Berbicara tentang AXEAN Festival, kami mengundang beberapa alumninya, Batavia Collective dan The Panturas, untuk mengulik atmosfer di dalam festival musik tersebut yang seperti konsisten melambungkan nama-nama up-and-coming ke berbagai festival musik besar lainnya di mancanegara.
We have Precious Bloom, Diskoria, and Thee Marloes to chat with L’Impératice, talking about how films have been their DNA, their connection with the French language, and music inspirations with questions we gathered from three Indonesian disco and soul units.
Dalam liputan yang didukung oleh Pulitzer Center ini, Antonia Timmerman dan Rio Tuasikal mengupas bagaimana AI generatif berat kaitannya dalam membuat kita tumpul akan kekaryaan.
Mengunjungi Biennale Jogja 18, Ibrahim Soetomo menyadari bagaimana tema besar acara biannual ini, Kawruh, yang berarti ‘pengetahuan sebagai akumulasi pengalaman yang menjadi kebijaksanaan,’ bisa saja luput dari fokus kuratorial.
Dalam submisi Open Column ini, Dzulfikri Putra Malawi mengangkat bagaimana konser Suarasmara Andien menjadi statemennya dalam menyikapi perundungan, dan bagaimana kolektif musik sudah sepantasnya memutus rantai perundungan.
Dalam persuaan kali ini, kami mengajak Program Director JAFF, Alexander Matius (atau kerap dipanggil Mamat), untuk bicara tentang politik di balik censorship dan klasifikasi usia dalam film-film Asia Tenggara, pilar keberlanjutan sebuah festival, sampai The Human Centipede (2009).
In this Open Column submission, Devi Putri Ramadhani contrasts the monochromatic storytelling direction of Jatuh Cinta Seperti di Film-Film to the looming danger in our lives, that is rampant pollution brought about by the coal-fired power plants, further fanned by domestic banks.
Direktori: Di Makassar, Melihat Harapan dari Indonesia Timur
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode ketiga Direktori, kami berkunjung ke Makassar untuk belajar tentang bagaimana semangat literasi menghidupkan budaya kota juga tentang kebersamaan dalam keberagaman.
Di episode kedua mini seri Direktori, kami berkunjung ke Bali untuk mencari apa yang tersembunyi di balik deru pariwisata dan melihat bagaimana keberagaman hidup di sana.
Episode pertama untuk mini seri terbaru kami untuk campaign #Direktorikota, kami memulainya dengan pertanyaan besar, apakah semangat kebersamaan masih ada di keseharian kita?