Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Dalam perjalanannya ke Jepang awal tahun lalu, Wiko Williams mengabadikan aktivitas yang ada di sekitarnya. Tentang kehidupan yang terjadi saat musim dingin di Kota Tokyo. Kecintaannya terhadap suasana pegunungan membawanya ke kaki Gunung Fuji, dimana ia merasakan magisnya keajaiban alam yang terbentuk sekitar 10.000 tahun yang lalu itu.
Kami berbincang dengan penggiat Ruang Terbuka Hijau (RTH), Nirwono Joga tentang dialog antara pemerintah dan masyarakat yang seringkali terlupakan dalam menata ruang di Jakarta untuk mencapai konsep kota layak huni.
Indonesian hits circa 90's until early 2000. Listen to this mixtape on WHiteboard Journal's Mixcloud.
01. Tentang Aku - Jingga
02. Cinta Terakhir - GIGI
03. Ada Cinta - Bening
04. Mak Comblang - Potret
05. Ternyata Cinta - Padi
06. Yang Terbaik Bagimu - Ada Band
07. Demi Masa - Cokelat
08. Kamu Harus Pulang - Slank
09. Surti & Tejo - Jamrud
10. Rock In 82 - Edane
11. Di Atas Normal - Peterpan
12. Kirana - DEWA 19
13. Cantik - Kahitna
14. Pemuja Rahasia - Sheila On 7
Sejak digelarnya salah satu perhelatan seni terbesar di Tanah Air, Jakarta Biennale di penghujung tahun 2015, sebuah ruang kreatif baru lahir, dan sejak itu iklim seni Jakarta tampak semakin menjanjikan. Gudang Sarinah muncul sebagai opsi baru dalam hal galeri, juga ruang pertunjukan.
Footurama is recruiting full-time photographer to join our growing team of creatives.
Get the opportunity to be involved in photo shoot sessions, as well as cooking creative concept for editorial.
You will benefit to be trained by our experienced, dedicated and innovative team who has worked side-by-side with Studio 1212 & Whiteboard Journal, which happen to be our other internal reputable aggregates. He/she must have great photography skill, and has the ability to use all studio equipment and image editing software.
If you are a future young creative who has high interest and strong passion in our focused area, please send your inquiry to .
Memperkenalkan diri sebagai Dekadenz, sebuah kolektif dance music asal Jakarta yang beranggotakan Jonathan “Ojon” Kusuma, Aditya Permana dan Ridwan Susanto mengabarkan bahwa mereka telah merilis sebuah podcast series bertajuk “Themes for Divided Tribes”. Di dalamnya terdapat sembilan nama (termasuk Dekadenz) dari para DJ juga music selector yang berasal dari berbagai macam kolektif musik, seperti Belda Farika (Never Too Disco), Dr. Satomata, Negative Lovers, Swarsaktya, Gerhan a.k.a Komodo (Akamady Music) serta Sostenes 'Ones' Alfonsos (Casual Dance).
Dalam salah satu wawancaranya Dekadenz menyampaikan bahwa podcast series ini memang telah dipersiapkan sejak tahun lalu, selain itu mereka pun juga tengah menyiapkan proyek lainnya berupa track-track Dekadenz edit. Lewat Dekadenz, Ojon, Adit dan Ridwan pun mencoba memperkenalkan karakter musik mereka sebagai dance music yang cenderung bernuansa gelap. Dengan suara kasar dari analog drum machine atau synth dan paduan unsur perkusi tropikal, membuat Dekadenz memiliki konsep party versinya sendiri. Hal tersebut dapat tergambar melalui musik pada podcast series ini, yang secara tidak langsung memotret atmosfer party ala bunker bawah tanah yang penuh peluh.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?