Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Melalui submisi Open Column, Irina Chatarina menuliskan mengenai pengalamannya dengan lagu "Moon River" yang merupakan soundtrack dari film "Breakfast at Tiffany's". Ia bercerita mengenai bagaimana berbagai versi dari lagu tersebut memiliki satu nuansa yang sama: indah.
Ada gaya hidup baru dalam bagaimana kita terus berkarya di era di mana kita dituntut untuk terus mobile. Bekerja sama dengan Samsung Gear S3, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan dalam menyambut dan menjalani aktivitas sebagai urban activist.
Sejak 2010 lalu, Frontman Weezer, Rivers Cuomo bersama frontman Allister, Scott Murphy tergabung dalam sebuah proyek musik yang menulis semua lagunya dengan bahasa Jepang. Mereka merilis album pertamanya di tahun 2012 dengan nama ‘Scott & Rivers’ yang berisi 11 lagu original dan 1 lagu cover Kaela Kimura. Sempat dianggap sebagai proyek iseng untuk sekadar tampil mewarnai musik Pop Jepang, kini mereka akan kembali merilis album.
Album yang diberi judulニマイメ (Nimaime) akan dirilis terbatas di Jepang. Album ini berisi 12 lagu dan menggaet beberapa musisi Jepang seperti Uezu Kiyasaku dari grup musik pop-punk Mongol800. Sempat dipertemukan lewat Universal Music Group dan merilis albumnya lewat label itu, kini mereka merilisnya dengan Sony Music Japan.
Album kedua ini membuktikan mereka tidak sekadar tampil iseng menulis musik berbahasa Jepang. Dilatarbelakangi oleh ikatan masing-masing pada negeri sakura itu, proyek ini menjadi cerminan persembahan mereka untuk kultur musik populer Jepang yang apresiatif. Dua lagu teaser albumnya dapat didengarkan di laman Pitchfork berikut.
Elia Nurvista adalah seniman asal Yogyakarta yang banyak mengekplorasi tema makanan dalam karyanya. Whiteboard berbicara dengannya mengenai perempuan, komodifikasi dan apa yang hilang jika kita hanya melihat makanan sebagai praktek konsumsi.
Setelah merilis ulang album Starlit Carousel milik Frau di tahun 2015, Nirmana Records merilis album Greatest Pledge Articles dari grup musik punk asal Yogyakarta, DOM 65. Album yang sebelumnya telah dirilis tahun 2005 ini akan dirilis ulang menjadi 2 keping piringan hitam yang berisi 8 lagu original ditambah 3 lagu demo rekaman yang hampir terhapus keberadaannya. Rencananya album tersebut akan disebar dengan jumlah yang amat terbatas pada Records Store Day tanggal 22 April 2017.
Album Greatest Pledge Articles adalah warisan subkultur punk Jogja yang berharga. Dirilis 10 tahun lalu, album ini menyandingkan DOM 65 dengan nama-nama penting semisal Marjinal dan Homicide yang tengah mewarnai skena musik bawah tanah loakl. Ketika musik punk tradisional melakukan retrospeksi ke tahun ‘90 atau ‘80-an, DOM 65 memilih berkembang.
Musik punk yang DOM 65 sajikan mempertahankan muatan kritik pada taraf keseharian. Balutan lirik berbahasa Inggris yang fasih dengan metafora yang simbolis menjadikan slogan anti kemapanan yang biasa digaungkan subkultur punk dibalut dengan eksplorasi musik yang genap.
Nirmana Records
Wirosaban Barat no 3
Kelurahan Sorosutan Kecamatan Umbulharjo
Yogyakarta 55162
Telp +6285643009700
f: Nirmana Records
t: @nirmanarecs
i: @nirmanarecs
Episode Loka Suara kali ini berisikan lagu-lagu bergenre punk-rock, hardcore hingga metal yang dirilis di akhir 2016 dan awal 2017.
Tracklist:
01. Vague - Sajak Pucat Pasi
02. Rekah - Belajar Tenggelam
03. Take This Life - 08032014
04. Lose It All - Menyayat Lembah Lemuria
05. Hurt'em - Deceit/Patronage
06. Final Attack - Dear Life(feat. Yagi Jayagiri)
07. Piston - Titik Nol
08. Kelelawar Malam - Merapi
09. Berbahaya - Balada Berbahaya
10. Mooner - Ingkar
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?