Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
Japanese producer-turned recording artist Keigo Oyamada, better known as Cornelius, recently dropped a video for Sometime/Someplace. In this other peek into his latest album Mellow Waves, he takes viewers into a ‘dive’ in a world of his creation, where he’s seemingly floating into space in mellow and transcendent bass tunes.
Often described as experimental with his music, Cornelius is perhaps proving it to be true with the depths taken into creating another ‘world’ with Sometime/Someplace. With the beats, the bass, all with a touch of his Shibuya flare, Cornelius is definitely prepping the audience to welcome his fresh come back after over a decade of break.
Songs for you to chill and long for dreamy, nostalgic moments
1. Lola Marsh - Wishing Girl
2. Spissy - Her Heart
3. Jens Lekman - Evening Prayer
4. Fazerdaze - Jennifer
5. Le Couleur - Femme
6. Warpaint - Ashes To Ashes
7. Tiger Waves - In Retrograde
8. Hein Cooper - Rusty
9. Dillon - Thirteen Thirtyfive
10. Ontario Gothic - Foxes In Fiction
11. Varsity - So Sad, So Sad
12. Night Moves - Colored Emotions
13. Salvia Palth - I Was All Over Her
Could an artist loose the vibes of his musical distinction after a significant number of published albums or records? Are those just other words for losing inspiration? As a part of the audience, we may not have the answer. All that we may know is that we might just not be ready for Childish Gambino to leave us hanging for good.
Donald Glover, who is better known in the music industry as Childish Gambino, announced recently at the Governor’s Ball that his next album might be his last. Stating that his continuation in the music industry would no longer be ‘necessary’, he felt he wouldn’t want to compromise his ‘punk’ approach to creating music after the successful rise of Awaken My Love, which is what continuing his persona as Childish Gambino might just do. According to Glover,
Perhaps Glover is acting smart and efficient by leaving the stage for good at the peak of Childish Gambino’s fame. He said, Redbone may have gotten many hooked to Gambino’s chill, laid-back yet electrifyingly addicting takes on being “punk”. But perhaps, this way of quitting his musical persona may just allow Glover to keep with him the remains of Gambino’s golden days as what will forever be known of Childish Gambino in his audience’s memories. After all, we will never look back and point at him as “that one-time wonder that people just wasn’t interested in listening to anymore.”
Video menjadi medium yang ikut mengembangkan subkultur musik pop pada dekade 90-an hingga medio 2000-an lewat pengaruh MTV yang diadaptasi di banyak negara. Adalah The Jadugar, sebuah proyek dari duo videomaker yang banyak membuat video klip untuk beberapa unit musik dalam negeri sidestream maupun mainstream saat itu. Henry “Betmen” Foundation dan Anggun Priambodo berbagi bingkai dalam karya video musik mereka yang terkesan kitsch dengan banyak memproduksi elemen sederhana.
Tidak dapat disangsikan dua album terdahulu mereka Wolfgang Amandeus Phoenix (2009) dan Bankrupt! (2013) mempunyai afeksi luar biasa. Tur dunia yang padat, single menduduki hingga mengisi festival-festival besar di penjuru dunia. Dari band indie yang hanya bisa memuja Cassius beralih menjadi salah satu pesona di jagat permusikan.
Namun setiap kesuksesan memiliki konsekuensi tersendiri. Kebosanan dan pelbagai sikap yang sering diejawantahkan sebagai macetnya inspirasi menjangkiti kuartet asal Versailles tersebut. Suka tak suka, produksi karya harus dihentikan sementara waktu sampai akhirnya mereka memutuskan untuk melepas album terkini yang bertajuk “Ti Amo.”
Tiga nomor dikeluarkan sekaligus guna menjaga antusias lahirnya nuansa menyegarkan. Adalah “J-Boy”, “Ti Amo”, dan “Goodbye Soleil” yang didapuk Phoenix selaku senjata andalan. Secara garis besar, musikalitas mereka tak berubah banyak kecuali nada-nada mayor yang mendominasi lanskap notasi. Ketukan yang elegan, maupun permainan gitar repetitif masih menguasai papan teknis Thomas Mars, Deck d’Arcy, Laurent Brancowitz, dan Christian Mazzalai.
Munculnya album ini membawa angin sejuk tentang pertemuan yang diidam-idamkan sejak lama; musim panas, roman bahagia, atau kerinduan tak berbalas. Phoenix terlahir kembali seperti era French pop yang memenuhi seleksi lagu di Cherie FM atau Radio Nova dan sesuai judul albumnya, tiap lagu yang ada di dalamnya membuat pendengar ingin menghujani mereka dengan kata “ti amo.”
Episode Loka Suara kali ini berisikan lagu-lagu indah yang menyentuh kalbu.
01. Chrisye - Kala Sang Surya Tenggelam
02. Sore - Aku
03. Suarasama - Sang Hyang Guru
04. Ramayana Soul - Terang
05. The Milo - Daun dan Ranting Menuju Surga
06. Tigapagi - Tangan Hampa dan Kaki Telanjang
07. Banda Neira - Sampai Jadi Debu (Menampilkan Gardika Gigih)
08. Bin Idris - Di Atas Perahu
09. Efek Rumah Kaca - Kuning
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?