In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi Open Column ini, Daffa Batubara membahas sekaligus menyinyalir bagaimana salah kelola politik membuat ancaman sengsara dan nestapa untuk kita semua di hari tua menjadi lebih nyata.
In this Open Column submission, Aldo Marchiano Kaligis and Dimas Bagus Arya, as members of KontraS, cast their memories as to bring about just how close we all are to regress into authoritarianism all over again through the eyes of fellow millennials.
Dalam submisi Open Column ini, Intan Zariska Daniyanti banyak menuangkan kegamangan personalnya yang tetap berkecamuk di tengah jayanya berita-berita memprihatinkan, sekalian mengingatkan bahwa kita masih memiliki ruang untuk mendengarkan keresahan di kepala kita sendiri.
In this Open Column submission, Yvonne Tan questions Malaysian men’s obsession with “Amoi” by reflecting it through her own absurdist methods of self-ethnography.
In this Open Column submission, Samantha Dewi Gayatri covers the history of state’s use of violence and repression—linking it to the recent movement of #IndonesiaGelap, which serves as a reminder that those in power cannot maintain control forever, especially when the will of the people refuses to be silenced.
Dalam submisi Open Column kali ini—dan di tengah pusaran #IndonesiaGelap, Rizki Mubarok merenungkan kembali apa makna 'nasionalisme' dan caranya untuk "mencintai Indonesia tanpa syarat."