Dalam segmen W_Circle kali ini, kami bertemu dengan komunitas sepeda perempuan di Jakarta Selatan, Sepedahan Centil. Berawal dari Girls Ride, mereka ingin membangun komunitas yang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri sambil bersepeda.
Cendekiawan muda Kota Bandung, Idhar Resmadi menuliskan mengenai bagaimana desain menjadi salah satu identitas tersendiri bagi tanah tinggalnya. Meski demikian Idhar juga melihat banyak tantangan baru muncul dalam posisi bagaimana kota tersebut mengolah dan memanfaatkan potensi yang ada di dalamnya.
Pada esainya kali ini, Idhar Resmadi menuliskan tentang bagaimana musik memiliki sebuah dimensi yang cukup mendalam, yakni spiritualisme. Tak peduli apapun genre-nya spiritualisme merupakan salah satu sisi dari musik. Dengan mengkaji dari sejarah, juga secara filosofis, Idhar mendedah bentuk spiritualisme yang tersembunyi dalam alunan musik.
Pada esainya kali ini, penulis tamu whiteboardjournal.com, Idhar Resmadi menulis pendapatnya tentang Record Store Day. Tentang pandangannya mengenai budaya ini ini semakin menyebar di banyak daerah di Indonesia, tentang belanja musik di era dimana toko musik semakin banyak yang tutup, dan fenomena gentrifikasi yang menyeruak diantaranya.
Berdasarkan sebuah pernyataan oleh walikota Bandung, Idhar Resmadi menulis mengenai kondisi yang diperlukan untuk mengembangkan potensi budaya sebuah kota.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?