Latest stories

11.08.17

Gimme 5: Glen Nanlohy

Jika biasanya saat bertemu seorang DJ atau Music Director, pertanyaan yang disiapkan adalah tentang referensi lagu, kali ini bersama Glen Nanlohy ada baiknya kami menanyakan soal makanan. Alasannya sederhana - setidaknya bagi mereka yang mengenalnya lebih jauh - karena Glen suka sekali mencoba dan mencari makanan terbaik, namun tidak harus mahal. Baginya, makanan yang nikmat adalah makanan yang bisa dibilang underrated dan apa adanya. Berikut adalah 5 spot kuliner alias “happy 5” versi Glen yang tersebar dari Tokyo hingga Glodok. Tapi maaf tidak ada visual makanannya, jadi silahkan dibayangkan dari komentar Glen yang bisa dipercaya. Ini enak banget sih hahahahah. Mau bilang apa ya, saja: E N A K ! Lokasinya agak di , yakni Otsuka area, dekat Stasiun Otsuka. Karena ada di area, jadi agak carinya sih dan di dalamnya cuma muat mungkin 10 orang aja. Jadi, di luar antrenya panjang banget (tertawa). Alamat: 2-34-4 Minami Otsuka | SKY Minamiotsuka, Toshima Ini juga enak banget. Sebenarnya saya lebih suka ini daripada Nakiryu. Cuma ini susah sekali mencarinya (tertawa). Ini Black Sesame Ramen yang pernah saya coba. Alamat: 1-17-12 Chuo-cho, Meguro-ku, Tokyo 152-0001 Ini bebeknya enak banget. Kalo ke sini pesannya Roasted Goose + barbecue pork on top. Jadi bentuknya seperti bebek, lagi ditomprok sapi (kaki pendek) (tertawa). Alamat: 32-40 Wellington St, Central Hong Kong Dagingnya bersih semua, seporsinya banyak banget isinya, dan jangan lupa minta ekstra sum sum (bagi yang suka). Tempatnya banget, jadi yang madam-madam pakai sepatu hak tinggi, lebih baik tidak usah ke sini deh. Alamat: Jl. Pancoran, Gang Gloria No.12A, Glodok,, Tamansari, Jakarta Cuma lokasinya di Sanur, bukan di keramaian Seminyak dan sekitarnya (which makes it good). Makanannya sederhana tapi enak semua. Antrean buka dari jam 8 pagi, jadi, kalau kesiangan ya aja. Jangan lupa minta ekstra kulit ayam! Alamat: Jl. Segara Ayu, Sanur, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80227

Soundclass
11.08.17

Kleting (KLÉ)

If you are familiar with Indonesia's fashion world then KLE' is probably a brand whose name rings a bell. Established in 2009, the brand quickly made its presence known in the independent fashion landscape, as well as its founder and designer: Kleting Titis Wigati. A friend of our host Bergas, the Milan-educated Kleting paid a visit to Whiteboard Journal's HQ in Jakarta to  share some of her favorite songs. Passionate about music, she originally prepared 14 songs for this episode, but narrowed it down to 7. Enjoy the stories behind the selected songs, and find out more about Kleting and KLE' in this episode of Soundclass. Enjoy! 01. Bjork - Possibly Maybe 02. Weezer - The Good Life 03. Luomo - Tessio 04. The Sundays - I Feel 05. Sara Vaughan - It's De Lovely 06. Vanessa Paradis - Sunday Mondays 07. Bjork - There's More To Life Than This

10.08.17

Kesempatan Pertama Mengintip The Snowman

Bagi penyuka hiburan layar lebar yang memicu sensasi pembuat jantung berdebar kencang alias thriller, mungkin judul yang satu ini bisa ditambahkan ke dalam daftar tontonan tahun ini. Video trailer pertama dari film thriller, horror dan misteri arahan Tomas Alfredson ini akhirnya rilis, yang menampilkan potongan-potongan adegan pertama dari kisah pembunuh berantai yang berasal dari novel ternama karya Jo Nesbo ini. Menampilkan sederet talenta yang tidak kalah ternama seperti Michael Fassbender, Rebecca Ferguson, J. K. Simmons, dan beberapa nama lainnya dan akan dirilis pada 13 Oktober mendatang, barangkali yang terbaru dari Alfredson ini bisa diantisipasikan sebagai thriller dengan sinopsis yang walaupun bisa disebut klise, mungkin akan menampilkan angle dan perspektif baru yang segar dan layak untuk dinantikan, khususnya bagi yang selalu merasa membutuhkan ‘cemilan’ baru untuk memuaskan kebutuhannya akan hiburan yang memicu adrenalin.

