Latest stories

02.10.17

Lift

Video teranyar Radiohead, “Lift” dari album OKNOTOK - edisi 20 tahun OK Computer - memperlihatkan sang vokalis Thom Yorke terjebak dalam elevator menuju antah berantah, dengan kantung plastik di kedua tangannya, dan orang-orang berperilaku aneh yang masuk silih berganti. Disutradarai oleh Oscar Hudson, video ini menyuguhkan visual yang lebih sederhana dari video-video Radiohead sebelumnya, tapi tetap memiliki plot twist seperti video-video klasiknya. Menarik, karena adegan di video ini diadaptasi secara terang-terangan dari lirik lagunya: Pada awal tahun, gitaris Radiohead Ed O’Brien mengungkapkan alasan “Lift” tidak dimuat di OK Computer. Ia menyatakan pada BBC 6 Music, jika lagu tersebut dimuat di album, Radiohead akan berada di jalur yang berbeda pada waktu itu, dan memungkinkan mereka untuk menjual lebih banyak album. OK Computer tidak pula bisa menyerupai Jagged Little Pill, album Alanis Morissette di tahun 1995; Banyak tekanan yang dialami Radiohead ketika “Lift” masuk rekaman.

02.10.17

Quick Review: Isle of Flowers

Pernahkah sekali berpikir tentang sejarah sebuah tomat yang terjual di toko swayalan terdekat? Ilha das Flores, atau “Isle of Flowers” dalam inggris, adalah sebuah film pendek yang menceritakan tentang hal itu. Bagaimana perjalanan sebuah tomat dari proses pemetikan hingga tujuan terakhirnya, dan anehnya film ini bukan untuk yang mudah tersinggung atau yang berpikiran pendek. Berbentuk dokumenter pendek, film ini menjelaskan ceritanya dengan dipimpin seorang narator bernada mati yang bisa dibilang ekuivalen dari anak kecil yang baru saja mengenal Wikipedia. Jika di kronologiskan, menonton film ini pada awalnya akan membawa tawa karena lelucon-leluconnya yang sedikit berani, lalu dilanjutkan dengan rasa kesal, lalu marah karena gambar-gambar yang menyinggung, tetapi diakhiri dengan rasa empati yang dalam. Perasaan terakhir akan dirasakan penonton saat mengetahui apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan Jorge Furtado, yaitu tentang kenyataan strata sosial dan cara manusia memperlakukan sesama manusia. Sebuah kisah yang sebenarnya ironis dan menyayat hati namun dibalut dengan keacakan dan humor. Yang membuat pengungakapan terakhir ini lebih menggagetkan adalah bagaimana narator menyebalkan tadi akan membuat penonton linglung dengan memutar-mutar informasi yang diberikan. Walaupun aneh, bermain dengan pikiran dan emosi telah membuat penonton terus-menerus melekatkan mata mereka dalam pencarian arti yang terkandung di dalam film yang sangat serampangan ini, dan saat penonton akhirnya tahu mereka tidak akan kecewa. Sutradara: Jorge Furtado Sinopsis: Seorang narator yang senang melenceng menceritakan kisah sejarah tomat dengan pesan moral yang dalam.

02.10.17

Jejak Musik Underground di Amerika Serikat

Dilihat sebagai salah satu pusat pertumbuhan musik dunia, Amerika Serikat menawarkan subkultur menarik, salah satunya musik underground. Memiliki klub ikonik yang menjadi rumah dari para band indie maupun hip hop artist serta toko musik yang mewadahi bermacam-macam genre musik, adalah hal lumrah jika Amerika Serikat masuk dalam destinasi wajib bagi penikmat maupun praktisi musik.

