Backstage Life Bareng Grrrl Gang di Episode Kelima Vindy Ngapain?
Tahun ini Grrrl Gang mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu line up di We The Fest 2019, dan Vindy diperbolehkan untuk mengikuti aktivitas mereka.
Sejak pertama kali mendengar gubahan puisi "Buat Gadis Rasyid" dari Chairil Anwar yang diterjemahkan menjadi lagu yang indah oleh Galih di awal tahun 2000an, sulit untuk tidak tertarik dengan karya-karya lain bikinannya. Terasa ada nuansa grunge yang bersembunyi di balik serak tarikan suaranya, namun jelas jalan yang Galih ambil bukan untuk menjadi martir genre yang meneriakkan "grunge harga mati", ia memilih jalan yang lebih sunyi, namun memiliki jalan yang jauh lebih terang di hati. Alih-alih mengeksplorasi karakter suaranya yang seolah diimpor langsung dari Seattle, ia mendekatkan diri dengan tanah lahirnya, dan menyanyikan lagu tentang bumi yang menopang pijak kakinya. Setelah merilis album Deugalih and Folks di tahun 2015, akhirnya ada karya baru dari Galih. Kali ini ia tampil sendiri bersama gitarnya menyanyikan lagu-lagu yang ada di kepalanya. Ini jelas adalah hal yang patut dirayakan, karena memang sejatinya, kualitas terbaik Galih ada di saat-saat seperti ini. Tulus dan jujur yang merupakan warna terbaik darinya bisa lebih terasa, dan dengan itu, indah sekali lagi ada. Sebagai pembuka menuju album yang rencananya akan dirilis pada 22 April mendatang, Deugalih merilis satu lagu berjudul "Di Kampungku" yang mengingatkan pada lagu lagu Franky Sahilatua. Simak lagunya berikut:
Proyek musik asal Yogyakarta, Sisir Tanah akan melakukan tur untuk 17 venue di berbagai kota berbarengan dengan peluncuran album perdana mereka Harus Berani. Berasal dari proyek solo Bagus Dwi Danto sejak 2010 lalu, nama Sisir Tanah kerap mengunjungi panggung-panggung dan kegiatan di beberapa kota. Sempat tampil dengan personil dan aransemen berbeda di setiap penampilan dan lagunya, kini mereka mengukuhkan bentuk. Sisir Tanah terkenal memiliki kekuatan lirik berbahasa Indonesia dan bangunan musik folk yang kaya dengan banyak instrumen. Lagu-lagu mereka rencananya akan dirilis dalam format CD dan akan dipromosikan pada tur mereka tersebut. Tur yang dipersembahkan oleh Kongsi Jahat Syndicate itu menggaet beberapa personil band Jogja lain semisal Faizal Rachman dari Answer Sheet dan Erson Padapiran dari Belkastrelka. Mereka akan melakukan tur dari tanggal 13 April hingga 4 Mei. Dimulai dari Jakarta dan berakhir di Jogjakarta.
Sejak 2010 lalu, Frontman Weezer, Rivers Cuomo bersama frontman Allister, Scott Murphy tergabung dalam sebuah proyek musik yang menulis semua lagunya dengan bahasa Jepang. Mereka merilis album pertamanya di tahun 2012 dengan nama ‘Scott & Rivers’ yang berisi 11 lagu original dan 1 lagu cover Kaela Kimura. Sempat dianggap sebagai proyek iseng untuk sekadar tampil mewarnai musik Pop Jepang, kini mereka akan kembali merilis album. Album yang diberi judulニマイメ (Nimaime) akan dirilis terbatas di Jepang. Album ini berisi 12 lagu dan menggaet beberapa musisi Jepang seperti Uezu Kiyasaku dari grup musik pop-punk Mongol800. Sempat dipertemukan lewat Universal Music Group dan merilis albumnya lewat label itu, kini mereka merilisnya dengan Sony Music Japan. Album kedua ini membuktikan mereka tidak sekadar tampil iseng menulis musik berbahasa Jepang. Dilatarbelakangi oleh ikatan masing-masing pada negeri sakura itu, proyek ini menjadi cerminan persembahan mereka untuk kultur musik populer Jepang yang apresiatif. Dua lagu teaser albumnya dapat didengarkan di laman Pitchfork berikut.
