Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Pada esainya kali ini, Ferri Ahrial menulis pendapatnya tentang fenomena di jalanan kota Jakarta yang kerap kali menyita perhatian orang. Pengalaman pribadi terhadap Jakarta telah melahirkan pandangan akan bisingnya penduduk serta budaya yang mengakomodasinya, membuat Ferri merasakan makna sebenarnya dari terminologi "chaos" yang menarik untuk ditelisik.
Ramayana Soul, sebuah band yang mengusung jenis musik psychedelic blues yang cukup menarik perhatian banyak orang mendapatkan kesempatan untuk merilis LP 12’ bersama label rekaman asal Jepang, GuruGuru Brain yang dikenal dengan apresiasi akan musik underground di Asia. Band yang hadir dengan komposisi menarik dan konsep ala kehidupan di tahun 1960 ini telah mendapat respons baik dari orang-orang yang cinta dengan musik yang dapat bercerita dengan atau bahkan tanpa lirik.
Menggunakan sitar sebagai salah satu instrumen yang membuat Ramayana Soul memiliki posisi mencolok dibanding musisi lain, lagu-lagu yang dihasilkan seringkali memiliki nafas psychedelic yang kental seakan mendengarkan Ravi Shankar versi rock ‘n’ roll atau Kikagaku Moyo yang bisa membebaskan pendengar dalam menilik musiknya. Tabla seringkali mengisi aransemen yang dijahit dengan lirik dekat penonton melalui alunan vokal seperti chanting lagu India namun tetap menjejakkan eleman lokal dalam pilihan diksi yang mengemas cerita dengan apik.
Dengan keunikan yang terus terlihat dalam tiap performa mereka, GuruGuru Brain kemudian mengajak mereka untuk bergabung dalam label dengan LP “Sabdatanmantra” sebanyak 350 keping. Setelah menampilkan albumnya di akun Bandcamp GuruGuruBrain sejak April lalu, respon yang didapat sangatlah baik dimana kemudian hari sebuah pesta untuk merayakan pesta rilisnnya LP ini di Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran Jakarta pada 14 Mei 2016 bekerja sama dengan Ruang Rupa, RURU Gallery, RURU Radio dan RURU Shop. Ramayana Soul akan membawakan beberapa materi baru album kedua untuk pertama kalinya di sini sekaligus menjual LPnya. Selain itu, band indie legendaris Karon N Roll dan The Lampu akan mengisi acara untuk memeriahkan pesta yang akan digelar mulai jam 18:30. Siapkan tarian dan bebaskan jiwa raga akhir pekan ini!
-
Sabtu, 14 Mei 2016
18:30-23:00
HTM IDR 25,000
Gudang Sarinah Ekosistem
Jl. Pancoran Timur II No.4
Pancoran
Jakarta
Kolektif Studiorama kembali dengan Mindzapp, sebagai salah satu agenda mereka yang menonjolkan musik eksperimental sebagai sajian utama. Kali ini untuk keempat kalinya, Mindzapp hadir membawa musisi Jepang yang sebelumnya pernah tampil di Jakarta, Kazuhisa Uchihashi. Acara yang akan digelar pada hari Jum’at 13 Mei 2016 pukul 19:30 WIB di Borneo Beer House, Kemang, Jakarta ini memberikan alternatif bagi mereka yang ingin merayakan Friday the 13th dengan bebunyian eksperimental.
Uchihashi yang telah aktif mengembangkan musik sejak 1983 dengan berpusat pada improvisasi bebas, telah memperluas kemungkinan-kemungkinan baru dalam permainan gitar dengan inovasi berbagai efek suara akan tampil dengan bantuan visualisasi menarik dari tim visual Studiorama. Selain itu, akan ada Sawi Lieu yang akan menampilkan set yang belum pernah ia bawakan sebelumnya. Akan ada juga salah satu band baru potensial, rekah yang akan memanaskan suasana, selain itu Division Fracture, Betonhitam, dan Voc.aL juga akan menampilkan penampilan terbaiknya.
Portofolio adalah salah satu fitur pada section focus kami. Pada seri ini, kami berusaha untuk mendokumentasikan berbagai karakter dari studio desain yang ada di Indonesia dengan mengulas sekaligus mendisplay visi dan karya mereka. Kali studio desain yang menjadi bahasan adalah Liberated Studio dari Yogyakarta yang menonjolkan attitude serta prinsip kekeluargaan dalam mengerjakan setiap karya dan project mereka.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?