Latest stories

25.08.17

Protes Galih Melalui “Tanahku Tidak Dijual”

Menjadi politikal di jaman seperti sekarang ini adalah pilihan yang masuk akal. Di antara tarik menarik polar kiri dan kanan yang tak sehat, dan lahirnya kebijakan yang sering tak berpihak pada rakyat, kita memiliki kewajiban untuk setidaknya menyuarakan pendapat. Kewajiban ini pula disandang oleh seniman yang merupakan bagian dari masyarakat. Seniman dalam hal ini memiliki posisi unik, melalui karya mereka, kesadaran bisa dibangun dengan cara yang menyenangkan sekaligus menyentuh pada saat bersamaan. Tapi rasanya bagi Deu' Galih, pilihan untuk menyuarakan kegelisahan akan keadaan sosial lebih dari pertimbangan akal. Ada kejujuran pada nada dan kata yang ditulis Galih melalui musiknya. Bukan reaksioner, bukan pula demi alasan trendi ia bernyanyi. Album "Tanahku Tidak Dijual" adalah pembuktian mengenai hal ini. Lagu-lagunya mendekatkan kita pada realita yang sering tak seindah bayangan yang ada di kepala, bahwa ada saudara kita yang jauh lebih menderita daripada kita yang dengan mudah berkeluh saat terjebak kemacetan di jalan. Di Kendeng hingga Papua, perjuangan masyarakatnya jauh lebih berat, dimana mereka harus berjuang melawan kebijakan pincang untuk mempertahankan tanah dimana mereka dilahirkan. Inilah yang kemudian divisualkan melalui "Tanahku Tidak Dijual" yang berperan sebagai single kedua dari album. Sebuah pengingat kembali dari Galih, bahwa folk tak melulu berarti nyanyian tentang riang dan sendu senja. Bahwa nyanyian model ini juga memiliki kemampuan untuk menjadi cara yang paling tepat untuk membahas mengenai manusia dan lingkungan yang ada di sekitarnya. Betapapun pahit kisah yang ada di sana.

25.08.17

Horor Di Balik Polaroid

Fotografi dan hal-hal yang berbau horor sudah lama diberitakan di dalam media. Sering sekali kita mendengar cerita tentang bagaimana seseorang tidak sengaja mendapatkan foto atau video sebuah penampakan paranormal. Banyak yang beranggapan bahwa hal ini bisa terjadi karena roh dianggap sebagai cahaya oleh banyak orang, dan kebetulan sebuah kamera menangkap cahaya. Percaya atau tidak seseorang dengan pernyataan itu, kenyataannya adalah, hanya itu penjelasan terbaik. Hubungan antara fotografi dan paranormal adalah tema dari film horor yang sebentar lagi akan rilis, yaitu Polaroid. Film ini terinspirasi dari sebuah film pendek buatan sang sutradara, Lars Klevberg. Untuk menambah sentuhan “The Ring” di dalam skrip nya, Chris Bender dan Roy Lee menjadi produser di dalam film ini. Polaroid bercerita tentang seorang penyendiri di sekolah bernama Bird Fitcher yang tidak sengaja menemukan kamera polaroid dengan rahasia yang gelap. Segera ia akan sadari bahwa siapapun yang pernah terfoto oleh kamera tua itu akan mendapat kutukan kematian.

