Latest stories

14.11.16

Menyambung Batas, Merayakan Keberagaman

Pada tanggal 26 hingga 30 Oktober 2016, Ubud Writers & Readers Festival kembali digelar untuk yang ke-13 kali. Mengangkat tema Tat Tvam Asi, kali ini bermacam program dengan panelis pilihan mengangkat keberagaman dan kebersamaan dalam sudut pandang variatif.

07.11.16

Suara Baru dari Penjuru Negeri

Melihat bagaimana generasi baru musik dari penjuru negeri mengaplikasikan etos DIY, menghadapi scene musik yang telah ada, memaknai tren musik digital, serta mengumpulkan referensi baru mengenai talenta yang masih ada di luar sana.

01.11.16

Retrospektif Musik bersama Samack

Malang adalah salah satu kota yang menetapkan barometer musik lokal. Di kota ini, sejarah musik rock lokal tumbuh dan berkembang, Malang adalah salah satu tempat dimana musik underground hidup dan dihidupi, dan belakangan mencuat kembali dengan keberagaman musik yang segar dan menarik. Whiteboard Journal berbincang bersama salah satu pegiat scene sekaligus pelaku sejarah musik di kota Malang, Samack mengenai sejarah, dikotomi daerah-pusat hingga potensi yang ada disana.

Art
26.10.16

Kebebasan Pers bersama Leila S. Chudori

Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal berkesempatan untuk menemui Leila S. Chudori salah satu jurnalis yang mengemukakan fakta melalui fiksi untuk membahas perkembangan pers dan konsep kebebasan di Indonesia.

24.10.16

Aspirasi Gaya Baru

Bicara tentang identitas, fashion telah menjadi suatu medium untuk merefleksikan diri sejak ratusan tahun yang lalu. Banyaknya desainer muda yang kini bermunculan telah menghadirkan nafas baru dalam fashion lewat cara mereka mengolah pakaian berdasarkan inspirasi yang didapat dari lintas subkultur. Melalui karya dan pandangan mata dua orang desainer muda, Whiteboard Journal melihat bagaimana aspirasi fashion terkini.

19.10.16

Mengabadikan Zaman bersama Garna Raditya

Semarang sering luput dari radar youth culture yang terjadi di seputaran Indonesia. Padahal, di dalamnya juga terjadi pergolakan dan semangat yang sama dari anak-anak mudanya. Garna Raditya adalah salah satu sosok penting yang menghidupkan scene Semarang melalui aktivitasnya sebagai gitaris di dua band legendaris Semarang, AK//47 dan OK Karaoke. Whiteboard Journal berbicara dengan Garna yang kini tinggal di Amerika mengenai albumnya, serta pentingnya perkembangan literasi.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.