In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Melalui submisi open column, Noor Adha menuliskan kegelisahannya mengenai pola pikir yang tak jarang menyederhanakan realita dalam dua warna saja: hitam dan putih, serta bagaimana pola pikir seperti ini bisa menimbulkan masalah pada lingkungan sosial yang penuh warna. Tentang kita yang tak jarang merendahkan orang lain sembari merasa paling benar.
In her open column submission, Fulca Veda highlights how the culture of boundaries have change for centuries. Through one of the most popular poem in modern literature, she tried to connect Robert Frost’ “Mending Wall” to understand the increasing chants of building walls by world leaders.
Melalui submisi open column, Shofi Ayudiana bercerita mengenai kisah melankoli, kenangan, kesedihan dan menghadapinya ketiganya pada sebuah kafe di suatu pagi
On this open column submission, Avicenna shares his comment regarding how musicians expand their works from time to time. And how the need of being relevant might ends up as an embarrassment.
Melalui submisi Open Column, Irina Chatarina menuliskan mengenai pengalamannya dengan lagu "Moon River" yang merupakan soundtrack dari film "Breakfast at Tiffany's". Ia bercerita mengenai bagaimana berbagai versi dari lagu tersebut memiliki satu nuansa yang sama: indah.