Latest stories

13.10.17

Gimme 5: Yogha Prasiddhamukti

Sebagai seorang vokalis yang tergabung pada unit alternatif pop, Skandal, Siddha memiliki karakter dan persona yang cukup menarik perhatian baik di atas panggung maupun penampilan sehari-hari. Untuk itu, pada episode Gimme 5 kali ini kami menanyakan siapakah 5 terbaik versinya, yang menginspirasi Siddha dalam berpakaian. Sejak pertama kali mengenal hingga mengidolakan Beastie Boys, mereka selalu terlihat keren di mata saya. Dari musik sampai penampilan, trio seminal ini secara estetika punya karakter yang sangat kuat dan berdampak vital bagi saya sampai sekarang dan mungkin seterusnya. Saya bolak-balik ke seperti Pasar Senen, Pasar Baru, atau di mana saja karena terinspirasi dari apa yang dikenakan oleh Beastie Boys. Termasuk fanatisme saya terhadap hingga topi atau seperti dan jeans yang juga memang saya sering kenakan sehari-hari. Secara sadar maupun tidak, semuanya dipengaruhi oleh Ad-Rock, Mike D, dan MCA. Mereka juga yang membuat saya jatuh hati dengan seperti Puma Suede. Entah bagaimana, gaya dan cuek mereka selama 3 dekade ini, selalu definitif dan cocok untuk saya. Menurut saya Earl Sweatshirt adalah tipe manusia yang kekerenannya sudah menjadi bakat alami. Sepaket komplit audio (musik) dan visual (penampilan). Walaupun bukan yang tertampan, anak muda ini punya bahasa tubuh yang didukung dengan penampilan sederhana yang membuat saya kagum. Topi, kaos, Seperti halnya Beastie Boys, bagi saya lagi tukang celoteh yang juga merupakan seorang produser berusia 23 tahun ini adalah salah satu persona yang gayanya saya jadikan referensi untuk diterapkan sehari-hari. Fungsional dan tidak perlu berusaha terlalu keras. Saya dengan senang hati akan menjawab Bob Nastanovich jika ditanya perihal siapa personel favorit dari grup sinting tersebut. Selain bermacam peran pentingnya bagi band tersebut, penampilan dan apa yang selalu dikenakan sangat mampu mencuri perhatian serta sedikit banyaknya menginspirasi saya. Salah satu contohnya adalah ketika beliau memakai kaos Minutemen, dan bermain tamborin sambil bernyanyi di acara televisi tengah malam tahun 1994. ( karena saya masih bisa mengakses penting seperti ini di era sekarang). Penampilannya adalah representasi jelas dari istilah Sejak melihat video itu, sampai sekarang saya selalu terpengaruh (hingga kadang meniru) cara dan gaya beliau ketika bermain tamborin. Tentu saja, saya merasa berhutang banyak kepada mereka, khususnya Bob Nastanovich. Saya lupa kapan saya pertama kali mendengarkan Dinosaur Jr., tapi yang jelas ketika melihat bentuk mereka, J Mascis, saya jadi makin mengidolakan band ini. Dari sekian banyak gaya beliau yang ingin saya tiru-tiru sedikit, penampilannya ketika muncul di dokumenter “1991: The Year Punk Broke,” membuat saya ingin menggunakan punya topi kuning. Menurut saya, J Mascis adalah satu dari sedikit yang membuat paduan topi dan rambut gondrong itu enak dilihat. Hingga hari ini gayanya masih keren meskipun umurnya sudah tidak muda lagi, entah itu memakai kaos band hardcore punk yang seangkatan dengan bandnya dulu atau yang lainnya. Jika nanti sudah tua, beruban banyak, berkumis-janggut, dan memutuskan untuk memanjangkan rambut, saya sudah tahu siapa yang akan saya jadikan kiblat penampilan. Saya sudah cukup lama mengidolakan musisi jazz yang merangkap sebagai fotografer dan legendaris satu ini. Dengan sederhana, pembawaannya menyenangkan dan penampilannya pun punya ciri tersendiri plus mudah untuk saya adopsi. Kaos atau lengan pendek atau panjang, dan Vans - terutama Half Cab. Terlihat tidak berlebihan, dan tidak akan termakan tren apapun, menurut saya. Semua itu menariknya juga jadi kombinasi yang saat beliau sedang bermain gitar atau sedang berseluncur dengan -nya.