01.10.17

Gitar Tertipis dari Anymo

Berangkat dari ketertarikannya mempelajari dunia desain dalam pembuatan gitar, seorang desainer asal Bandung, Raka Shiddiq, secara otodidak mulai menekuni tersebut pada tahun 2001. Selain itu, pertemuannya dengan Ki Anong Naini yang merupakan pertama di Indonesia ternyata banyak membantu Raka dalam mengumpulkan ilmu dan informasi tentang desain gitar akustik tradisional dan membuatnya ingin meneliti lebih jauh mengenai gitar sebagai alat musik progesif. Dari pengantar tersebut, akhirnya Raka memutuskan untuk membuat sebuah gitar alternatif dengan berukuran 8mm yang kemudian dinobatkan sebagai gitar tertipis di dunia. Di bawah nama Anymo, Raka memperkenalkan gitar buatannya dan mendapatkan banyak respon positif atas gebrakannya. Anymo ‘Essential Guitar’ telah meraih “The Most Marketable Product” pada Business of Design Week 2016, Hong Kong, juga sambutan-sambutan antusias pada pameran-pameran berskala Internasional, seperti South by South West (SXSW) 2017 Austin USA, Salone Del Mobile Milano 2017 dan Casa Bravacasa 2017. Selain perbedaan ukuran yang signifikan, selebihnya tidak ada yang membedakan gitar Anymo dengan gitar akustik pada umumnya. Namun ada kelebihan lain yang ditonjolkan pada gitar Anymo, yaitu yang mana merupakan poin khusus yang menjadi perhatian Raka pada setiap produk buatannya. Untuk tetap memberikan kesan akustik, bahan kayu masih dijadikan pilihan. Anymo juga memperkenal SORA (Sora Organic Resonance Augmentation) System™ Micro Chamber Design yang merupakan otak di balik desain gitar tersebut. Selain itu, suara gitar ini dikabarkan akan lebih panjang berkat konstruksi yang dikombinasikan dengan sistem untuk performa suara terbaik tanpa Anymo nampak seperti meleburkan batasan-batasan antara gitar tradisional dan modern. Berkat buah pemikiran desain progresif, gitar ini dirasa cocok untuk digunakan saat tampil di panggung ataupun pada saat rekaman.

01.10.17

ICAD 2017

Tahun 2017 menandai 8 tahun perjalanan yayasan Design+Art dalam menyelenggarakan salah satu perhelatan kolaborasi desain dan seni kontemporer terbesar di Indonesia. Yayasan Design+Art Indonesia sendiri, dibentuk oleh sekelompok desainer yang berasal dari berbagai latar belakang ilmu dan pengalaman. Melihat ada banyaknya potensinya yang dimiliki oleh para pelaku kreatif di Indonesia, yayasan ini dibuat agar bisa turut membangun industri kreatif di Indonesia yang bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia juga kekayaan seni dan budaya. Sejak tahun 2009, di bawah nama Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD), Design+Art berusaha untuk menyajikan karya-karya terbaik dari para pelaku kreatif Indonesia dengan meleburkan batasan-batasan yang ada antara desain dan seni kontemporer. Sekarang ini tidak ada karya atau apa pun yang benar-benar original, yang ada hanyalah hasil dari adaptasi, mengolah atau menyempurnakan hal-hal yang sudah ada. Berangkat dari persoalan tersebut, kali ini ICAD mengangkat tema “esensialisme” atau secara sederhana dapat diwakili oleh kata “Murni?” Kata murni sendiri merupakan sebuah kosakata bahasa Indonesia yang cenderung dihindari karena memiliki makna yang mengandung beban dan mutlak, meskipun mengandung kompleksitas pemaknaan lain yang layak ditelusuri. Sedangkan simbol tanda tanya (“?”) di akhir kata “Murni?” pada tema ICAD 8 merupakan sebuah upaya agar para partisipan pameran bisa lebih kritis dalam memaknainya. Menghadirkan karya-karya lebih dari 50 seniman, desainer dan pelaku kreatif Indonesia, pameran ICAD 8 tahun ini akan diselenggarakan di Grandkemang Hotel, Jakarta selama 6 pekan dimulai dari tanggal 4 Oktober hingga 15 November 2017. Nantinya karya dari seniman-seniman tersebut akan tersebar di seluruh area publik hotel tersebut. Selain itu telah dipersiapkan juga serangkaian acara lain yang dapat menginspirasi dan mendekatkan seni kepada audiensnya lewat konvensi hingga pemutaran film. Dan nantinya juga turut mengundang pembicara seperti Hilmar Farid (Direktur Jenderal Kebudayaan), Antonio Pio Saracino (Arsitek Italia), Amoury Pudray (Desainer Produk Perancis), dan Kurt Rieder (Executive VP Asia Pacific 20th Century Fox). - 4 Oktober - 15 Oktober 2017 Grandkemang Hotel, Jakarta Jl. Kemang Raya 2H Jakarta

Load More Articles whiteboardjornal, search
whiteboardjournal, play
Music
NOW PLAYING

Screen Time with .Feast & The Panturas

Invent Your Future

Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.


Tentukan Di Sini whiteboardjournal, search

Follow us on social media

Instagram whiteboardjournal, search Facebook whiteboardjournal, search Twitter whiteboardjournal, search

Subscribe to the Whiteboard Journal newsletter

Good stuff coming to your inbox, for once.