Bagaimana Kita Merayakan Piala Dunia saat Semesta Tak Sedang Baik-Baik Saja
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Dalam obrolan ini, Thee Marloes membuka banyak lapisan di balik musik mereka: dari romantisisme soul revival, penggalan lirik yang ‘lebay’, sampai refleksi personal yang membentuk Di Hotel Malibu (2026).
Dari cara mempertahankan rasa aman di skena film, sampai cara untuk menjamin keamanan bagi perempuan di dunia filmmaking hari ini, Meiske Taurisia diwawancarai oleh Lutesha, Rachel Amanda, dan Hannah Al Rashid untuk merespons hal-hal tersebut.
In this Open Column submission, Rachel Yessica Anju goes over several expressions and remarks from different languages to show how it, just like the exchange of culture, could really represent something that is bigger than just the gathering of people.
Ahead of their upcoming 30th anniversary concert in Jakarta, Indonesia, we rounded up friends and fans of ASIAN KUNG-FU GENERATION to talk about the long-living band.
Dalam submisi Open Column ini, Ruth Maria Artauli Purba menuliskan ceritanya ketika keluar malam yang banyak diganggu oleh kelap-kelip lampu di warung, dan bagaimana semarak yang tidak teratur ini sebetulnya menjadi hal berbahaya bagi teman-teman yang memiliki disabilitas taktampak.
Kembali ke area JIPFest 2025 lalu, kami sempat duduk bareng Muhammad Fadli untuk membahas seputar perubahan lanskap media, mengasah ketajaman kita dalam menyadari hal di sekitar, hingga bagaimana fotografer kini bisa hidup di berbagai koridor fotografi di waktu yang sama.