Latest stories

Art
18.10.17

Hasrat dan Kreasi bersama Intan Paramaditha

Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, kami berkesempatan menemui penulis dan akademisi Intan Paramaditha saat berkunjung ke Jakarta untuk membahas hasrat, fiksi, politik seksualitas hingga novel "Gentayangan."

17.10.17

Summer in the City

Dalam musim yang membawa suhu panas menyiksa, seseorang hanya bisa berharap hari mereka berjalan dengan nyaman. Bagi sepasang sahabat panasnya musim panas mereka rasakan dengan jalanan sebagai rumah mereka. Menghabiskan waktu bermain skateboard, membaca buku, dan juga berkeliling sekitar lingkungan urban Moskow, dua pemuda ini tidak butuh apa-apa kecuali sesama. Adalah rasa persaudaraan yang membuat mereka menikmati kehidupan, tetapi tidak mereka ketahui bahwa rasa itulah yang akan mengakhiri kehidupan tersebut. Kisah tersebut adalah alur utama dalam “Summer in the City,” sebuah film pendek yang dibuat oleh fotografer asal Rusia, Sergey Kostromin. Film yang muram namun cantik membawakan kehangatan di awal film hingga pada adegan terakhir yang akan memberikan rasa hampa. Sinematografis yang indah dialunkan dengan lagu dari band Leto V Gorode, yang jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris adalah

17.10.17

Arahan Menyegarkan dari Film Posesif

Biasanya saat seorang sutradara beralih jalur menjadi sutradara film ada dua yang terbayang, sutradara tipe pertama akan meninggalkan sama sekali latar belakangnya sebagai sutradara film nyeni dan menukarnya dengan perspektif khalayak umum, filmnya mungkin akan sukses, tapi dengan itu ia akan pelan-pelan melupakan estetika lamanya. Opsi kedua adalah dengan pendekatan di film yang ditujukan untuk publik luas, yang satu ini nya cukup jelas, film akan tak sesuai harapan dan gagal di pasaran. Edwin, dalam hal ini menemukan jalan tengah yang pas di film "Posesif." Ia dengan cukup baik bisa mengubah cara pandangnya dari sutradara yang membuat dahi berkernyit, menjadi sutradara yang mampu mengaduk emosi penonton di “film bioskop” pertamanya. Yang membuat film ini menarik adalah bagaimana Edwin tetap menyisakan pendekatan yang biasa ia gunakan dulu di film rilisan Babibuta di layar perak bioskop 21. Salah satu kekuatan utama film "Posesif" ada pada bagaimana Edwin serta sang penulis naskah, Gina S. Noer (Perempuan Berkalung Sorban, Habibie & Ainun) dengan berani menempatkan tokoh perempuan dalam film ini sebagai tokoh utama yang menentukan alur cerita. Tokoh Lala (diperankan dengan baik oleh artis pendatang baru, Putri Marino) hidup sebagai sosok yang tak hanya berlaku sebagai objek, ia juga diberi ketangguhan untuk bisa menentukan jalan hidupnya sendiri. yang berharga. Sebuah hal yang masih jarang ditemui di film-film lokal. Kekuatan kedua yang dimiliki film ini juga ada pada bagaimana Edwin beserta tim Palari Films dengan jeli mengangkat tema mengenai topik penting, mengenai hubungan antara manusia dan bagaimana tarik-menarik di antaranya bisa jadi destruktif. Sebuah masalah yang terdengar remeh, namun tak jarang menjadi muara masalah-masalah besar yang ada di sekitar kita. Tapi yang jelas, keberhasilan utama film ini adalah pada bagaimana arahan dan tema penting di atas disampaikan dalam penuturan pop yang menyasar pada penonton usia muda. Dan dalam hal ini, film "Posesif" adalah film yang , ia menyentuh saat bertutur tentang kisah kasih, mencekam saat bercerita tentang horor, juga bisa memancing empati saat berkisah tentang haru. Diselipkan juga di ceritanya. Membuat "Posesif" tampil sebagai film yang layak ditonton siapa saja yang merindukan kualitas pada film Indonesia. Hal menyenangkan lain dari film ini adalah pemakaian salah satu lagu terbaik lokal, Banda Neira - Sampai Jadi Debu yang terasa semakin megah dan menggugah dengan tata suara bioskop. Jangan lupakan pula sekilas penampilan Ismael Basbeth yang sangat mencuri perhatian. Dalam perjalanan menuju teater, kami sempat membicarakan bagaimana Indonesia kekurangan film yang bisa memuaskan khalayak dan secara bersamaan. Di mana penonton film pada umumnya, dan penonton film yang menuntut lebih dari film yang ditontonnya, bisa keluar dari pintu teater dengan senyuman yang sama. "Posesif" jelas bukan film yang sempurna, tapi arahan yang ada di sini membuka kesempatan untuk menuju ke sana.

