pimp Flaco y Kinder Malo a.k.a B.A.D.Barto) - Ferrari Negro 10. Bonde Do Role - Marina Gasolina 11. Akon & Hamsika Iyer - Chammak Challo

19.12.16

Teknologi untuk Resolusi Akhir Tahun

Perkembangan teknologi telah merambah keseharian tiap orang dengan banyaknya akses yang tersedia dalam sekali klik. Bekerja sama dengan Samsung Galaxy On7 , tulisan ini mengulas mengenai bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi yang tepat untuk resolusi akhir tahun.

17.12.16

Potret Kota Jakarta oleh Vincent Moon

OK. Video - Indonesia Media Arts Festival adalah penyelenggara festival seni media dua tahunan sejak tahun 2003, juga merupakan salah satu divisi dari ruangrupa yang kini tergabung di dalam wadah seni dan budaya Gudang Sarinah Ekosistem sejak tahun 2015. Selain berperan dalam menjalankan sebuah Festival Seni Media dan Festival Video Musik, OK. Video juga melakukan aktivitas seperti membuat lokakarya seni media di kota-kota Indonesia, produksi dan distribusi karya seni media Indonesia, serta mengelola dan penyimpanan bagi karya-karya tersebut Tahun 2016 ini OK. Video merilis subfestival yang berfokus pada karya-karya video musik yang diberi nama Festival MuVi Party. Nama festival ini diambil dari sebuah video musik yang dilakukan oleh ruangrupa di tahun 2002 yang melibatkan seniman, mahasiswa, dan sutradara film di Indonesia untuk menemukan bahasa visual alternatif dalam produksi video musik Indonesia. Menampilkan sekitar 250 video musik di dalam sebuah pameran dan penayangan yang diperoleh dari sistem aplikasi terbuka pada Oktober-November 2016. Festival MuVi Party dihadirkan sebagai upaya untuk melacak, melihat, dan mengukur perkembangan terkini dari karya video musik yang tumbuh beriringan dengan perkembangan musik digital dan teknologi audio-visual di masyarakat. Yang menarik lainnya pada gelaran perdana MuVi Party, setelah 5 tahun, akhirnya pada tahun 2016 ini independen asal Perancis yang dulu diundang untuk berpartisipasi dalam OK. Video Festival 2011, menyelesaikan sebuah proyek tentang kota Jakarta yang dikerjakannya bersama ruangrupa. Setelah proses selama 8 hari di Jakarta, Vincent Moon sempat menetap di Indonesia selama 2 bulan dan mengisinya dengan berkeliling Pulau Jawa, Sulawesi, Bali dan kembali lagi ke Jakarta untuk mencoba menyelesaikan kerja editing dari proyek tersebut. Tidak hanya melibatkan ruangrupa, Vincent Moon juga menggandeng para muda untuk mendiskusikan hasil editing proyeknya yang diberi nama JAKARTA JAKARTA! Potret kota Jakarta yang coba divisualisasikan oleh Vincent lewat filmnya kali ini menampilkan deretan musisi seperti Sore, White Shoes & Couples Company, Morfem, The Trees and The Wild, Senyawa, Marjinal, Zeke Khaseli, Terbujur Kaku, Keroncong Tugu Cafrinho, dan lainnya. Nama-nama ini dirasa bisa mengilustrasikan bagaimana kota Jakarta dengan segala keberagamannya. Pemutaran Perdana JAKARTA JAKARTA! akan ditayangkan di ruang terbuka ala layar tancap Gratis dan Terbuka Untuk Umum. Pemutaran Perdana JAKARTA JAKARTA! Sebuah karya film oleh Vincent Moon Diproduksi oleh Vincent Moon dan ruangrupa MuVi Party 2016 Sabtu, 17 Desember 2016 19:00 Gudang Sarinah Ekosistem Jl. Pancoran Timur 2 No. 4 Jakarta

