Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Episode Loka Suara kali ini berisikan lagu-lagu yang memamerkan kualitas generasi baru di Malang - Jawa Timur. Mulai dari indie-pop hingga post punk yang menawan.
01. Beeswax - The Loaded Ashtray
02. Dizzyhead - Shiver
03. The Breakfast Club - Distance
04. Closure - Mindful
05. Ultraviolence - No
06. Whitenoir - Sub District
07. Write The Future - Write You Off
08. Intenna - Go Right
09. Welter on Cinema - String and Chair
10. Minor Dialogue - Alleviating
Mungkin berbagai film atau bahasan mengenai mencintai tubuh masing-masing orang, khususnya perempuan, sudah tidak jarang lagi. Namun, pada kenyataannya film pendek animasi bertajuk “Body Beautiful” ini tetap dapat mengilhami dengan cara dan sudut pandang humoris yang tetap menjadi menarik untuk disimak. Tidak perlu meluangkan waktu lama untuk menyaksikan keseluruhan kisah tentang perempuan yang seringkali diolok oleh sekitarnya karena ukuran tubuhnya ini, tepatnya kurang dari 15 menit saja.
Meski perlu diberikan apresiasi lebih atas usahanya menjadikan hiburan singkat ini sehumoris dan sekomedik mungkin, namun jalan cerita yang disuguhkan memang tidak jauh dari kisah yang klise. Dengan dialog yang cenderung cukup sulit untuk bisa terdengar jelas, namun dibarengi dengan animasi yang unik dan kocak. begitu pepatah mengatakan. Dan memang, tidak ada yang begitu baru atau berbeda dari santapan sinematis ringan satu ini. Mungkin, fakta bahwa tahun rilisnya ialah lebih dari 20 tahun yang lalu di mana sudut pendekatan topik soal penampilan masih begitu terbatas. Meski demikian, bukan berarti relevansi pesan yang dikandungnya menghilang sedikit pun termakan waktu.
Sutradara: Joanna Quinn
Sinopsis: Seorang perempuan yang berbadan gemuk mengalami tekanan sosial dari teman-temannya untuk ikut kontes kecantikan, namun akhirnya ia berhasil mencari cara baru untuk mencintai tubuhnya sendiri.
Portofolio adalah salah satu fitur pada kolom Focus kami. Pada seri ini, kami berusaha untuk mendokumentasikan berbagai karakter dari studio desain yang ada di Indonesia dengan mengulas sekaligus mendisplay visi dan karya mereka. Kali ini kami mengangkat studio desain Satu Collective dari Jakarta yang memposisikan desain grafis sebagai kebutuhan bersifat progresif seiring perubahan era.
At first, the term “Synthesizer Girlfriend” might come of as confusing and not common enough to replay in your head. But after you actually give it a listen, you might feel differently about Soul Clap’s latest single, which not only contains really rhythmic beats, but also is actually really catchy to vibe along to. Nothing but positive energy is definitely what comes off “Synthesizer Girlfriend.”
Perhaps Soul Clap is trying to get into the audience’s soft spot for this catchy dance anthem, and surely it’s working for most. Accompanied with an equally vibrant, colorful music video, the single makes it only tempting to keep out for more from Soul Clap. Combining smooth-sounding vocals with a dash of electric feels on the repeated chorus, it may take a while to finally have enough of this latest work of theirs.
Sekilas mungkin akan diasumsikan sebagai sebuah gedung yang belum rampung atau sekilas terlihat sebagai sebuah gedung yang sedang bersembunyi. Namun kenyataannya, gedung bernama Dar Al Jinaa yang menjadi gedung pertama yang siap dipakai sebelum gedung serupa bernama Dar Al Riffa, bukanlah sebuah gedung yang ingin menyembunyikan apapun. Namun, tirai besi ringan yang secara utuh jatuh di atasnya hanya ditujukan untuk mengalihkan teriknya sinar matahari di kota Bahrain yang panas.
Gedung yang berujuan untuk menampilkan berbagai aksi musikal kreatif lokal ini akan menaikkan tirainya jika ada pertunjukan untuk disaksikan oleh umum. Gedung beringkat tiga ini memang menjadi rumah bagi penampilan-penampilan musik tradisional lokal yang kini menghadirkan panggung resmi bagi segala talenta lokal yang mungkin turut bersembunyi di sudut-sudut Bahrain; sebuah pusat musik yang dikira bersembunyi, yang justru ingin menarik perhatian bagi talenta-talenta tersembunyi.
Perhaps at first glance, the odd pairing of sexual fetishes and luxury might not be a desirable one. Savvas Laz however begs to differ, as proven by his Boudoir Fetiche furniture. The small collection consists of a mirror with borrowed elements from whips and crops and half covered in leather fringe, further looking like something out of bondage practices with its attached buckles and chords and a valet stand shaped like a metal ring designed for the transition of “the outer, social outfit to the fetish and sexual one.”
This dialogue between the dirty and glossy nature of each respective elements proves just how it’s really about a smooth-flowing conversation between opposing characters are not necessarily subject to dissonance. Proof that kinkiness may not always mean something dark or rather forbidden, and that with luxury it wouldn’t hurt to find a little bit of kinkiness. Perhaps moreover, it’s also about liberating artistic communities from being bound by conventional creativity, as Laz himself believes that “sexuality in general and fetishism in particular are subjects that the design community should start to freely discuss and talk about.”
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?