In this Open Column submission, Sheilla Njoto invites us to consider one thing in the pursuit that is modern love: Are we dating, or are we just self-marketing?
Dalam submisi Open Column ini, Tri Subarkah mengesampingkan ego serta ideologinya untuk berbaur dengan sekitar dua juta orang massa aksi bela Palestina di Monas pada Minggu (5/11) lalu—sebuah pengalaman yang memberikannya secercah hikmah.
In this Open Column submission, Fikri Haikal Panggabean shows us that it is really not that complex to understand the occupation and genocide happening in Palestine: as a privileged society, we just have to check who has the control over this bloody conquest.
Dari Iwan Fals, Made Mawut, Seringai, hingga Jimi Jazz; Dalam submisi Open Column ini, Ugik Endarto menyoroti kekuatan musik sebagai sumber pengetahuan alternatif mengenai sejarah yang kerap dikooptasi oleh kepentingan penguasa.
Dalam submisi Open Column ini, Julia Prabarani mengobservasi sentimen antargenerasi yang terus tereproduksi sejak 624 SM, di mana generasi yang lebih tua selalu memandang negatif generasi yang lebih muda.
In this Open Column submission, Fadiah Wadud writes (in lowercase) a memoir of her mundane process and struggle to adapt and grapple toward a mechanically loose but simultaneously tied urban society.
Dalam submisi Open Column ini, Dhika Marcendy menilik sistem hierarkis yang menempatkan posisi laki-laki di atas perempuan dalam struktur sosial, berbagai mitos maskulinitas, serta sejarah panjang hubungan antara laki-laki dan kekerasan yang sudah mengakar kuat dalam masyarakat akibat jerat patriarki.