Backstage Life Bareng Grrrl Gang di Episode Kelima Vindy Ngapain?
Tahun ini Grrrl Gang mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu line up di We The Fest 2019, dan Vindy diperbolehkan untuk mengikuti aktivitas mereka.
Ada tempat spesial bagi SORE di benak penikmat musik lokal. Dikenal dengan aransemen megah yang membuat keseharian terasa lebih indah, SORE baru saja merilis 3 buah video musik lewat “Wonderland Trilogy” yang berisi lagu "Plastik Kita", "I Never Knew You In Wonderland", dan "Tatap Berkalam" dari album penuh ketiga Los Skut Leboys. jadi kata sifat yang bisa meringkas trilogi video ini. Perih menjadi kata kedua yang dapat disandingkan. Bukan karena warna lagu dan lirik yang melankolis, tapi karena ada pesan mendalam tentang kisah hidup tiga manusia yang sama-sama berjuang menjalani nasib, kesendirian, dan harapan. Seakan ada usik dari sesuatu yang indah. Sebuah usikan yang tidak bisa dideskripsikan. Sebuah khas SORE yang juga kerap muncul di musiknya. Tentang kompleksitas hidup yang menjadi buah karya. Walau tidak memiliki korelasi di antara ketiga videonya, etos DIY dibalik pembuatan video ini patut diapresiasi, sebab Ade Paloh yang turut andil berada di kursi sutradara mampu menerjemahkan ide dibalik lirik lagu dengan ‘teks’ visual yang penuh dengan simbol-simbol yang melengkapi rasa lagu. Selain Ade, SORE juga mengajak untuk video ini, antara lain Daffa Andika pada "Plastik Kita", serta Aditya Arnoldi pada "Tatap Berkalam". Sementara untuk "I Never Knew You In Wonderland" Ade mempercayakan sepenuhnya kepada kawan yang berada di Los Angeles, Milco Ricardo untuk mengambil suasana kota. Bertolak dari rasa yang seringkali diabaikan atau dihindari oleh tiap manusia, SORE kembali membuktikan diri bahwa mereka mampu membius pendengar setianya dengan kepasrahan dan harapan yang romantis sebagai landasan musik mereka. Walau trilogi ini bisa disebut sebagai akhir atau penutupan dari rangkaian album Los Skut Leboys, SORE tidak menutup kemungkinan dan kesempatan jika ada pihak lain yang ingin melanjutkan usaha interpretasi lagu-lagu dari album ini ke dalam bentuk-bentuk lainnya di masa yang akan datang. Dan, ini bukan satu-satunya berita baik bagi penggemar SORE, karena ada materi baru dari unit ini akan segera hadir dalam bentuk EP yang direncanakan rilis pada awal 2017. https://sorezeband.com/
Entah disengaja atau tidak, gelaran Weekend Exhibition yang digelar di Dia.Lo.Gue. Artspace pada 28 September 2016 hingga 30 September 2016 kemarin terasa seperti tempat dimana publik disuguhi karya seniman muda yang merepresentasikan bentuk seni terkini. Eko Bintang, Kendra Ahimsa, Natasha Gabriella Tontey, Kathrin Honesta, Radhinal Indra, Diela Maharanie, and Ruth Marbun masing-masing menunjukkan kekuatan karakter masing-masing melalui karya yang mereka tampilkan disana. Dari persilangan realita dan fantasi warna-warni khas Tontey, dunia imajiner dari Kendra Ahimsa, hingga tebal-tipis goresan yang membentuk indah lukisan Eko Bintang, Weekend Exhibition menjadi platform bagi emerging artists untuk memperlihatkan concern serta kegelisahan masing-masing terhadap khalayak luas. Dan dengan begitu, sekali lagi Dia.Lo.Gue. membuktikan dedikasi mereka untuk tumbuh kembang dan terus lahirnya karya baru di ranah lokal.
