Latest stories

16.11.16

Winter Wonderland di Negeri Tropis

Menikmati akhir tahun dengan mendekorasi ulang rumah menjadi lebih hangat guna merayakan suasana Natal maupun Tahun Baru, mulai dari ornamen berupa lampu gantung, tekstil di ruang keluarga hingga ornamen di meja makan. Artikel ini disponsori oleh IKEA VINTER 2016 yang akan membantu Anda mendapatkan Winter Wonderland di rumah Anda.

15.11.16

Kero Kero Bonito di Studiorama Live #6

Setelah masa rehat yang cukup lama, kolektif Studiorama akhirnya kembali dengan salah satu program utama mereka, Studiorama Live. Menciptakan panggung bagi musisi terbaik dan menyandingkannya dengan videografer handal untuk sajian audio visual yang memukau, Studiorama Live adalah agenda penting yang selalu ditunggu setiap tahunnya. Untuk gelaran keenamnya, Studiorama telah mempersiapkan edisi spesial, dimana mereka akan menampilkan line-up internasional untuk pertama kalinya dalam sejarah acara ini. Dan tamu pilihan mereka pun tak sembarangan, Kero Kero Bonito grup elektro pop dari Inggris didatangkan untuk sebagai awal sejarah baru mereka ini. Dikenal sejak muncul pada tahun 2014 dengan EP Intro Bonito yang menarik melalui campuran Bahasa Inggris dan Jepang dari vokalis Sarah Bonito di atas musik elektronik pop minimalis yang dan kekanakan. Ditambah dengan konsep visual yang warna-warni, Kero Kero Bonito menjadi salah satu penyegaran yang datang dari scene musik Inggris. Bersama Kero Kero Bonito, akan tampil pula Heals unit nu-gaze asal Bandung, Circarama dengan psikedelia ringan khas mereka, juga Ikkubaru yang dikenal sebagai pengusung city pop ala lokal. Musik keempatnya akan direspon oleh empat seniman visual, Anggun Priambodo bekerjasama dengan Ikkubaru, Rimbawan Gerilya dengan Kero Kero Bonito, Ramaputratantra bersama Heals dan Rafaela Lisa untuk bekerja sama dengan Circarama. Sebagai perayaan kerja sama kreatif ini, akan digelar panggung Studiorama Live #6 yang akan berlangsung pada 19 November 2016 di Rossi Musik. Dengan tiket masuk seharga 50 ribu rupiah, pengunjung akan disambut dengan penampilan musisi di atas, ditambah dengan musik dari DJ Django, Gerhan dan W_Music. -- Untuk menghadiri acara ini, tiket presale seharga Rp 50 ribu (FDC) bisa didapatkan secara eksklusif melalui GO-TIX.

15.11.16

Literatur dan Adiksi bersama Jeet Thayil

Penulis dan penyair asal India ini membuat dunia literatur kontemporer cukup terkejut dengan novel perdananya yang berjudul “Narcopolis” yang hadir dengan cerita dunia alternatif di Bombay. Kami menemuinya di Ubud Writers & Readers Festival 2016 untuk menanyakan adiksi yang menjadi salah satu hal menarik dalam literatur.

14.11.16

Menyambung Batas, Merayakan Keberagaman

Pada tanggal 26 hingga 30 Oktober 2016, Ubud Writers & Readers Festival kembali digelar untuk yang ke-13 kali. Mengangkat tema Tat Tvam Asi, kali ini bermacam program dengan panelis pilihan mengangkat keberagaman dan kebersamaan dalam sudut pandang variatif.

11.11.16

Wonderland Trilogy dari SORE

Ada tempat spesial bagi SORE di benak penikmat musik lokal. Dikenal dengan aransemen megah yang membuat keseharian terasa lebih indah, SORE baru saja merilis 3 buah video musik lewat “Wonderland Trilogy” yang berisi lagu "Plastik Kita", "I Never Knew You In Wonderland", dan "Tatap Berkalam" dari album penuh ketiga Los Skut Leboys. jadi kata sifat yang bisa meringkas trilogi video ini. Perih menjadi kata kedua yang dapat disandingkan. Bukan karena warna lagu dan lirik yang melankolis, tapi karena ada pesan mendalam tentang kisah hidup tiga manusia yang sama-sama berjuang menjalani nasib, kesendirian, dan harapan. Seakan ada usik dari sesuatu yang indah. Sebuah usikan yang tidak bisa dideskripsikan. Sebuah khas SORE yang juga kerap muncul di musiknya. Tentang kompleksitas hidup yang menjadi buah karya. Walau tidak memiliki korelasi di antara ketiga videonya, etos DIY dibalik pembuatan video ini patut diapresiasi, sebab Ade Paloh yang turut andil berada di kursi sutradara mampu menerjemahkan ide dibalik lirik lagu dengan ‘teks’ visual yang penuh dengan simbol-simbol yang melengkapi rasa lagu. Selain Ade, SORE juga mengajak untuk video ini, antara lain Daffa Andika pada "Plastik Kita", serta Aditya Arnoldi pada "Tatap Berkalam". Sementara untuk "I Never Knew You In Wonderland" Ade mempercayakan sepenuhnya kepada kawan yang berada di Los Angeles, Milco Ricardo untuk mengambil suasana kota. Bertolak dari rasa yang seringkali diabaikan atau dihindari oleh tiap manusia, SORE kembali membuktikan diri bahwa mereka mampu membius pendengar setianya dengan kepasrahan dan harapan yang romantis sebagai landasan musik mereka. Walau trilogi ini bisa disebut sebagai akhir atau penutupan dari rangkaian album Los Skut Leboys, SORE tidak menutup kemungkinan dan kesempatan jika ada pihak lain yang ingin melanjutkan usaha interpretasi lagu-lagu dari album ini ke dalam bentuk-bentuk lainnya di masa yang akan datang. Dan, ini bukan satu-satunya berita baik bagi penggemar SORE, karena ada materi baru dari unit ini akan segera hadir dalam bentuk EP yang direncanakan rilis pada awal 2017. https://sorezeband.com/

Column
11.11.16

Letter to Haruki Murakami

In this essay, Jo Elaine conducts an imaginary conversation with celebrated Japanese author, Haruki Murakami to illustrate the personal relevance of literature on ordinary, everyday lives.

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.