Loka Suara
17.10.17

Resah

Episode Loka Suara kali ini dibuat untuk mengabadikan geliat musik post-punk yang kembali menyeruak, mulai dari unit baru dari Jakarta, Surabaya, Malang hingga Medan. Tracklist: 01. Pelteras - Meranggas 02. Knurd Hamsun - Death By Piano 03. Closure - Slow Drive 04. The Porno - Hidden Language 05. Vengeance - Bleak Culture 06. Baragula - Cuaca 07. Strangeways - Strangeways 08. Ultraviolence - Hole 09. Pullo - Lonesome 10. Sommerhaar - Time An Ending

16.10.17

Quick Review: Darkness Light Darkness

Jan Svankmajer merupakan ahli dalam memberikan kita tontonan yang aneh dan mengundang mimpi buruk. Dari arsip karya-karya abnormalnya, “Darkness Light Darkness” tetap menjadi yang mungkin saja paling menarik. Seseorang yang terbuat dari tanah liat mendapat musibah yang membuat semua bagian dari dirinya terlepas dan ia mencoba untuk membangun dirinya kembali. Secara ringkas sepertinya itu adalah sebuah cerita animasi yang lucu dan cocok untuk anak-anak, tapi ingat bahwa ini adalah sebuah film karya Svankmajer. Menampilkan adegan-adegan yang menggelikan, menggagetkan, dan film ini dengan mudah dapat menarik penontonnya. Animasi pendek ini bermula dengan kedua tangan yang memasuki ruangan kecil dengan dua pintu dan satu jendela, dimana bagian-bagian lain akan kemudian menyusul memasuki ruangan tersebut satu per satu hingga akhirnya kembali lagi menjadi bentuk manusia. Saat akhirnya kembali utuh, sang manusia tanah liat menyadari bahwa ruangan kecil ini tidak muat untuk dirinya dan akhirnya ia terjebak. Kelebihan terbaik film ini tentu terletak pada animasi tanah liat yang fenomenal. Bagaimana Svankmajer menggambarkan sebuah kepala yang gepeng terjepit atau mungkin sebuah alat kelamin yang mengecil saat disiram air dengan detail yang sangat mengerikan. Film ini serasa mempunyai arti yang lebih dalam dari sekadar komedi absurd. Sayangnya arti itu sangat sulit untuk ditemukan. Walaupun begitu, di balik lelucon-lelucon yang mungkin bisa dibilang ‘berlebihan,’ harus diakui bahwa “Darkness Light Darkness” mengundang tawa dengan komedi gelapnya. Sutradara: Jan Svankmajer Sinopsis: Sebuah tubuh manusia pelan-pelan dan dengan humoris menyusun dirinya sendiri, mencari dan menentukan di mana letak setiap bagian.

16.10.17

Portofolio: Another Design Co.

Portofolio adalah salah satu fitur pada kolom Focus kami. Pada seri ini, kami berusaha untuk mendokumentasikan berbagai karakter dari studio desain yang ada di Indonesia dengan mengulas sekaligus mendisplay visi dan karya mereka. Kali ini kami mengangkat studio desain Another Design Co. yang memposisikan desain grafis sebagai medium komunikasi di antara publik.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.