In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi column ini, Aburizal Khatami merenungkan keinginannya untuk dapat memperbaiki diri di bulan suci meski menyambutnya sudah tidak seantusias di masa kecilnya.
In this open column submission, Miriam reflects upon her decision to become an independent woman. It gave her the self-assurance to do most things by herself, but somehow took its toll on her.
Dalam submisi column ini, Naura Nadira menilik balik sejarah kebaya serta dinamika sosial politik yang menjadikannya terkesan elitis. Padahal, menurutnya kebaya merupakan cerminan identitas yang juga praktis digunakan di zaman kiwari.
Dalam submisi column ini, Muhammad Muslim mengungkapkan peliknya realita terlahir dari keluarga miskin dan upaya untuk sedikit saja melepaskan diri dari jeratannya.
Dalam submisi column ini, Adam Sudewo menulis reaksi atas esainya pekan lalu tentang progresivitas musik Dongker yang kini berkontradiksi dengan tindak-tanduk personelnya.
Dalam submisi column ini, Adam Sudewo membedah transisi estetika musik Dongker dalam lagu fenomenalnya, "Bertaruh Pada Api". Ia menyoroti bagaimana dendang Promethean tersebut mengajak pendengarnya untuk mengarungi berbagai keputusasaan dan menghimpunnya menjadi sebuah syair yang optimistik, dan tentu saja, ajakan untuk berserikat.