Dalam submisi Open Column ini, Dzukfikri Putra Malawi menyoroti satu komponen dalam pertunjukan musik yang kerap kalah pamor dibandingkan musisi dan produksi acaranya, yang padahal menjadi alasan suatu pertunjukan itu ada: penonton.
In this Open Column submission, Early NHS writes the bitter and often overlooked reality behind major-sounding Musik Timur, and how people need to take into account the reality in which Orang Timur face: racism, land dispossession, extractivism, and political marginalization.
Menjelang hadirnya Romantisasi Impulsif (2026), kami berbincang dengan Tata dan Adji mengenai keterbatasan yang membentuk identitas The Jansen, kecintaan mereka terhadap format album, hingga ambisi untuk membangun semesta cerita yang melampaui musik itu sendiri.
Dalam submisi Open Column ini, Randy Levin Virgiawan menyingkap bagaimana ‘Jakarta-gaze,’ dalam konteks mengapresiasi musik yang lahirnya dari luar Jakarta, jelas fatal dalam mereduksi talenta “daerah” yang mestinya bisa merekah tanpa merepotkan perhatian sang ibu kota.