In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Melalui open column, Audry Rizki mengirimkan tulisan fiksi yang berkisah mengenai kejadian dibalik sebuah pesta keakraban. Melalui kisahnya, Audry mendedah mengenai kultur kampus, etos DIY, konsepsi masyarakat dan budaya bersenang-senang.
Pada esainya kali ini, Febrina Anindita menulis tentang bagaimana musik bergenre trip hop memiliki kemampuan untuk membuka pintu menuju ruang eksplorasi yang luas untuk mencapai level spiritual. Dengan mengambil contoh lagu-lagu dari Portishead, Febrina mencoba untuk menjelaskan bagaimana trip hop mampu menuntun pendengar untuk mengeksplorasi emosi yang biasanya dikesampingkan.
Dalam columnya kali ini, Muhammad Hilmi mengulas rilisan kedua dari Elevation Books yang berjudul, "Setelah Boombox Usai Menyalak". Berisi kumpulan tulisan Ucok yang lebih dikenal sebagai pentolan grup hip-hop seminal, Homicide, tulisan ini melihat bagaimana Ucok menyerang segala hal yang bertentangan dengan pendiriannya, tak terkecuali dirinya sendiri.
Sebagai pekerja yang dekat pada dunia fashion, Renel Harlan menjadi saksi mata akan musim dan tren yang cepat berganti di bidang ini. Melalui essai "Fashion dan Pusaran Dunianya", Renel menulis mengenai observasi sekaligus opininya mengenai peran fashion dalam kehidupan seseorang di tahun 2016.
Pada esainya kali ini, Febrina Anindita mencoba untuk meretas fantasi yang ditawarkan dalam film untuk mengerti hasrat manusia yang tak akan pernah terpuaskan. Karena pada hakekatnya, ternyata ekspektasi berlebih dapat mengakibatkan suatu marabahaya akan realita yang dijalani oleh manusia.