In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Selain musisi, John juga aktif berkarya sebagai fotografer dengan kualitas yang tak kalah dengan kemampuannya di panggung. Pada column pertamanya, ia berbagi mengenai pengalamannya berkunjung ke rumah komposer Tony Prabowo dalam esai foto yang didominasi warna merah.
Agung Sulthonaulia Utama mencoba memahami fenomena masuknya Tenaga Kerja Asing di Indonesia dengan kepala dingin. Lewat analisisnya, Agung menyebut peran media serta menurunnya besaran upah sebagai bentuk "teks" tentang gelombang migran di Indonesia yang berkembang saat ini.
Berawal dari kejenuhan tinggal di Ibu Kota yang segalanya serba ada dan tidak ada tantangan, Mutiara Sobary memutuskan untuk pergi ke Palu, Sulawesi Tengah; berbekal buku untuk anak-anak yang akan disumbangkan untuk menjadi relawan pengajar di Skola Lipu guna mengedukasi Masyarakat Adat Tau Taa Wana yang tinggal di hutan,di wilayah Morowali Utara.
Di submisi Open Column-nya, Nadya Hari Putri menulis tentang kerinduannya mendapatkan kesempatan terakhir untuk menikmati hidup di kala ia - sang penyamun - dirundung kejamnya realita.
Jo Elaine conducts an imaginary conversation with the now deceased literary genius David Foster Wallace to prevent herself from spiraling into mental inertia.
Di submisi Open Column-nya, Intan Zariska Daniyanti menulis mengenai frase "Insya Allah." Apa asal usul frase ini? Seperti apa pemakaian sehari-harinya? Baca mengenai arti dan pemakaiannya pada artikel ini.