Setelah merilis ulang album Starlit Carousel milik Frau di tahun 2015, Nirmana Records merilis album Greatest Pledge Articles dari grup musik punk asal Yogyakarta, DOM 65. Album yang sebelumnya telah dirilis tahun 2005 ini akan dirilis ulang menjadi 2 keping piringan hitam yang berisi 8 lagu original ditambah 3 lagu demo rekaman yang hampir terhapus keberadaannya. Rencananya album tersebut akan disebar dengan jumlah yang amat terbatas pada Records Store Day tanggal 22 April 2017. Album Greatest Pledge Articles adalah warisan subkultur punk Jogja yang berharga. Dirilis 10 tahun lalu, album ini menyandingkan DOM 65 dengan nama-nama penting semisal Marjinal dan Homicide yang tengah mewarnai skena musik bawah tanah loakl. Ketika musik punk tradisional melakukan retrospeksi ke tahun ‘90 atau ‘80-an, DOM 65 memilih berkembang. Musik punk yang DOM 65 sajikan mempertahankan muatan kritik pada taraf keseharian. Balutan lirik berbahasa Inggris yang fasih dengan metafora yang simbolis menjadikan slogan anti kemapanan yang biasa digaungkan subkultur punk dibalut dengan eksplorasi musik yang genap. Nirmana Records Wirosaban Barat no 3 Kelurahan Sorosutan Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta 55162 Telp +6285643009700 f: Nirmana Records t: @nirmanarecs i: @nirmanarecs
Bagi para penggemar Gorillaz, beberapa minggu ke depan mungkin merupakan waktu-waktu yang baik. Setelah hampir 6 tahun sejak album terakhir Gorillaz dirilis, akhir bulan ini album Humanz akan menyusul. Lagu ‘Hallelujah Money’ yang menggaet Benjamin Clementine sudah diperdengarkan sejak akhir tahun lalu. Mungkin, untuk menjawab rasa bersalah atas janji mereka merilis album barunya di tahun 2016. Tanggal 24 lalu, 4 lagu mereka dirilis dalam video musik di YouTube termasuk secara mengejutkan, lagu ‘We Got The Power’ yang dikerjakan bersama Noel Gallagher dan Jehnny Beth. Mereka langsung mengadakan secret gig di London untuk keesokan harinya. Album ini dianggap istimewa karena pengerjaanya memakan waktu yang panjang dan proses rekamannya dilakukan di London, Paris, New York, dan Jamaica. Albarn menjelaskan bahwa konsep lagu-lagu di album ini mengandung muatan gelap. Sebelum Donald Trump dipilih, lagu-lagu tersebut telah selesai ditulis dan pemaknaannya kini menjadi ironi yang kuat. Sudah hampir 20 tahun yang lalu Albarn memulai proyek Gorillaz bersama Jamie Hewlett. Dalam narasi karakter fikisionalnya, ia menaruh simbol petualangan dan pertemuan; terkadang tak masuk akal dan terkesan lucu atau sesekali ironis dan dekat dengan manusia pada kesehariannya. Ada anekdot saat Murdoc ditanya tentang apa jenis musik yang Gorillaz usung dan ia menjawab ‘World’. Untuk album paling barunya ini, sudah banyak daftar nama yang Albarn bilang menjadi bagian karya terbaru Gorillaz. Saat Albarn dan Noel berbagi panggung pada konser secret gig mereka untuk membawakan lagu ‘We Got The Power’, kenangan akan istilah Blur vs Oasis yang menjadi ikon sintesis musik Britpop 90-an itu seakan luntur. Begitulah kurang lebih citra Humanz, masih disajikan dengan proses kolaborasi yang eksploratif.
Lingkaran, sebuah inisiatif berbasis di Jakarta menggelar sebuah kegiatan bernama Storytelling Days yang didedikasikan untuk merayakan World Storytelling Day. Diadakan di dua kota, yakni Bandung dan Jakarta, acara ini menghadirkan beragam narasumber yang memiliki sudut pandang dan kaya referensi dalam menyampaikan suatu cerita. Untuk acara yang akan digelar di Jakarta, Lingkaran mengajak 3 orang untuk 3 sesi berbeda untuk memperkenalkan cara baru dalam menceritakan suatu gagasan sesuai dengan bidang yang mereka kuasai. Di sesi pertama, Bayu Maitra akan memberikan kelas tentang mengubah suatu cerita menjadi sebuah konten berupa cerita pendek non fiksi dengan teknik Lalu selanjutnya terdapat Atika Sakura yang akan menjelaskan bagaimana suatu cerita dapat tergambarkan melalui raut wajah dengan Terakhir, Aryo Adhianto aka A Fine Tuning Creation akan membagi sesinya menjadi 2, yakni ‘Their Voice’ dan ‘My Voice’ untuk mengeskplorasi cerita melalui penampilan unik yang memuat, visi dan suara (cerita). Registrasi langsung di sini. Info lengkap hubungi - Conclave Jl. Wijaya 1 No. 5C 10:00-13:00 Kapasitas 20 orang 14:00-17:00 Kapasitas 20 orang 19:00-21:00 Kapasitas 20 orang
Temukan siapa dirimu dan bagaimana karaktermu menentukan arah masa depan.