Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Sebuah hiburan dengan segelintir nama musisi yang pastinya sudah tidak asing lagi, Folk Music Festival kembali hadir. Menginjak tahun ketiganya, festival ini menawarkan suasana hiburan baru di Malang, tepatnya di Kusuma Agrowisata, Batu. Diisi dengan nama-nama seperti Payung Teduh, Danilla, Float, Silampukau, Stars and Rabbit, Monita Tahalea, Bin Idris dan masih banyak lagi, Folk Music Festival kali ini menjanjikan sebuah ajang untuk menikmati karya lokal dengan beragam karakter.
Folk Music Festival 2017
Sabtu, 15 Juli 2017
10:00 - 24:00
Kusuma Agrowisata
Jl. Abdul Gani Atas, Batu
HTM IDR 150.000
Meski perlu direkognisi karya aslinya, namun lagu—sama seperti karya seni lainnya—tentu bisa menjadi subjek reinterpretasi oleh banyak pihak. Bukan berarti pemaknaan menjadi dihilangkan, dan ‘kementahan’ awal menjadi tidak relevan, namun interpretasi semata-mata menjadi bentuk baru dengan pemberian ‘nyawa’ berbeda bagi karya. Interpretasi juga bisa dilihat sebagai lahirnya kembali sebuah karya yang diberi hembusan angin segar baru.
Leisure memperkenalkan sebuah remix dari "U and Me" oleh M.I.L.K., di mana jika sebelumnya M.I.L.K. menyajikan U and Me dengan dentingan drum yang lebih jelas, dengan nada groove yang mungkin mengubah suasana seolah kembali ke era 70an. Dengan tetap mempertahankan suasana 70an tersebut, Leisure menyulap "U and Me" dengan alunan lebih halus dan r&b. Meski begitu, emosi dan jiwa dari lagu tersebut tetap menghadirkan konsep dan vibes retro yang menyegarkan, sehingga pemaknaan baru dari lagu ini tidak akan meninggalkan kesan ‘kehilangan.’
Bersama Nusae yang masih terhitung relatif muda, Andi Rahmat telah mengerjakan beberapa proyek desain untuk Kota Bandung. Whiteboard Journal berbincang dengannya mengenai esensi desain, perbedaan kultur Jakarta - Bandung hingga konsep desain yang terintegrasi.
A symbol of new talents, perspectives, and definitely a new scene, Russia’s ‘dawn’ of skateboarding named Paccbet ventures out to California. In this search for freedom and inspiration, new vibes for Paccbet’s creative endeavors, California’s urban skateboarding landscapes definitely didn’t disappoint, as a collaborative film was shot with peers from the American skate-scene.
Paccbet itself may be seen as a realization of how urban sports such as skateboarding doesn’t stray far from the search of creativity and inspiration. With its aim to grow past borders, perhaps its apparent aim to turn the world into its very own playground through the search of endless new scenes shows just how inspiration comes from the present, not the past. And perhaps this is the way Paccbet as an urban community evolves itself and fusions with its own definition of creativity.
First mixtape after vacation! What do we have in store? Everything from Marcy Me from Hov's great new album, to the always head-spinning music of GoGo Penguin! Enjoy!
01. Moondog - Do Your Thing
02. Jay-Z - Marcy Me
03. Domenique Dumont - Comme Ca
04. Carseat Headrest - Fill in the Blanks
05. Chicago Underground Quartet - Tunnel Chrome
06. Crumb - Locket
07. M.Ward - Green River
08. Daphni - Face to Face
09. The Legend of Zelda Link to the Past - Intro
10. Razika - vondt i hjertet
11. Kevin Morby - Beautiful Strangers
12. GoGo Penguin - Garden Dog Barbecue
13. Charlotte Dos Santos - Red Clay
Rilisan tahun 2013 karya Mouly Surya ini memang benar-benar mengeksplorasi hal-hal yang tidak dibicarakan ketika membicarakan cinta. Mungkin sudah biasa jika melihat film-film bertemakan romansa yang menggambarkan indahnya maupun sakit hati atas kandasnya jatuh cinta, berpacaran, menikah, , dan tipikal-tipikal sudut pandang romansa lainnya. Karya Mouly satu ini memang patut diacungi jempol atas keberaniannya memasuki ‘dunia’ baru akan romansa lewat penggambarannya (yang terkadang cukup eksplisit) tentang dinamika percintaan yang unik.
Dengan mengisahkan kehidupan pribadi sehari-hari beberapa individu yang tunanetra, Mouly melalui What They Don't Talk About When They Talk About Love mencoba menunjukkan sisi-sisi dari percintaan yang mungkin menjadi kurang nyaman atau kurang konvensional untuk dibahas. Mouly menampilkan realita dan hal-hal di balik layar lainnya yang biasanya menjadi tersembunyi ketika menyajikan romansa yang ditujukan untuk sekadar menghibur. Selain itu, ia juga menunjukkan adanya hal-hal yang mungkin berada diluar batas pengertian banyak orang tentang apa itu cinta dan romansa, bahwa mungkin ada bentuk-bentuk cinta lainnya yang tidak diduga ada.
What They Don't Talk About When They Talk About Love (2013)
Sutradara: Mouly Surya
Sinopsis: Berkisah tentang beberapa individu tunanetra dalam suatu institusi sekolah dan perjalanannya masing-masing baik dalam mengejar kedewasaan, mimpi, maupun keinginan untuk dicintai.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?