In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi open column ini, Ramos M. Y. S. menggali fenomena kesepian dan bagaimana teknologi seperti chatbot AI berperan mengisi kekosongan tersebut. Namun, efek plasebo hingga komodifikasi kondisi keterasingan manusia dari lingkungan sosialnya kini hadir menjadi kompleksitas baru.
Dalam submisi open column ini, Anggita Ayunda Sakuntala mengkaji pengaruh musik "viral" terhadap perkembangan anak, pentingnya kehadiran lagu anak-anak untuk menunjang fase tumbuh kembang mereka, hingga implikasinya kepada perilaku generasi belia.
Dalam submisi open column ini, Brigitta Novia Lumakso berduka dan berbagi keresahan dengan caranya: mendengarkan dan meresapi lirik lagu Taylor Swift sambil memetakan dan mengingatkan kita terkait pihak yang bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan.
In this open column submission, Qanissa Aghara shares the things she saw in Europe through the eyes of a foreigner (an exchange student, to be precise), and how the widely romanticized impression of Europe starts to unravel one-by-one through this photo-essay of hers.
Dalam submisi open column ini, Zar Mose menulis obituari untuk mengenang kematian kakaknya, yang juga seorang queer, sebagai sebuah kisah hidup yang menakjubkan–meski kerap diwarnai pilu.
Dalam submisi open column ini, Robhi Januar mendekonstruksi arti kebahagiaan yang kerap diamini manusia modern dan memberi usul berdasarkan sudut pandang psikologis untuk menjauhkannya dari kata "semu".