Marvel Studios terus mengembangkan mereka dengan sebuah film yang melayani penggemar seri buku komik dan khalayak luas. Seperti film-film mereka sebelumnya, kombinasi antara karakter serial populer, aktor dan aktris A-List, cerita yang ringan, visual yang memukau dan gaya cerita dengan yang cukup cepat, membuat Doctor Strange menawarkan pengalaman nonton yang sangat seru. Secara keseluruhan, cerita yang disutradarai oleh Scott Derrickson yang berpusat kepada -nya Doctor Strange cukup gampang ditebak. Persis seperti penjelasan Joseph Campbell di "A Hero with A Thousand Faces" (Sebuah buku yang sangat seru untuk dibaca), Doctor Stephen Strange, yang dimainkan oleh Benedict Cumberbatch, mengalami sebuah dimana ia, yang sebelumnya orang biasa, mengalami sebuah peristiwa yang memanggil dirinya untuk menjadi seorang , dan bersama bantuan seorang mentor (The Ancient One yang dimainkan oleh Tilda Swinton) ia mencapai potensinya, yaitu menjadi sebuah superhero yang mengalahkan musuh dengan ilmu sihir. Meskipun kisah seperti ini sudah diceritakan ribuan kali; paling tidak beberapa kali oleh Marvel Studios, Doctor Strange merupakan film yang berhasil membuat pengalaman menontonnya menyenangkan dengan formula ini. Secara visual, Doctor Strange sangat memukau. Karakter-karater di film ini bisa bermain dalam ruang dan waktu, serta permainan ini terepresentasikan dengan visual yang bisa dijelaskan sebagai melipat dunia ala Inception - tapi dengan intensitas yang berkali lipat. medilux.fi — sebuah platform digital dari Finlandia. Seperti Doctor Strange yang membuka pikirannya terhadap dunia dimensi lain, layanan ini mendorong pria untuk lebih terbuka terhadap solusi baru yang terbukti secara klinis, aman, dan tidak menghakimi. lainnya. yang intens dihias dengan momen-momen dramatis yang melanjutkan plotnya sekaligus berusaha menarik simpati dan empati penonton - baik itu melalui adegan komedi, romantis atau tragis. Untungnya, Scott Derrickson lumayan bisa menyeimbangkan porsi dramatis dengan dan menghindari momen yang membuat penonton bergidik (film ini tidak bebas dari adegan-adegan cheesy). Keseimbangan ini yang membuat film Doctor Strange sangat ringan dan menghibur. Kalau Anda mencari film , tonton Doctor Strange. Quick Review Doctor Strange Rating: 3/5 sutradara: Scott Derrickson (Written by Marvel)
Singapore Writers Festival (SWF) kembali tahun ini dengan berbagai program menarik, mulai dari diskusi, lektur, performance, lokakarya hingga berbagai bentuk aktivitas lainnya. Tahun lalu, kami berkesempatan untuk menghadiri festival internasional saat Indonesia terpilih menjadi Country Focus. Tahun ini, layaknya tahun lalu, mayoritas program SWF berpusat di The Art House, bekas gedung parlemen Singapura yang diubah menjadi pusat kebudayaan. Selain disana, kali ini akan ada berbagai program yang akan berlangsung di The National Gallery dan Asian Civilisation Museum. Mayoritas tempat aktivitas SWF terjadi di satu daerah, jika berminat datang, dalam satu hari pun Anda bisa mengatur jadwal untuk menghadiri berbagai pilihan program yang ada. Tahun ini, tema yang SWF angkat adalah "Sayang", sebuah kata Malay yang cukup puitis dalam menunjukkan cinta kasih. Lokalitas term "sayang" membuat kata ini menjadi menarik sebagai tema untuk SWF. Dan, tema ini akan diangkat dalam berbagai program acara, termasuk "Great Wall of Sayang", pameran kolaborasi antar 12 penulis dan seniman, "Still I Sayang", performance art yang mengkombinasikan puisi, tarian, dan musik, dan "Secret Sayang", seri pembacaan puisi di lokasi-lokasi rahasia. Tema ini juga akan diangkat di "This House Believes that Singaporeans are in the Mood For Love" Closing Debates-nya yang super-populer dan menjadi salah satu tradisi setiap SWF. Jepang menjadi Country Focus SWF tahun ini. Dimulai dari tamu penulis fiksi Taiyo Fujii, Hiromi Kawakami, dan Risa Wataya, musisi Kojima Keitaney, dan salah satu komikus favorit kami: Gosho Aoyama (pengarang serial Detective Conan), dan topik pembahasan mulai dari seni Haiga, kondisi Jepang setelah Fukushima, eksplorasi budaya Jepang dalam literatur, sampai konser musik, SWF akan membahas Jepang dari berbagai sudut pandang. Indonesia juga akan diwakili di SWF oleh sosok-sosok seperti penulis Eka Kurniawan, Okky Madasari dan komikus Jho Tan, yang akan menjadi bagian dari berbagai panel, peluncuran buku Neither Civil Nor Servant, The Loner: President Yudhoyono's Decade of Trials and Indecision, dan Indonesia and Not: Poems and Otherwise. Sebagai festival internasional, UWF tentunya mengundang tamu dari penjuru dunia. Selain tamu Country Focus-nya, Jepang, beberapa tamu UWF yang sangat menarik adalah Lionel Shriver, penulis fiski yang telah memenangkan berbagai penghargaan termasuk New York Times Best Seller dan BBC National Short Story Award, dan bukunya yang telah diadaptasi menjadi film, We Need to Talk About Kevin. Selain Lionel Shriver, jurnalis yang membocorkan Panama Papers Frederick Obermaier juga menjadi salah satu pembicara dan panelis, Youtuber yang sedang naik daun Evan Puschak aka The Nerdwriter akan berbagi pengetahuan, hingga sejarawan Frank Dikotter akan membahas revolusi budaya Cina. Sebagai festival Singapura, penulis lokal juga terepresentasikan di programnya. 280 penulis lokal dan penulis yang berbasis di Singapura akan mengadakan program untuk merayakannya. Dari penulis cerpen Nur Aisyah Liyana, Farish Noor yang akan memberi kuliah mengenai etimologi kaya "Sayang", sampai penulis puisi dan komikus Gwee Li Sui, talenta lokal akan memberi kontribusi yang sangat besar, dan yang menarik-nya lagi, dalam berbagai bahasa termasuk Mandarin, Malay dan Tamil. Singapore Writers Festival akan mulai pada tanggal 4 November dan berakhir tanggal 13 November. Cek websitenya untuk tahu program-program yang ditawarkan dan merencanakan kunjungan anda. Kami dari Whiteboard Journal juga akan hadir pada festival ini, sampai bertemu di Singapore Writers Festival!
