Bagaimana Kita Merayakan Piala Dunia saat Semesta Tak Sedang Baik-Baik Saja
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Sederet pilihan lagu-lagu lokal terbaik sejauh ini di 2025, langsung dari ruang editorial kami.
Dalam submisi Open Column ini, Esha Tegar Putra menceritakan apa yang ia serap dari pertunjukan kelompok Teater Sambilan Ruang di perhelatan Djakarta International Theatre Platform 2025, terlebih mengenai bagaimana kuratorial platform tersebut mengakomodasi ruang keberagaman dan inklusivitas.
Sekalian merayakan kolaborasi Dongker dan Jason Ranti, kami menyempatkan untuk ngobrol bersama sekumpulan sosok-sosok ini untuk membahas banyak hal: mulai dari rasa bosan, penggunaan satir dalam karya, hingga pengalaman spiritual di Roblox.
Dalam submisi Open Column ini, Kirana Anjani Ariella Lugijana menyandingkan novel Ketika Senja Jatuh di Nara (2025) dengan pembacaannya terhadap Alkitab, dan dengan segala yang terjadi dalam iklim alam dan politik hari ini di Indonesia.
During Study: Osaka Kansai International Arts Festival, we had an email interview with Teppei Kaneuji, artist and sculptor that is based in Kyoto, where we talked about how Kansai has this air of alternativeness that could be felt throughout the region—which also found its way to his crafts.
In this Open Column submission, Stevie Chantanu puts on her hope-tinted glasses to shine light for those in need of another way to see and cope with the endless dread that is work (and the LinkedIn-propelled codes of professionalism at workplace scenarios).