16.12.16

Menghilangkan Ekspektasi, Menelaah Film di Movie Mystery Club

Setelah lama vakum selama beberapa tahun, Movie Mystery Club hadir kembali di tempat berbeda dari biasanya. Kali ini menggunakan ruang di Ruci’s Joint, pemutaran ini mengajak orang-orang untuk merasakan pengalaman menonton film, tanpa tahu film apa yang akan diputar. Bekerja sama dengan khusus film dari Qubicle, Slate, kali ini seleksi film yang didapat dari kolektif menghadirkan 2 film pendek lokal dan 6 film pendek yang mendapat penghargaan Jury Prize dari Sundance Film Festival 2015. Absurditas dan rasa kemanusiaan menjadi tema yang dapat ditarik dari seleksi film kemarin. Dibuka dengan film pendek dari Slate berjudul “The Hotel’s Water,” atmosfer pemutaran dibuat absurd melalui jalan cerita seorang pembersih kamar di sebuah hotel yang menemukan seorang perempuan terlelap, namun tidak bergerak saat diganggu. Setelah dipertunjukkan aksi tidak biasa dari sang pembersih kamar, penonton dihadapkan dengan penyebab sang perempuan terlelap, yakni air yang disediakan di samping tempat tidur. Tak cukup dengan pembuka yang membuat penonton bingung, deretan film pemenang Jury Prize Sundance Film Festival 2015, “SMILF” hadir dengan daya kejut tidak kalah tinggi. Jika, isu mengenai umur dan perempuan menjadi Anda, film ini memberikan tamparan cukup pedas kepada mereka yang senang menghakimi dan tidak memahami fase hidup yang dialami perempuan. Dengan dialog padat, film karya Frankie Shaw ini memiliki banyak alasan mengapa bisa memenangkan Jury Prize Sundance Film Festival 2015. Dilanjutkan dengan “Obiekt,” narasi atau dialog yang nihil di sini. Fokus pada visualisasi dan yang timbul setelah menontonnya, film dokumenter ini hadir dengan cerita penyelamatan seorang penyelam dengan 2 sudut pandang. Sebagai film debut Paulina Skibinska, penonton diajak untuk memperhatikan emosi dan pesan yang disampaikan dari raut wajah dan situasi yang ditangkap kamera. Setelah dibuat dengan dan cerita film sebelumnya, animasi dari Paul Cabon “Storm Hits Jacket” menampilkan petualangan 2 orang peneliti dan konsep masa depan dibalut warna mencolok. Penonton kemudian diajak mengikuti ritme pemutaran film, ketika “Oh Lucy!” diputar. Menggambarkan isu kultur, Atsuko Hirayanagi memotret hidden desires pada seseorang yang hadir dengan konsekuensi besar. Varian dari Jury Prize dari Sundance Film Festival 2015 pun hadir dari Ukraina dengan “The Face of Ukraine: Casting Oksana Baiul.” Mengangkat sosok idola Oksana Baiul - atlet -, sang sutradara; Kitty Green, menjahit deretan tanpa menambahkan komentar untuk memberikan emosi yang ada dalam ruang Mengangkat premis sederhana, film ini mengeksplorasi perempuan dan perubahan sosial di negara konflik. Film selanjutnya datang dari Don Hertzfeldt yang dikenal berkat animasi “World of Tomorrow” menjadi film dengan durasi terlama pada Movie Mystery Club kali ini. Menghadirkan genre sci-fi, animasi ini menjelaskan keindahan semesta dan kegagalan manusia dalam mengantisipasi perang yang ada di dunia. Absurditas malam itupun ditutup dengan film dari Edwin, “Hulahoop Sounding,” penonton dihadapkan dengan kata-kata vulgar yang mengisi tiap Tidak hanya inti cerita yang unik, simbol dan gestur yang melengkapi film ini menjadi alasan mengapa beberapa orang tersipu malu ketika menontonnya. Dalam rangka menawarkan konsep alternatif akan ritual menonton film, Movie Mystery Club hadir dengan seleksi film unik yang mampu melebihi ekspektasi. Hadir dengan varian genre, Movie Mystery Club akan digelar tiap bulan untuk membawa penonton ke dalam pengalaman yang menyenangkan. Sampai Jumpa di Movie Mystery Club yang akan datang!

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.