In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi column ini, MM Ridho mengulas bagaimana film Dear David (2023) berhasil menyoroti dan menjadi rambu bagi praktik totalitarianisme dalam institusi pendidikan di Indonesia.
Dalam submisi column ini, Iqa Kinanti Nandakasih mengurai kompleksitas dan stigma musik dangdut yang kerap dianggap norak, bobrok, dan hanya sekadar musik rakyat jelata. Lebih dari itu, ia menyoroti relasi kuasa yang bekerja melalui kesenangan dan tubuh para biduanita.
In this open column submission, Garrin Faturrahman notes how songs that are sung in languages of unfamiliar language can bring comfort, and how there's so much to explore if people can overlook the stigma labelled as "weaboos".
In this open column submission, Bella Ferina highlights the importance of how normal it is to feel lonely, and the best thing we can do is nurture our inner selves and make it a decent safe space to live in.
Dalam submisi column ini, Ihsan Dhiya menuliskan pengalamannya "bergerak" lebih lambat dibanding teman-teman sebayanya, yang kerap membuatnya merasa cemas. Namun, alih-alih membandingkan pencapaiannya tersebut, ia justru melihatnya sebagai perbedaan laju tiap orang.
In this open column submission, Shadia Kansha reflects on her decisions regarding her music career and shares a reminder of the things aspiring musicians should consider before signing a contract with a record label.