Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Dimulai dengan penggunaan kata "menarik" dalam mendeskripsikan karya fotografi, Ridzki Noviansyah mengangkat topik bahasa yang dipakai untuk mengkritik sebuah karya. Kosa kata, gambar, dan referensi menjadi titik awal sebuah Column dimana Ridzki ingin memperkaya opini dan perspektif dalam mengkritik fotografi.
Bekerja sama dengan Ubud Writers & Readers Festival, Whiteboard Journal berkesempatan untuk menemui Leila S. Chudori salah satu jurnalis yang mengemukakan fakta melalui fiksi untuk membahas perkembangan pers dan konsep kebebasan di Indonesia.
Setelah meraih pujian dan penghargaan di event Unknown Asia 2016 yang berlangsung di Osaka beberapa waktu lalu, delegasi Indonesia, Eko Bintang, Kendra Ahimsa, Natasha Gabriella Tontey, Kathrin Honesta, Radhinal Indra, Diela Maharanie, and Ruth Marbun merayakan sekaligus memamerkan karya mereka kepada publik lokal pada pameran yang bertajuk "Weekend Exhibition". Bertempat di Dia.Lo.Gue. Artspace, pameran ini akan dibuka pada Jum'at, 28 September 2016. Pameran akan berlangsung hingga 30 September 2016.
--
Weekend Exhibition:
with Eko Bintang, Kendra Ahimsa, Natasha Gabriella Tontey, Kathrin Honesta, Radhinal Indra, Diela Maharanie, and Ruth Marbun .
Weekend Exhibition is initiated by Dia.Lo.Gue in order to extend and share the work of creators to broader audiences. Sharing knowledges through presentations, lecturers, workshops, performances.
This first edition is focused on the seven Indonesia representatives at the latest UNKNOWN ASIA ART EXCHANGE 2016 Osaka. The participants are Eko Bintang, Kendra Ahimsa, Natasha Gabriella Tontey, Kathrin Honesta, Radhinal Indra, Diela Maharanie, and Ruth Marbun. Presenting the works that previously previewed last month in Herbis Hall Osaka.
The opening exhibition will be held on Friday, 28 October 2016 on 18.00 PM. There might be a secret performance happen on this day too!
In the following day Saturday, 29 October 2016 the artists will available in Dia.Lo.Gue to present their work in person.
28th October 2016 - Sunday 30th October 2016.
Venue:
Dia.Lo.Gue Artspace
Jl. Kemang Selatan 99 a
Jakarta 12730
Friday, October 28 2016
18.00 PM Opening Party and a secret performance
Saturday, October 29 2016
11.00 - 20.00 PM During this session the artist will available to present their work in present. Also, there might be a secret performance on this day.
15.00 PM Artist Talk
17.00 PM Special performance by CRAYOLA EYES
Sunday, October 30 2016
08.00 AM – 18.00 PM Last chance to see the artists' work.
Should you require more informations please contact us to info@dialogueartspace.com
See you at the #weekendexhibition at @dialogue_arts
Bicara tentang identitas, fashion telah menjadi suatu medium untuk merefleksikan diri sejak ratusan tahun yang lalu. Banyaknya desainer muda yang kini bermunculan telah menghadirkan nafas baru dalam fashion lewat cara mereka mengolah pakaian berdasarkan inspirasi yang didapat dari lintas subkultur. Melalui karya dan pandangan mata dua orang desainer muda, Whiteboard Journal melihat bagaimana aspirasi fashion terkini.
Pada interview bersama whiteboard journal, Wok The Rock bercerita bahwa ia tengah mempersiapkan sebuah proyek rekaman bersama kelompok paduan suara Dialita yang terdiri dari penyintas peristiwa 65, dengan tujuan untuk memberikan nuansa baru pada art activism, juga untuk meluruskan sejarah dan mengabarkan kebenaran bagi generasi muda. Tak lama kemudian, album tersebut dirilis secara bebas unduh di yesnowave.com, dan langsung menjadi salah satu album yang paling dicari di situs tersebut. Melibatkan Leilani Hermiasih, Cholil Mahmud, hingga Sisir Tanah, album tersebut bisa dibilang merupakan salah satu album paling penting yang dirilis sejak milenium kedua.
Untuk merayakan rilisan bersejarah ini, digelarlah sebuah acara bagi paduan suara ini untuk mementaskan lagu-lagu mereka. Bertempat di sebuah kampus di Jogja, tiket acara dikabarkan ludes dalam tempo singkat, membuktikan level apresiasi yang tinggi dari publik untuk karya yang monumental ini. Pada video post-event, terlihat bahwa acara berjalan dengan meriah nan khidmat. Adalah perasaan yang tak terbayar, bisa melihat wajah-wajah bahagia dari personil Dialita yang akhirnya bisa menampilkan apa yang mereka ciptakan di bawah tekanan di hadapan generasi muda. Mari membaca kisah dibalik proses rekaman dan pentas yang mengharu biru pada webzine Serunai sembari berharap suatu saat publik kota lain, termasuk Jakarta bisa ikut belajar sembari menyaksikan tawa bahagia dari personil Dialita.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?