Stereo Strange
25.08.17

It Moves

10 wonderful film scores to listen to this weekend. 01. Jon Brion - Theme (Eternal Sunshine of the Spotless Mind) 02. Thomas Newman - Stoic Theme (Shawshank Redemption) 03. Antonio Sanchez - Doors and Distance (Birdman) 04. Joe Hisaishi - Theme (Howl's Moving Castle) 05. Alfred Newman - Love Theme (The Robe) 06. Ravi Shankar - Theme Music (Pather Panchali) 07. Shigeru Umebayashi - Yumeji Theme (In the Mood for Love) 08. Luiz Bonfa - Samba de Orfeu (Orfeu Negro) 09. Henri Mancini - Love Theme (Romeo and Juliet) 10. Ennio Morricone - Love Theme (Cinema Paradiso)

24.08.17

Pacific Daydream

Setelah mengeluarkan “Feels Like Summer” pada bulan Maret yang lalu, sudah ada spekulasi bahwa unit alternative rock Weezer akan merilis album ke 11-nya pada tahun ini. Rumor-rumor yang berterbangan akhirnya diberi klarifikasi oleh band asal Los Angeles ini dengan memberi tahu nama albumnya serta tanggal perilisannya, yakni Pacific Daydream yang akan rilis pada tanggal 27 Oktober. Untuk mempromosikannya Weezer juga merilis video musik untuk kedua dari album tersebut, “Mexican Fender”. Pacific Daydream disebut-sebut akan melanjutkan palet suara yang telah dibangun di album sebelumnya, The White Album. Suasana pantai dan musim panas pada album yang rilis pada taun 2016 itu berhasil membuat fans lama Weezer dan juga para kritik kembali mencintai band ini. Walaupun begitu, Weezer berencana untuk sedikit bereksperimen dengan suara ini dan menambahkan unsur-unsur baru kedalam Pacific Daydream. Suara ini bisa terdengar di dua lagu terbarunya, “Feels Like Summer” dan “Mexican Fender”. Kedua lagu ini mempunyai suasana pantai dan autentisitas California yang dicampurkan dengan hawa psychedelic dan bedroom pop. “Mexican Fender” terdengar lebih cocok dengan suara baru ini, dan “Feels like Summer” masih terasa setengah matang. Tentu saja setiap eksperimen akan membawa pro kontra nya sendiri. Dan ketahuilah bahwa hari di mana Weezer berhenti “mencoba-coba” adalah hari yang buruk bagi sejarah musik alternative. Pacific Daydream sudah bisa di pre-order pada link ini.

Column
24.08.17

Nick Drake: Keajaiban Upacara Pemakaman

Pada tulisan pertamanya di column, Galih - biasa dikenal sebagai Deu' Galih - menuliskan mengenai kisah hidup singer/songwriter legendaris asal Inggris, Nick Drake. Dimana Galih menelusuri masa lalu Nick Drake melalui buku karya Patrick Humphries yang diterjemahkan oleh Al Mukhlisiddin, dan menemukan jawaban serta pertanyaan baru mengenai jalan hidup seorang seniman.

23.08.17

Lokasi Baru Project ••||| Chapter One

Kolektif artis musik elektronik dan seni visual asal Bali, Project23, berencana membawa konsep baru ke dalam skena musik Indonesia. Dengan keyakinan bahwa proyek ini akan menyuguhkan setiap karya secara objektif, unit ini akan ‘menyembunyikan’ identitas para talenta yang akan tampil. Selain itu, mereka juga akan menjadi eksplorasi berbagai lapisan genre musik yang mewarnai skena lokal, termasuk melodisasi dari sebuah suara. Dengan konsep ini, Project23 akan melakukan pertama mereka yang mereka namakan “Chapter One”. Ajang ini akan mengundang musisi elektronik lokal seperti Zat Kimia dan Pariwisatan, serta talenta Jakarta yang sudah terkenal seperti Jonathan Kusuma dan Kimokal. Lalu akan ada juga instalasi seni dari APE, Gentur Suria, JNS & Bimo, dan Johny Grim & Sawda Muzlama. Project23 “Chapter One” akan diadakan pada tanggal 2 September, mulai dari pukul empat hingga tengah malam. Walaupun sempat mengalami kendala di lama mereka yakni Gate 88, Project23 akan tetap lanjut dijalankan di venue baru mereka yaitu Allcaps Graffiti Gallery and Park di Jalan Raya Canggu. Facebook Instagram

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.