Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Dikenal melalui tulisan satirnya yang mengulas berbagai topik dengan gaya bahasa yang menggelitik, pedas, namun selalu mengangkat topik penting yang kadang luput dari pengamatan publik, Arman Dhani adalah salah satu penulis kritik yang selalu menarik untuk diikuti. Whiteboard Journal berbincang dengannya mengenai matinya fungsi tulisan baginya, kelas menengah dan pentingnya nalar dalam beragama.
I don’t think anything could possibly go wrong when badass hip hop unit De La Soul dropped the hottest single of the upcoming album earlier this month. Clearly they keep us who are not patient, waiting for their much-anticipated crowd-funded album, “And the Anonymous Nobody” with the release of 4-track EP called “For Your Pain & Suffering.” Taking hints as much as possible, they know how to market their electrifying songs within kink and nostalgic nuance over narrative package.
It took quite a long time for them to mix up some good beats and catchy lyrics as 2012 was the last time they proceed some serious tunes and even visited Jakarta for quick reppin style. The comeback album is fresher than ever with Snoop Dogg is recruited to complement the funky number “Pain” that has gospel-like tone. If Snoop’s low-key vocal haven’t gotten you hooked, the trio has come up with lined-up feature guest appearances from David Byrne, Damon Albarn, Little Dragon, 2 Chainz, Usher and more for this album.
What makes it even fun and beguiling is, if you check their latest track via official website, you’ll end up playing interactive lyric video game where you; the player, must maneuver a man holding a microphone away from lyrics and random objects that gradually slide fast across the screen to punch in over 1000 score. Suffice to say, after all this tease, I guess we need to wait a couple of months again before taking laidback time off with soulful songs made outta love by De La Soul.
Digelar sebagai perayaan dari pergerakan desain grafis Indonesia, Seek A Seek mengumpulkan karya desain terbaik dari penjuru negeri untuk ditampilkan dalam sebuah pameran bersama. Merupakan salah satu agenda dari Dia.Lo.Gue Artspace, Seek A Seek bisa dikunjungi setiap hari hingga pertengahan Juni 2016.
Internet datang ketika industri musik sedang mengalami populerisasi baru di tahun 90’an. Sangat disayangkan bahwa pendokumentasian data-data musik pra-internet terbengkalai dan rilisan fisik banyak yang hanya diperhatikan oleh beberapa kalangan yang mengkoleksinya. Isu ini kini menjadi bahasan hangat di antara pecinta musik yang merasa pendataan musik Indonesia yang kaya akan pengaruh tren musik yang beredar sekarang sangatlah kurang.
Berkaitan dengan keprihatinan akan hal tersebut serta dilandasi oleh kecintaan terhadap musik Indonesia, sebuah yayasan bernama Irama Nusantara berinisiatif untuk mengarsipkan musik populer Indonesia dari masa lalu dalam bentuk digital. David Tarigan bersama inisiator lainnya telah mengumpulkan koleksi rilisan fisik dari era 1950’an hingga 1980’an dan mengubahnya ke dalam format digital sehingga publik dapat mengaksesnya musik dari zaman sebelum mereka lahir serta dapat melihat titik awal industri musik popular di Indonesia di era 50’an.
Kayanya ragam musik Indonesia, seperti Aida Mustafa, Drakhma, The Rollies dan Koes Brother yang hanya diketahui generasi tertentu, kini bisa menjadi referensi yang dapat diakses secara interaktif melalui perangkat elektronik berbasis internet. Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) sebagai instansi negara pun mendukung pengarsipan tersebut ke dalam situs iramanusantara.org guna mendata hasil industri rekaman di Indonesia. Menggunakan sumber data dari Radio Republik Indonesia (RRI), kolektor dan beberapa perusahaan rekaman seperti Lokananta, diharapkan proyek ini dapat berjalan dengan maksimal.
Bersama dengan Bekraf, situs Irama Nusantara telah memiliki pengarsipan dalam bentuk digital sedikitnya 1000 rilisan fisik musik Indonesia. Triawan Munaf selaku Kepala Bekraf pun mengungkapkan bahwa pihaknnya optimis ingin menyediakan 100 rilisan digital tiap bulan. Selain mengajak masyarakat untuk lebih mau mengenal dan mencintai karya-karya musik populer Indonesia, upaya ini juga turut mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam inisiatif pengarsipan dan pendokumentasian musik populer Indonesia, yang secara tidak langsung juga berarti ikut melestarikan karya-karya tersebut.
Foto dok. Irama Nusantara dan Febrina Anindita
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?