Dalam submisi Open Column ini, S. Pramudita membaca album terbaru Danilla, Candramawa, lewat kacamata yang lelah menyaksikan pola konsumsi digital yang kian menumpulkan kisah dalam rilisan musik, ekspresi yang dikecilkan oleh metrik kuantitatif, hingga bagaimana algoritma justru menyeragamkan selera kita.
Setelah rilisnya album keempat mereka, kami menyempatkan untuk mengobrol dengan eleventwelfth mengenai lanskap musik emo, proses pengerjaan karya, hingga konsep album berikutnya.
Merespons waktu-waktu tidak menentu ini, kolektif musik tetap memastikan the show must go on. Fengshui, kolektif musik dari Universitas Moestopo, ngobrol dengan mereka yang sudah lebih dulu babak belur menjalani hidup sebagai kolektif yang merayakan musik: Paguyuban Crowd Surf, Kolibri Rekords, Pokta Collective, Club Vixxxen, dan Ruang Baur.