13.10.17

DehPon Stereo Vol. 2

Selain seorang penyanyi dan pencipta lagu, sosok Ras Muhamad yang menyebut dirinya sebagai Indonesia’s Reggae Ambassador, di saat luang juga merupakan seorang DJ yang memperkenalkan diri sebagai Asia-Afrika Soundsystem. Unit yang dibentuk bersama seorang reggae Lion Rock, hari ini merilis sebuah mixtape bertajuk DehPon Vol. 2 yang merupakan sebuah kolaborasi bersama salah satu musisi reggae terbaik asal Eropa, Toke. Mixtape ini berisikan 14 lagu yang mendeskripsikan seperti apa fleksibilitas dan kemampuan Toke dalam memilih instrumen yang dapat mencakup melodi-melodi dasar mulai dari reggae, hip hop, afrobeat hingga folk. Nantinya mixtape ini juga akan memperdengarkan secara ekslusif beberapa trek pilihan yang merupakan lagu olahan yang diambil dari materi album pertamanya, “Wake Up Inna Kingston.” Selain itu, yang menarik dari DehPon Vol. 2 tidak hanya memperdengarkan keahlian para musisi yang terlibat dalam penguasaan lirik hingga segi musikal, namun juga memperlihatkan bagaimana hubungan yang tercipta antara musisi dan reggae itu sendiri. Dengan latar belakang tersebut, detail-detail seperti efek suara dan freestyle ala Indonesia yang dipilih dengan cermat. Mixtape ini menawarkan sebuah pengalaman baru yang dalam mendengarkan musik.

Fat Cat Ffonz
13.10.17

Enampuluhdelapan

A snippet of the cat's contribution to Natasha Gabriella Tontey's joint in Japan. 1. I Am An Instrument by Sun Ra 2. Ai No Ballad by Yuji Ohno 3. 浅川マキの世界 by 浅川マキ 4. Purquoi, Pas? by Takeshi Inomata & Sound Limited 5. Sunrise by Zerosen 6. Tak’s Tune by Takeshi Inomata & Sound Limited 7. Ilir Ilir by Tony Scott & The Indonesian Allstars 8. You Are My Heart by Rex Williams 9. Palenque by Abelardo Carbono Y Su Conjunto 10. Eddie Quansa by Peacocks Guitar Band 11. Odoo Be Ba by Pat Thomas, Kwashibu Area Band 12. Yiri Yiri Boum by Gnonnas Pedro 13. Dunia Milik Kita by Cholil Mahmud & Lintang Radittya 14. Oh Lord, Why Lord-Prayer by Parliament 15. Di Dunia yang Lain by Ariesta Birawa Group 16. Lam Plearn Mee Mia Laew Pai by Angkanang Kunchai 17. Bump Lam Plearn by The Petch Phin Thong Band 18. Pen Jung Dai by Unknown 19. Main Akeli Raat Jawan by Ajit Singh Ft. Asha Bhosle 20. The Witness by Babla and His Orchestra 21. Eua Aree See Sor by Thonghuad Faited 22. Awara Sadiyon Se by Kalyanji Anandji Ft. Asha Bhosle 23. Djanger Bali by Tony Scott & The Indonesian Allstars 24. Saturn by Le Sun Ra & His Arkestra 25. Summertime by Tony Scott & The Indonesian Allstars

12.10.17

Rogers dan Piano “Hidup” di Paris

Seniman Prancis Xavier Veilhan menciptakan patung sosok arsitek Richard Rogers dan Renzo Piano, yang akan dipamerkan secara permanen di seberang Centre Pompidou, gedung ikonik ciptaan kedua arsitek tersebut. Patung-patung ini merupakan variasi dari Seri Arsitek Xavier Veilhan dan telah dipamerkan secara khusus untuk pertama kalinya di Palace of Versailles pada 2009. Kedua patung ini juga akan dipamerkan di Galerie Perrotin, Paris, sebelum ditempatkan di Place Edmond Michelet, seberang Centre Pompidou. Seperti versi aslinya, karya teranyar ini dibuat dari setinggi 5 meter dan memiliki bentuk segi, yang membedakan adalah warna dan ukurannya yang lebih beragam. Kedua patung ini diberi warna hijau agar menyerupai konstruksi Centre Pompidou dan akan ditempatkan di ruang publik. Sebelumnya, Veihan ingin membuat seri patung musisi pop, politisi atau aktor-aktor terkenal, tapi sosok arsitek merupakan subjek favoritnya dan ia menyebut mereka sebagai Arsitek Richard Rogers dari Inggris dan Renzo Piano dari Italia ia pilih karena karya-karya mereka memadukan kemahiran teknis, modernitas dan teknologi, serta ide-ide mengenai humanisme yang dikembangkan pada 1970-an.

Column
12.10.17

Perempuan Batak

Pada submisi open columnya kali ini, Roy Martin Simamora berbagi tentang pandangannya mengenai kondisi yang dihadapi oleh perempuan Batak dalam kehidupan sosialnya.

11.10.17

Perempuan dan Kemanusiaan bersama Djenar Maesa Ayu

Dikenal dengan keberaniannya dalam mengeksplorasi seksualitas dalam berkarya, Djenar Maesa Ayu menonjol di antara seniman Indonesia. Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, kami berkesempatan untuk menemuinya di rumah bersama dengan partnernya, Kan Lume untuk membahas medium beropini hingga film barunya, “hUSh.”

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.