Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Melihat fashion sebagai bentuk respon dari sebuah momen, desainer Felicia Budi yang dikenal lewat brand fbudi, menjadikan tiap baju yang ia buat sebagai medium untuk mengembangkan diri. Whiteboard Journal berkesempatan untuk menemuinya di studio dan berbincang membahas eksplorasi dalam fashion serta concern-nya terhadap sustainable fashion di Indonesia.
Melihat esensi peta fisik di era digital bersama Pertigaan Map. Berisikan informasi penting yang dibagi menjadi tiga area, karya Anitha Silvia dan Celcea Tifani mengajak publik untuk mengenal lebih dekat Kota Surabaya beserta segala kehangatannya.
Sejak awal muncul di sekitaran akhir tahun 2015, Collapse langsung mencuri perhatian kami. Digawangi oleh Andika yang dikenal melalui permainan gitarnya di unit chaotic hardcore, ALICE, Collapse mengingatkan kami pada fenomena metalheads-turns-indie yang juga sedang populer di luar sana. Inilah salah satu alasan Collapse menjadi salah satu nama yang terselip di artikel 6 Musisi yang Layak Tunggu di 2016 yang kami tulis pada awal tahun ini.
Akhirnya, di bulan September ini, Collapse dijadwalkan akan merilis 5 lagu dengan nuansa indie-rock/alternative yang akan dikumpulkan dalam EP yang berjudul “Grief”. Di salah satu lagunya, diundang Alyuadi dari Heals untuk mengisi gitar. Dari preview videonya, terasa bahwa Collapse mengambil referensi dari rilisan Run for Cover Records. Jumat, 9 September 2016, akan dirilis single melalui youtube, dan pada 8 Oktober 2016, EP ini akan dirilis oleh Royal Yawns Records.
Sebagai Creative Director dari brand lokal IKYK, Anandia Putri membuat koleksi pakaian yang didasari dari kebutuhan pribadi, lalu berkembang menjadi sebuah brand fashion yang telah membawa namanya ke berbagai negara. Whiteboard Journal berkesempatan berbincang untuk membahas Islamic fashion dan tren tahun 70-an yang menjadi inspirasi baginya.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?