Latest stories

23.12.15

Merekam Zaman bersama The Jadugar

The Jadugar adalah kolektif duo terdiri dari Henry Foundation dan Anggun Priambodo yang berawal mula di sebuah workshop video di Ruang Rupa. Sebagai pekarya audio visual dan penikmat musik, The Jadugar telah membuat berbagai video klip untuk musisi Indonesia dengan estetika yang setia kepada karakter musik. Di sebuah acara screening di APA, kami berbincang dengan The Jadugar mengenai karya mereka.

21.12.15

ARA

Gagasan oleh tiga label ready to wear dari Indonesia menghasilkan ARA, sebuah konsep retail yang menonjolkan karya desainer fashion Indonesia. Toko di Jakarta Selatan ini menawarkan produk sekaligus konsep yang unik dan berdasarkan idealisme penggagas-penggagasnya. Kami berkunjung ke ARA dan berbincang dengan inisiatornya mengenai konsep dan tujuan retail mereka.

17.12.15

Leftyfish: Singkat, Padat, Eksentrik

Ada yang berbeda dari apa saja yang mencuat dari Jogja, selalu ada kejutan yang muncul dari buah karya warganya. Dan kejutan itu bisa muncul dalam berbagai macam bentuk, terutamanya dalam karya seni, bisa jadi visual, bisa jadi bunyi. Leftyfish menjadi salah satu kejutan baru yang timbul di akhir tahun 2015. Lahir dari nama-nama yang sebenarnya tak terlalu baru, ada Halim (Cranial Incisored, Udanwatu, Haphaetus) di gitar, Bono (Excausated) di drum, Andy (Soulsick) di keyboard, Bergas (Recycle Bicycle) di terumpet dan Ayu (Killed on Juarez) di vokal bisa dibilang merupakan line up dengan kualitas pada bidangnya. Membawakan lagu-lagu yang seperti meneruskan semangat Melt Banana dan John Zorn tapi dengat durasi yang lebih singkat dan lebih padat, Leftyfish dengan mudah menyeruak dan menarik perhatian. Karakter terkuat mereka muncul dari bagaimana Leftyfish menarik dan mengobrak-abrik komposisi melalui gitar yang menggerinda dan ketukan drum yang menderu sebelum kemudian mengulur dan menata kembali telinga dengan tiupan terumpet, dan tak lama kemudian, mereka menghancurkannya kembali. Dirilis oleh Hitam Kelam Records, album ini sangat layak untuk didengarkan bagi penggemar musik avant garde yang eksentrik.

16.12.15

Wanita dan Sastra bersama Rain Chudori

Pada usia belia, Rain Chudori telah mencatat namanya sebagai salah satu penulis muda potensial. Karyanya telah diterbitkan pada berbagai media besar nasional. Belakangan juga mulai berkarya di inisiasi kolektif sastra muda, The Murmur Housed dan dunia film. Whiteboard Journal berbincang dengan Rain mengenai proses berkaryanya hingga pendapatnya mengenai minimnya penulis wanita di bidang sastra.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.