Bagaimana Kita Merayakan Piala Dunia saat Semesta Tak Sedang Baik-Baik Saja
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
Kami sempatkan untuk ngobrol dengan beberapa sosok dari berbagai latar belakang dan fokus—semua yang merindukan rasa euforia itu dari Piala Dunia dan sepak bola.
In this Open Column submission, Intan Sugianto faces the air of hopelessness and exhaustion with a sliver of hope—which speaks to ones of us who's losing energy in the face of political defeat.
Dalam submisi Open Column ini, Dea Anugrah memberi terang pada trauma yang masih membekas secara kolektif di berbagai lapisan masyarakat menggunakan cahaya yang ia dapat dari rilisan terbaru The Jansen, "Racun Suara."
Dalam submisi Open Column ini, Fatia Maulidiyanti menyingkap bagaimana aspirasi, inspirasi, dan psikis rakyat semakin diberangus jika sejarah ditulis ulang secara sepihak.
We met with Imazu to talk about art and technology, mythology, and her views on Jakarta’s colonial past and current ecological challenges.
In today’s Open Column submission, Sheilla Njoto pulls down the veil behind the overly euphemised—yet vague—sheen of AI to reveal yet another increasingly insidious by-product of AI in today’s field of human work.
Dalam submisi Open Column kali ini, Iqbal Ramadhan, salah satu korban yang ditangkap dan disiksa saat demo #IndonesiaDarurat 22 Agustus 2024 lalu, menuliskan memoir dari momen ia dibawa sang ibu ke halaman Gedung DPR/MPR saat runtuhnya Orde Baru, hingga memori mengalirnya darah segar dari hidungnya di hadapan tawa para penegak hukum.