Latest stories

Loka Suara
22.09.17

Haans

Episode Loka Suara ini merupakan tribut bagi salah satu gitaris penting di skena indie lokal, Andi "Hans" Sabarudin yang telah berkarya bersama beberapa unit krusial, mulai dari C'mon Lennon, The Upstairs, Efek Rumah Kaca hingga Seaside. Tracklist: 01. C'mon Lennon - Adiksi 02. The Upstairs - Apa Aku Ada di Mars atau Mereka Mengundang Orang Mars 03. BITE - Don't Light My Fire 04. Efek Rumah Kaca - Hijau 05. Blossom Diary - The Rain Is Always Have An Answer 06. Pandai Besi - Desember 07. Elenin - Technyancolor 08. Whistler Post - Closer 09. Seaside - In The Morning

22.09.17

A Journey to the Magik Sounds

Magik berkolaborasi dengan Pepaya Records untuk membuat produk “A Journey to the Magik Sounds” yang diluncurkan di Everpress. Bersamaan dengan peluncuran ini, Sawi Lieu dari Pepaya Records juga membuat mixtape sesuai dengan konsep produknya, yaitu dan psychedelic. Kolaborasi ini berangkat dari ide untuk membuat simulasi “realita baru” dan mengkritisi arus informasi di Internet yang dapat mengubah persepsi publik secara instan. Perkenalkan Pepayote Records, sebuah label musik Indonesia yang dikemas seolah-olah nyata. Label musik yang berasal dari Medan ini berdiri pada 1973 setelah sang Bosti Kasihbuan berkelana mengelilingi Amerika Selatan, Asia Selatan dan Afrika. Label ini telah merilis musik psychedelic, keroncong, garage, dan folk Indonesia, juga telah merilis album dari Easy Tanamal, Orkes Melayu Kelab Sosial Pimpinan Ary Kadir, The Tamimis, dan Daud Bahwafi & Puspita Bersaudara. Mixtape yang dibuat Sawi pun menghadirkan lagu-lagu dari Duo Ouro Negro, Tito Puente, lalu Corduroy dan David Crosby, hingga Charlie Rouse dan Mongo Santamaria. Pada intro, pendengar diiringi oleh ragam permainan perkusi dan bernuansa musik Afrika Selatan dan Amerika Selatan. Ritual mid-tempo tadi membuat pikiran pendengar termanifestasi, dengan mendadak berlanjut ke lagu energetik dengan sentuhan psychedelic rock yakni “Apple Pipe” oleh Corduroy, dengan efek buzz dari bass, nada khas dari organ Hammond, dan pukulan drum yang terus berlari. Tempo lalu turun sedikit, ditemani oleh lagu-lagu blues dan psychedelic rock yang cukup progresif dengan solo-solo instrumen yang menohok. Permainan instrumen ini lalu membawa pendengar kembali ke lagu-lagu perkusi dan nyanyian-nyanyian. “Timbales & Bongo” oleh Mongo Santamaria menutup mixtape dengan permainan perkusi yang cepat. Seakan mengelak dari "ritual" di kota besar, sajian ini menjadi sebuah alternatif menarik untuk didengarkan di tengah kesibukan atau mungkin saat menembus lalu lintas.

21.09.17

Chomeur

Masha Kharitonova menciptakan sebuah lanskap musik penuh komposisi avant-garde dan bass yang diotak-atik. Masha merupakan DJ dan seniman video dengan karya videonya yang terkenal adalah “Teletourgia.” Ia juga salah satu pendiri Erotika, festival musik noise dan post-industrial. Dengan pseudonim Chomeur, Masha kerap memanipulasi bebunyian padat berisikan menggebu, serta synth dan noise dalam musiknya. Komposisi avant-garde ini memiliki dramaturginya tersendiri. Pendengar seakan diajak tur menikmati musik yang berbeda-beda. Musik dimulai dengan improvisasi modular dan rekaman-rekaman repetitif, dan berujung pada yang samar. Pendengar lalu diantarkan pada nuansa musik drum & bass, dubstep, dan techno yang kasar dan menghipnotis. Musik berlanjut dengan kolase gaung, synth, dan dentuman tribal mengerikan, yang perlahan berubah menjadi noise riuh berfrekuensi rendah.

Column
21.09.17

Sang Penangkap Hantu

Melalui esainya kali ini, Iman Fattah menuliskan mengenai pengalamannya mengunjungi museum pembantaian massal di Kamboja sembari melihat kembali pada bagaimana kita masih gagal dalam menemukan titik temu dengan kasus di masa lalu. Tentang bagaimana hantu di masa lalu sering membuat kita terjebak pada ketakutan tanpa alasan yang sering menjadi muara masalah seperti yang terjadi di LBH Jakarta kemarin.

20.09.17

8 of Swords

Bayangkan sekumpulan musisi eksperimental dalam sejarah musik duduk dalam satu meja. Dengan jiwa avant-garde dari diri masing-masing, mereka memulai eksperimentasi musiknya. Satu musisi mungkin akan bermain biola dengan nada yang sumbang, lalu musisi lain akan menggunakan tetesan air sebagai komposisinya, lalu musisi lainnya akan mendekonstruksi lagu klasik secara brutal. Mendengarkan eksperimentasi ini dalam satu mix terasa tidak memungkinkan, tapi tidak bagi Jenya Sobol. Jenya Sobol, kurator ARMA 17, telah membuktikan bahwa sekumpulan musik avant-garde bisa harmonis. “8 of Swords” mengomposisikan dari lagu-lagu avant-garde dunia dalam satu mix. Terdapat beberapa musisi terkenal yang masuk, sepert Haroumi Hosono dari Yellow Magic Orchestra sampai Zoviet France, grup bergenre industrial. Mix juga diisi oleh dua raksasa avant-garde Russia, Sergey Kurhyokin dengan komposisi instrumentalnya di Pop-Mechanics Orchestra, serta Oleg Karavaychuk dengan melodi vokal dan piano yang intim. Musik harmonis bisa didengarkan di mana saja, tak terkecuali komposisi yang tidak harmonis.

20.09.17

Seni dan Bebunyi bersama Duto Hardono

Duto Hardono adalah salah satu seniman dan juga edukator berbasis di Bandung yang mengeksplorasi sound dan waktu dalam berkarya. Whiteboard Journal menemuinya di rumah sekaligus studio untuk membahas looping study, silence sebagai sound hingga eksperimentasi seni.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.