Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Penantian panjang bagi penggemar tokoh di balik buku sajak ikonik “Milk and Honey,” Rupi Kaur, kini akhirnya mendapat jawaban. Sebuah karya sajak terbarunya yang bertajuk “The Sun and Her Flowers” telah diumumkan tanggal rilisnya, yakni pada 3 Oktober mendatang.
Kini kembali diramaikan dengan ilustrasi karya tangan Rupi sendiri, “The Sun And Her Flowers” akan mengandung sejumlah puisi yang dibagi ke dalam lima bagian, membahas tema-tema seperti penghiburan seusai kehilangan, pengembangan diri, hingga menemukan suatu ketenangan di dalam diri sendiri.
Dengan kemampuannya menyulap emosi sehari-hari ke dalam sajak-sajak singkat yang cantik, Rupi memang membuat para pecinta literatur tergiur dan akhirnya terpikat pada “Milk and Honey.” Dan akhirnya penantian sedemikian lamanya untuk kembali mendapat asupan atas potongan-potongan kata yang mampu ia harmonisasikan dengan begitu lembutnya dapat berakhir juga.
Menunggu datangnya kembali program yang melegenda adalah upaya spiritual bagi para pendukung nomor satu. Menanti dengan sabar serta menebak kapan impian tersebut bakal terwujud. Sama halnya yang terjadi pada The League of Gentlemen. Setelah hiatus cukup lama, akhirnya kelahiran kedua mereka dipastikan akan terjadi dalam waktu tak lama.
Hal tersebut dibuktikan lewat ciutan Reese Shearsmith selaku penulis utama dalam akun Twitter-nya. Reese menyatakan sedang antusias menyusun naskah keberlanjutan The Leage of Gentlemen. begitu ia berkata.
The League of Gentlemen mengisahkan tentang kehidupan warga di suatu desa bernama Royston Vasey. Acara ini melejit pertama kali kala mengudara melalui BBC 2 pada rentang tahun 1999 dan 2002 sebelum difilmkan utuh tahun 2005.
Selama The League of Gentlemen berjalan, berbagai penghargaan berhasil diraih, antara lain memenangkan BAFTA, Royal Television Society Award, dan dikenal sebagai tv show yang menyediakan lelucon gelap maupun sarkas.
Banyak memprediksi The League of Gentlemen yang baru, bisa bergulir menyenangkan karena kehadiran sosok Steve Pemberton. Asumsi itu bukan tanpa dasar mengingat Pemberton dikenal berhasil membesarkan Inside No. 9 di mana mempunyai kadar kegelapan nan adiktif layaknya The League of Gentlemen.
I've chosen some old favourites so you don't have to.
1 Ike’s Mood by Isaac Hayes
2 Celestial Blues by Andy Bey
3 Take Five by George Benson
4 Watermelon Man by Herbie Hancock
5 Sister by Antibalas
6 Novo - Mi Kple Dogbekpo by Orchestre Les Volcans De Porto
7 Rythmo de Cotonou Dahomey - Gbeti Madjro by Orchestre Poly
8 a-Mouse - Ganja Smuggling by Eek
Di usianya yang masih sangat muda, Surya telah memperjuangkan berbagai hal demi kesetaraan untuk kaum disabilitas. Whiteboard Journal berbincang dengannya mengenai kemajuan kesadaran mengenai disabilitas hingga wisata yang ia gagas untuk kaum tuli.
Sekilas, mungkin tidak terduga ada apa sebenarnya dibalik album terbaru dari Bottlesmoker. Namun, sebuah telaahan lebih jauh akan menemukan suatu kompilasi kisah mengnai keharmonisan yang ada dalam alam semesta, yang isinya sendiri tergabung dari berbagai sudut di Indonesia. Pasalnya, dalam penyatuan materi demi Parakosmos Anggung Suherman dan Ryan Adzani dari Bottlesmoker berkolaborasi dengan seorang etnomusikolog asing dalam melakukan field recording atas berbagai kesenian dan alat musik daerah. Sebuah harmonisasi asli atas keberagaman dan kekayaan semesta di Indonesia inilah yang bisa ditemukan hasilnya dalam Parakosmos.
10 judul di dalamnya merangkum perjalanan yang diceritakan dalam Parakosmos, dimana berbagai dimensi dari unsur yang menjadikan semesta dirayakan, mulai dari keberlawanan yang mewarnai semesta hingga perannya dalam menjadi seimbang dan menjadikan harmoni. Dengan mencakup pula beberapa motif dan pola permainan musik daerah hingga motif Tarawangsa untuk menghasilkan ritme yang repetitif, barangkali perjalanan menjumpai berbagai lapisan semesta Nusantara ini juga bisa dirasakan para pendengarnya.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?