Column
10.08.17

Musik Bisa Dipasarkan

Pada column-nya kali ini, Muhammad Hilmi menuliskan mengenai bagaimana pergerakan di Indonesia sekarang bisa menjadi antitesis bagi berita buruk mengenai musik.

09.08.17

Kreasi Melayang di Tanah Lombok

Ialah seorang arsitek lokal dengan nama Budi Pradono yang menghiasi sebuah bukit di Lombok dengan kontainer melayangnya di atas sebuah rumah mewah. Disebut sebagai Clay House atau juga sebagai Seven Havens Residence, kreasi Budi memang dapat dipandang sebagai sebuah pencakar langit yang justru tidak berkonotasi negatif selayaknya sebuah pengganggu pemandangan, melainkan sebagai sebuah perwujudan seni yang menjadi sebuah penarik perhatian di antara lahan hijau sekitarnya. Dengan harapan akan memembantu menonjolkan daerah sekitarnya yang masih berkembang, ikonisasi dari Seven Havens Residence memang perlu digarisbawahi usahanya, mulai dari penggunaan kontainer barang setinggi 2.2 meter yang berasal dari pelabuhan pulau tetangga, tanah liat pada dinding yang diambil hanya 20 km dari lokasi dan diolah dengan keterampilan tenaga lokal, serta bambu yang telah dipreservasi sedemikian baiknya untuk menghias interiornya. Masih banyak lagi material lainnya yang menghiasi tiap sudut rumah, yang jika diusut satu per satu asal dan tujuannya mungkin hanya akan membuat terkesima akan kemampuannya menyempurnakan Seven Havens Residence yang arsitekturnya mendekati kata “sempurna.” Sebuah ikon yang memang berupaya untuk mengikutsertakan unsur lokal sekitarnya dalam aktualisasinya menjadi sebuah penarik perhatian yang lagi-lagi demi menyorot daerah sekitarnya. Kreasi terkini Budi memang tidak sembarangan dalam menjunjung tinggi nilai lokal.

09.08.17

Inisiasi Diskusi dari Saturasi

Sepuluh tahun terakhir, ada perkembangan menyenangkan di dunia desain lokal. Di kampus-kampus, Desain Komunikasi Visual menjadi jurusan favorit, semakin banyak pula gagasan-gagasan baru dari ranah desain yang membuka pintu baru di industri kreatif Indonesia. Buktinya bisa dilihat pada eksibisi “Seek A Seek” yang memamerkan potensi desain lokal, juga bermunculannya studio desain yang tersebar di penjuru bangsa, masing-masing dengan karakter tersendirinya. Nusae adalah salah satu bagian dari movement ini. Melalui karyanya, Andi Rahmat dan kawan-kawan telah mewarnai perkembangan praktek desain di Indonesia. “Saturasi” adalah karya terbaru dari Nusae yang bertujuan untuk memicu diskusi sekaligus mengembangkan kajian desain lokal. Datang dalam bentuk publikasi zine yang terbit 4 bulanan, Saturasi berupaya untuk menghadirkan wacana dan gagasan yang memperkaya khasanah visual lokal. Di edisi pertamanya, Saturasi berbicara tentang “Ruang” dalam bentuk esai pendek tentang fundamental desain dari Josef Muller-Brockmann, ruang alternatif dari Hiroshi Fujiwara hingga interview bersama Aswin Sadha - inisiator Thinking Form. Saturasi edisi pertama dibagikan secara gratis dan bisa didapatkan di beberapa tempat berikut: Dia.Lo.Gue Artspace, Sunset Limited, Footurama, dan Kopi Manyar. Ikuti Saturasi untuk mendapat info terkini mengenai kajian desain.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.