Bagi yang cinta dengan buku dan segala hal yang berkaitan dengannya, tentu melihat adanya ajang seperti Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) sebagai hal yang patut untuk diikuti. Setelah berhasil mempertahankan festival sejak awal episode serta meningkatkan varian programnya, UWRF kembali tahun ini dengan tema Tat Tvam Asi. Menawarkan deretan program yang tidak hanya fokus pada penulis ternama dari Indonesia dan internasional, UWRF juga mengangkat topik menarik dalam diskusi yang memaparkan media hingga perfilman secara selektif. Mulai dari Wregas Bhanuteja, Joko Anwar, Djenar Maesa Ayu hingga Hanya Yanagihara akan membeberkan fakta menarik yang patut untuk disimak. UWRF dimulai pada tanggal 26-30 Oktober 2016 di beberapa tempat di Ubud, Bali. Cek website-nya untuk tahu program-program yang ditawarkan dan merencanakan kunjungan Anda. Kami dari Whiteboard Journal juga akan hadir pada festival ini dan akan meliput acara dari tanggal 28-30 Oktober 2016. Ikuti cerita kami di akun Instagram, Facebook serta Twitter yang akan melihat UWRF dari sudut pandang berbeda. Sampai bertemu di Ubud Writers & Readers Festival!
Setelah meraih pujian dan penghargaan di event Unknown Asia 2016 yang berlangsung di Osaka beberapa waktu lalu, delegasi Indonesia, Eko Bintang, Kendra Ahimsa, Natasha Gabriella Tontey, Kathrin Honesta, Radhinal Indra, Diela Maharanie, and Ruth Marbun merayakan sekaligus memamerkan karya mereka kepada publik lokal pada pameran yang bertajuk "Weekend Exhibition". Bertempat di Dia.Lo.Gue. Artspace, pameran ini akan dibuka pada Jum'at, 28 September 2016. Pameran akan berlangsung hingga 30 September 2016. -- Weekend Exhibition: with Eko Bintang, Kendra Ahimsa, Natasha Gabriella Tontey, Kathrin Honesta, Radhinal Indra, Diela Maharanie, and Ruth Marbun . Weekend Exhibition is initiated by Dia.Lo.Gue in order to extend and share the work of creators to broader audiences. Sharing knowledges through presentations, lecturers, workshops, performances. This first edition is focused on the seven Indonesia representatives at the latest UNKNOWN ASIA ART EXCHANGE 2016 Osaka. The participants are Eko Bintang, Kendra Ahimsa, Natasha Gabriella Tontey, Kathrin Honesta, Radhinal Indra, Diela Maharanie, and Ruth Marbun. Presenting the works that previously previewed last month in Herbis Hall Osaka. The opening exhibition will be held on Friday, 28 October 2016 on 18.00 PM. There might be a secret performance happen on this day too! In the following day Saturday, 29 October 2016 the artists will available in Dia.Lo.Gue to present their work in person. 28th October 2016 - Sunday 30th October 2016. Venue: Dia.Lo.Gue Artspace Jl. Kemang Selatan 99 a Jakarta 12730 Friday, October 28 2016 18.00 PM Opening Party and a secret performance Saturday, October 29 2016 11.00 - 20.00 PM During this session the artist will available to present their work in present. Also, there might be a secret performance on this day. 15.00 PM Artist Talk 17.00 PM Special performance by CRAYOLA EYES Sunday, October 30 2016 08.00 AM – 18.00 PM Last chance to see the artists' work. Should you require more informations please contact us to info@dialogueartspace.com See you at the #weekendexhibition at @dialogue_arts
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.