Bagaimana Kita Merayakan Piala Dunia saat Semesta Tak Sedang Baik-Baik Saja
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Oktober lalu, kami berkesempatan ngobrol dengan John Paul Patton dan I Gusti Viki Vikranta dari Kelompok Penerbang Roket. Dalam perbincangan ini, keduanya membahas latar emosi di balik ‘TIGOR,’ tantangan mereka dalam berkarya di era rentan akan pembungkaman, serta pandangan mereka tentang musik sebagai medium untuk melawan dan bersuara di tengah situasi sosial dan politik yang kian mengganggu.
Dalam submisi Open Column ini, Febrian Adinata Hasibuan mendedah bagaimana perspektif dekolonisasi dalam Biennale Jogja 18 menimbulkan lebih banyak tanya—yang banyak diberatkan kepada tata kelola pameran.
Amidst his committed schedule for Museum MACAN, we met Olafur Eliasson to talk about his immediate view of Indonesian’s local and colonial history, art and sustainability, and artwashing.
Dalam submisi Open Column ini, Rofi Jaelani menguak bagaimana nafsu manusia dan regulasi ternyata dimanipulasi lewat ekstraktivisme yang mempunyai andil dalam peristiwa bencana di Sumatra.
During Joyland Sessions 2025, we talked with Galdive to share our excitement that is their first live performance in our home country, Indonesia.
Dalam submisi Open Column ini, Rendy Manggalaputra menempatkan pembaca di barisan terdepan pengalaman warga yang digentayangi bayang-bayang Orde Baru, terlebih di mana hantunya terus bermunculan di tiap celah negara.